Bumi membutuhkan sebagian panas tetap tertahan agar tidak terlalu dingin. Masalah muncul ketika tambahan gas tertentu membuat selimut panas itu menahan energi lebih banyak dari keadaan alaminya.
Efek rumah kaca adalah proses ketika gas tertentu di atmosfer menahan sebagian panas yang dipancarkan Bumi. Tanpa efek ini, Bumi akan jauh lebih dingin. Masalah muncul ketika konsentrasi gas rumah kaca meningkat sehingga lebih banyak panas tertahan.
Gas rumah kaca antara lain karbon dioksida, metana, dinitrogen oksida, dan beberapa gas sintetis. Gas-gas ini tidak bekerja seperti selimut tebal yang terlihat, tetapi pengaruhnya dapat dibayangkan seperti kaca rumah kaca. Energi matahari masuk, lalu sebagian panas sulit lepas kembali ke ruang angkasa.
IPCC AR6 Synthesis Report menyatakan bahwa pemanasan terutama didorong oleh emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia.
Efek Rumah Kaca Menahan Sebagian Panas
Ubah tingkat gas rumah kaca untuk melihat atmosfer makin banyak menahan panas yang dipancarkan Bumi.
Tingkat gas rumah kaca3/5
Alur energi
Cahaya Matahari masuk, Bumi memancarkan panas, lalu sebagian panas tertahan oleh gas rumah kaca.
Makna iklim
Semakin besar konsentrasi gas rumah kaca, semakin besar bagian panas yang tetap berada dekat Bumi.
EPA memberi cara baca yang praktis untuk gas rumah kaca. Karbon dioksida terutama terkait pembakaran bahan bakar fosil dan bahan biologis, metana terkait produksi energi, pertanian, dan pembusukan limbah organik, sedangkan dinitrogen oksida dapat berasal dari aktivitas pertanian, industri, pembakaran, dan pengolahan air limbah.
Aktivitas
Gas atau proses yang ditekankan
Cara membacanya
Membakar batu bara, minyak, atau gas
Karbon dioksida bertambah
Karbon lama berpindah cepat ke atmosfer
Membiarkan limbah organik membusuk miskin oksigen
Metana dapat terbentuk
Sampah organik perlu dikelola sebagai sumber gas rumah kaca
Mengubah hutan menjadi lahan terbuka
Serapan karbon turun
Masalahnya bukan hanya emisi, tetapi juga hilangnya penyerap
Banyak aktivitas manusia memindahkan karbon yang tersimpan lama ke udara dalam waktu singkat. Perpindahan ini mengubah keseimbangan karena atmosfer menerima tambahan gas yang sebelumnya terkunci.
Bahan bakar fosil terbentuk dari karbon yang tersimpan sangat lama di bawah permukaan Bumi. Saat batu bara, minyak, atau gas dibakar, karbon itu bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan karbon dioksida.
Karbon dioksida bukan satu-satunya gas rumah kaca, tetapi jumlahnya besar karena banyak aktivitas manusia memakai energi dari bahan bakar fosil. Kendaraan, pabrik, pembangkit listrik, dan proses industri dapat menambah karbon dioksida ke atmosfer.
Katalis pada kendaraan dapat mengurangi beberapa polutan berbahaya, tetapi tidak menghilangkan fakta bahwa pembakaran bahan bakar tetap menghasilkan karbon dioksida.
Perbedaan ini sering tertukar. Udara bisa lebih sedikit mengandung polutan tertentu, tetapi emisi karbon dioksida dari pembakaran tetap perlu dikurangi lewat sumber energi dan jumlah bahan bakar yang dipakai.
Penyebab perubahan iklim tidak hanya berasal dari cerobong atau knalpot. Cara lahan dipakai, sampah diolah, dan plastik diproduksi juga mengubah aliran karbon. Perubahan ini penting karena bisa menambah gas rumah kaca atau melemahkan sistem yang biasanya menyimpan karbon.
Hutan menyerap karbon melalui fotosintesis dan menyimpannya dalam biomassa. Saat hutan ditebang atau dibakar, kemampuan menyerap karbon berkurang dan karbon tersimpan dapat kembali ke udara. Monokultur yang miskin variasi juga tidak selalu menggantikan fungsi ekosistem hutan yang kompleks.
Limbah organik dapat menghasilkan karbon dioksida atau metana saat membusuk. Metana adalah gas rumah kaca yang kuat. Sampah yang menumpuk tanpa pengelolaan membuat gas hasil pembusukan lebih sulit dikendalikan.
Kondisi pembusukan ikut menentukan gas yang dominan. Saat bahan organik membusuk dalam keadaan miskin oksigen, metana menjadi lebih penting untuk diperhatikan.
Penyebab perubahan iklim paling mudah dibaca sebagai aliran karbon: dari tempat tersimpan, ke aktivitas manusia, lalu ke atmosfer atau hilangnya penyerap.
Plastik juga berkaitan dengan iklim karena proses produksi, penggunaan energi, dan pengelolaannya. Potongan plastik kecil atau mikroplastik lebih sering dibahas sebagai pencemaran, tetapi rangkaian produksi dan pembuangannya tetap terkait dengan penggunaan energi.
Pembakaran bensin di kendaraan terutama menambah karbon dioksida karena bahan bakar berbasis karbon bereaksi dengan oksigen saat dibakar. Dari sini terlihat cara membaca penyebab perubahan iklim. Ikuti dari aktivitas manusia, ke gas yang bertambah, lalu ke panas yang lebih banyak tertahan.
Jika aktivitasnya membakar bahan bakar fosil, jejak utamanya karbon dioksida. Jika aktivitasnya membiarkan limbah organik membusuk tanpa kendali, metana menjadi penting. Jika aktivitasnya merusak hutan, masalahnya bukan hanya gas yang dilepas, tetapi juga hilangnya penyerap karbon.