Atmosfer bercampur di atas seluruh planet, sehingga emisi dari satu tempat tidak berhenti di batas wilayah. Karena itu kerja sama diperlukan untuk membuat target dan tindakan bisa dibandingkan.
Emisi dari satu kota tidak berhenti tepat di garis peta. Gas rumah kaca bercampur di atmosfer dan memengaruhi sistem Bumi bersama-sama. Karena itu perubahan iklim tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu kota atau satu negara.
Kerja sama global diperlukan karena penyebab dan dampaknya saling terhubung. Negara yang emisinya besar perlu mengurangi sumber gas rumah kaca. Negara yang rentan dampak membutuhkan dukungan adaptasi. Semua pihak membutuhkan data yang dapat dibandingkan.
Data yang Sama Membuat Janji Bisa Dibandingkan
UNFCCC menjelaskan Perjanjian Paris sebagai contoh kerja sama global untuk menahan kenaikan suhu rata-rata global dan memperkuat respons iklim.
Tanpa data yang bisa dibandingkan, janji iklim mudah terdengar besar tetapi sulit diperiksa. Data membuat negara, peneliti, dan masyarakat membaca kemajuan dengan ukuran yang lebih jelas.
Bagian kerja sama
Yang dibuat lebih jelas
Mengapa dibutuhkan
Target suhu
Arah batas risiko global
Negara punya ukuran bersama untuk menilai bahaya
NDC
Rencana tiap negara
Komitmen tidak berhenti sebagai janji umum
Data emisi dan lahan
Kemajuan yang dapat dibandingkan
Publik dan peneliti bisa melihat apakah tindakan cukup
Perjanjian iklim internasional memakai target suhu untuk menjaga pemanasan tidak melewati batas berbahaya. Perjanjian Paris menargetkan kenaikan suhu rata-rata global tetap jauh di bawah 2 derajat Celsius dan berupaya membatasinya sampai 1,5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri. Angka ini membuat arah kerja lebih jelas.
Angka target bukan sekadar simbol. Semakin tinggi pemanasan, semakin besar risiko terhadap air, pangan, kesehatan, ekosistem, pesisir, dan keanekaragaman hayati. Target membantu negara menilai seberapa cepat emisi perlu turun.
Kerja sama global melibatkan banyak jenis lembaga. Ada yang menilai bukti ilmiah, ada yang menyusun kesepakatan, ada yang menjalankan program, dan ada yang mengukur kemajuan.
Kerja sama global melibatkan banyak lembaga dan proses. Ada perjanjian yang mengikat arah komitmen negara. Ada forum yang mengumpulkan negara untuk bernegosiasi. Ada badan ilmiah yang menilai penelitian dan menyusun laporan agar keputusan tidak hanya berdasarkan pendapat.
Cara mudah membacanya adalah memisahkan tiga tugas. Tugas pertama adalah menyepakati tujuan. Tugas kedua adalah mengukur dan melaporkan kemajuan. Tugas ketiga adalah menyiapkan tindakan nyata di energi, lahan, transportasi, pangan, dan adaptasi.
UNFCCC menyebut rencana negara itu sebagai NDC, yaitu kontribusi yang berisi upaya menurunkan emisi dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. NDC membuat kerja sama lebih konkret karena tiap negara perlu menuliskan rencana, bukan hanya menyetujui tujuan besar.
Kerja sama global terdengar jauh, tetapi hasilnya memengaruhi banyak keputusan dekat. Kebijakan energi menentukan sumber listrik. Perlindungan hutan memengaruhi habitat dan penyerapan karbon. Tata kota memengaruhi transportasi dan risiko banjir. Akses informasi membantu masyarakat memahami pilihan yang benar.
Jadi kerja sama global tidak berhenti pada pertemuan besar. Memahami data, membedakan mitigasi dan adaptasi, mengurangi pemborosan, dan menjaga lingkungan sekitar adalah bagian kecil dari jaringan aksi yang lebih besar.
Kerja sama iklim bernilai ketika target, rencana, data, dan tindakan saling tersambung. Tanpa itu, janji sulit dibedakan dari slogan.
Janji menurunkan emisi baru bisa dinilai jika ada data penggunaan energi, perubahan lahan, dan kemajuan tindakan. Tanpa data, janji terdengar baik tetapi sulit dibandingkan dengan kenyataan.
Kerja sama global yang rapi selalu membutuhkan target yang jelas, pengukuran yang bisa diperiksa, dan perbaikan tindakan ketika hasilnya belum cukup. Dengan begitu, perubahan iklim tidak dibahas sebagai slogan, tetapi sebagai masalah yang bisa dipantau dan dikerjakan bersama.