Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI masih menemukan pangan jajanan anak sekolah yang tidak sehat, baik karena cemaran mikroba, cemaran kimia, penyalahgunaan bahan berbahaya dan juga penggunaan bahan tambahan pangan yang melebihi batas maksimal yang diizinkan. Jika terus mengonsumsi jajanan yang tidak sehat, maka akan berdampak negatif pada anak-anak. Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr.dr, Rini S, SpA(K), mengungkapkan proses tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh nutrisi dan stimulasi. Asupan nutrisi yang berkualitas harus memenuhi kaidah gizi seimbang, baik karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Nutrisi tersebut dapat dipenuhi melalui makanan utama dan makanan selingan termasuk jajanan. Sebenarnya, dampak negatif bagi kesehatan akan terlihat saat anak sudah dewasa. Bisa menyebabkan karsinogenik tapi perlu penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mencermati kandungan nutrisi dalam jajanan anak.
Simpulan yang paling benar dari teks tersebut adalah...