Dampak Perubahan Iklim pada Sistem yang Terhubung
Perubahan suhu atau pola hujan dapat memengaruhi organisme, pasokan pangan, air, kesehatan, dan ekonomi. Kelima hal itu saling terhubung, sehingga perubahan pada salah satunya biasanya menjalar ke yang lain.
Satu Perubahan Fisik Dapat Memengaruhi Beberapa Sistem
Suhu udara yang lebih tinggi meningkatkan penguapan. Jika hujan tidak mengganti air yang hilang, kadar air dalam tanah akan berkurang. Kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen. Akses air bersih yang berkurang juga dapat merugikan kesehatan.
Urutan dampaknya berbeda di setiap tempat karena tingkat paparan dan kerentanan juga berbeda. Yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara perubahan fisik dan pengaruhnya terhadap organisme, ekosistem, ekonomi, serta kesehatan.
Bukti Menunjukkan Dampak pada Banyak Sistem
Perubahan iklim telah memengaruhi ekosistem, manusia, pangan, air, dan kesehatan di banyak wilayah.
Temuan IPCC menghubungkan perubahan air, suhu, dan habitat dengan dampak perubahan iklim pada pangan, kesehatan, dan keanekaragaman hayati. Tabel berikut menelusuri beberapa jalur yang menghubungkan perubahan itu dengan dampaknya.
| Perubahan awal | Jalur biologis | Dampak bagi manusia atau ekosistem |
|---|---|---|
| Laut lebih hangat | Simbiosis karang dan alga tertekan serta habitat terumbu melemah | Perikanan dan perlindungan pesisir dapat terganggu |
| Kekeringan lebih panjang | Air tanah berkurang dan tanaman tertekan | Pasokan pangan dan air bersih menjadi kurang stabil |
| Hujan lebat atau banjir | Air dapat tercemar dan habitat dapat berubah | Risiko kesehatan, keselamatan, dan kerusakan rumah meningkat |
| Suhu dan hujan bergeser | Wilayah yang sesuai bagi spesies dan organisme pembawa penyakit dapat bergeser sehingga hubungan ekologis berubah | Persaingan dalam jaring makanan berubah dan risiko kesehatan perlu dipantau ulang |
Saat menilai dampak iklim, cari perubahan suhu, hujan, air, atau habitat yang memulai rangkaian dampak, lalu jelaskan pengaruhnya terhadap organisme, manusia, dan ekosistem.
Panas Laut Memengaruhi Karang Sebelum Pemutihan
Laut telah menyerap lebih dari kelebihan panas dalam sistem Bumi akibat pemanasan oleh manusia. Organisme dengan rentang toleransi suhu yang sempit dapat terganggu ketika suhu lokal keluar dari batas toleransi. Karang sangat rentan karena sebagian besar pasokan energi karang bergantung pada hubungan dengan alga yang peka terhadap panas.
Karang Hidup Bersama Alga Simbiotik
Terumbu karang tampak seperti batu, tetapi sebenarnya dibangun oleh hewan karang yang hidup bersama alga simbiotik yang memasok banyak makanannya. Simbiosis adalah hubungan dekat antara dua organisme. Saat laut terlalu hangat, hubungan itu dapat terganggu dan karang tampak memutih.
Pemutihan karang menunjukkan stres berat dan dapat terjadi sebelum karang mati. Jika suhu laut tetap terlalu tinggi, karang dapat melemah dan mati. Ikan kehilangan habitat, sedangkan masyarakat pesisir dapat kehilangan hasil perikanan dan perlindungan pantai dari terumbu karang.
Warna Pucat Adalah Tanda Stres
Pemutihan karang adalah respons stres ketika karang melepaskan alga yang hidup di jaringan karang. Air yang terlalu hangat dapat mengganggu hubungan ini. Tanpa cukup alga, karang kehilangan salah satu sumber energi utamanya dan dapat memutih.
Warna pucat menandakan gangguan pada hubungan karang dan alga. Gangguan tersebut kemudian dapat memengaruhi ikan dan habitat terumbu.
Perubahan Pola Hujan Memengaruhi Pangan dan Air
Pertanian bergantung pada air, suhu, tanah, dan waktu tanam. Jika musim hujan bergeser, kekeringan memanjang, atau hujan turun terlalu ekstrem, tanaman dapat terganggu. Banjir dapat merusak lahan, sementara kekeringan dapat menyebabkan tanaman kekurangan air.
Produksi di sawah, peternakan, dan perikanan, serta distribusi makanan, dapat terganggu oleh cuaca ekstrem. Karena itu, perubahan iklim memengaruhi organisme sekaligus kehidupan manusia.
Iklim Memengaruhi Kesehatan melalui Beberapa Jalur
Iklim memengaruhi kesehatan melalui panas, air, udara, makanan, dan organisme pembawa penyakit. Pisahkan jalur tersebut sebelum menentukan penyebab suatu risiko kesehatan. Satu dampak kesehatan dapat berasal dari lebih dari satu jalur iklim, dan pemisahan itu mencegah satu penyebab dianggap sebagai sumber seluruh dampaknya.
Jalur Dampak Iklim terhadap Kesehatan
Panas ekstrem dapat menyebabkan kelelahan panas. Banjir dapat meningkatkan risiko penyakit ketika air tercemar. Kekeringan dapat mengurangi akses air bersih. Perubahan suhu dan hujan juga dapat menggeser wilayah yang sesuai bagi organisme pembawa penyakit seperti nyamuk. Risiko penyakit tetap dipengaruhi oleh perumahan, layanan kesehatan, ekologi, dan tindakan pencegahan.
Perubahan iklim dapat memengaruhi kesehatan secara langsung maupun tidak langsung melalui gelombang panas, gangguan pasokan pangan dan air, serta penyakit yang dibawa organisme seperti nyamuk. Setiap dampak terjadi melalui jalur yang berbeda.
Perubahan Iklim Menggeser Wilayah Hidup Spesies
Pada satwa liar, perubahan iklim dapat menggeser wilayah geografis tempat suatu spesies mampu hidup dan berkembang biak. Saat populasi mengikuti kondisi yang sesuai, hubungan makan-dimakan dan persaingan dapat berubah, sedangkan spesies yang tidak mampu berpindah atau beradaptasi cukup cepat dapat kehilangan habitat. Perubahan ini dapat mengurangi keanekaragaman hayati.
Rangkaian Dampak dari Laut ke Masyarakat
Contoh karang menunjukkan rangkaian dampak iklim. Panas laut dapat mengganggu simbiosis karang dan memicu pemutihan. Jika terumbu rusak, ikan kehilangan tempat berlindung dan nelayan serta masyarakat pesisir dapat ikut terdampak.
Dampak pada pangan, air, dan kesehatan juga terjadi sebagai rangkaian sebab dan akibat. Mulailah dari perubahan suhu, hujan, air, atau habitat, lalu ikuti akibatnya bagi organisme dan manusia yang bergantung pada sistem tersebut.