Ukuran virus membuatnya mudah dibayangkan sebagai benda kecil, tetapi cara kerjanya lebih penting daripada ukurannya. Pegang dulu batas dasarnya: virus berupa partikel, bukan sel hidup lengkap.
Saat ada orang sakit flu, kita sering berkata "tertular virus". Kalimat itu benar, tetapi bisa membuat virus terasa seperti bakteri yang jauh lebih kecil. Padahal virus bukan sel kecil. Virus adalah partikel aseluler, artinya tidak tersusun sebagai sel lengkap.
Satu partikel virus utuh disebut virion. Virion membawa genom, yaitu materi genetik berupa DNA atau RNA. Genom itu dibungkus oleh kapsid, selubung protein yang tersusun dari subunit kecil bernama kapsomer. Sebagian virus juga memiliki selubung lipid di luar kapsid, yaitu lapisan mirip membran yang berasal dari sel inang.
Struktur seperti genom, kapsid, dan selubung ini juga dipakai dalam klasifikasi virus menurut OpenStax Biology 2e.
Dalam riset nyata, virus tidak dibaca dari gejala penyakit saja. Ulasan virologi di NCBI PMC menekankan komposisi, tampilan, dan klasifikasi sebagai pintu masuk untuk memahami sifat virus. Jadi model pada bagian ini sebaiknya dibaca sebagai peta bagian utama, bukan foto satu jenis virus tertentu.
Bagian virion
Fungsi sederhana
Cara membacanya
Genom
Membawa instruksi genetik
Dapat berupa DNA atau RNA, tergantung jenis virus
Kapsid
Melindungi genom
Tersusun dari protein, bukan membran sel lengkap
Selubung lipid
Membantu sebagian virus berinteraksi dengan sel
Ada pada sebagian virus, bukan semua virus
Protein permukaan
Membantu pengenalan sel target
Bekerja seperti kecocokan kunci dan lubang kunci biologis
Virus membawa instruksi dan kemasan, tetapi tidak membawa seluruh mesin kerja sel.
Virion sebagai paket instruksi
Amati kapsid, genom, dan selubung. Gerakan halus pada model membantu membedakan bagian yang melindungi, membawa instruksi, dan mengenali sel.
Kapsid adalah kemasan protein yang menjaga genom tetap utuh saat virus berada di luar sel inang.
Yang harus dibaca
Bidang-bidang pada model menunjukkan kapsid disusun dari banyak kapsomer, bukan satu cangkang polos.
Makna biologis
Tanpa kapsid, genom virus mudah rusak sebelum mencapai sel yang cocok.
Model berikut berbeda dari model bagian umum di atas. Ini menunjukkan contoh permukaan SARS-CoV-2 yang lebih nyata. Gunakan model ini untuk membaca bentuk virion yang berselubung dan dipenuhi tonjolan permukaan, bukan sebagai bentuk semua virus.
Bentuk permukaan SARS-CoV-2
Amati bentuk virion berselubung dengan banyak tonjolan protein di permukaannya.
SARS-CoV-2 tampak sebagai virion berselubung dengan permukaan kasar dan banyak tonjolan protein.
Yang harus dibaca
Perhatikan bentuk keseluruhannya: bagian luar membulat, sedangkan tonjolan permukaannya tersebar di banyak titik.
Makna biologis
Bentuk permukaan membantu menjelaskan mengapa virion dapat dikenali dan didekati oleh sel target tertentu.
Sel hidup biasanya memiliki membran sel, sitoplasma, ribosom, dan sistem metabolisme. Metabolisme adalah rangkaian reaksi kimia yang membuat sel dapat memperoleh energi dan membangun bagian tubuhnya. Virus tidak memiliki perangkat lengkap itu.
Karena tidak punya ribosom, virus tidak bisa membuat protein sendiri. Karena tidak punya sistem metabolisme, virus tidak bisa menghasilkan energi sendiri. Itulah sebabnya virus hanya memperbanyak diri ketika sudah masuk ke sel inang, yaitu sel yang dipakai virus sebagai tempat membuat komponen baru.
Di luar sel inang, virion seperti paket instruksi yang masih tersegel. Ia bisa bertahan sementara, menempel pada sel yang cocok, lalu memasukkan genomnya. Setelah itu barulah instruksi virus dibaca oleh mesin sel inang.
Bagian ini penting karena virus sering berada di batas pembahasan antara benda kimia dan makhluk hidup. Di luar sel, virion tidak makan, tidak bernapas, dan tidak memperbaiki diri seperti sel. Di dalam sel yang cocok, genomnya dapat mengambil alih proses pembuatan protein dan salinan genom. Jadi perdebatan tentang virus selalu kembali ke satu hal. Virus membawa instruksi, tetapi tidak membawa seluruh mesin untuk menjalankan instruksi itu sendiri.
Ukuran virus sangat kecil, umumnya puluhan sampai ratusan nanometer. Nanometer adalah satuan yang jauh lebih kecil daripada mikrometer, sehingga banyak virus tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa.
Bentuk virus berbeda-beda karena susunan kapsomer dan lapisan luarnya berbeda. Ada bentuk heliks seperti gulungan, polihedral seperti bangun berbidang, bulat berselubung, dan bentuk kompleks seperti bakteriofag yang menyerang bakteri. Bentuk bukan hiasan. Bentuk membantu menjelaskan bagaimana virus melindungi genom, menempel, dan masuk ke sel.
Bentuk virion yang berbeda
Bandingkan cara kapsid dan lapisan luar menata genom. Model ini memakai contoh bentuk yang umum dibahas dalam virologi, bukan satu spesies virus tertentu.
Heliks tampak seperti batang berulir, polihedral berbidang, berselubung memiliki lapisan luar berpaku, dan kompleks memiliki kepala serta ekor.
Yang harus dibaca
Perhatikan apakah genom dibungkus oleh kapsid berulang, kapsid berbidang, selubung lipid, atau alat penempel khusus.
Makna biologis
Bentuk membantu menjelaskan cara virus menjaga genom dan mendekati sel target.
Kecocokan dengan sel juga penting. Protein permukaan virus harus cocok dengan reseptor pada sel inang. Reseptor dapat dibayangkan seperti gagang pintu biologis. Jika bentuknya tidak cocok, virus sulit masuk walaupun berada dekat dengan sel.
Setelah struktur virion jelas, kita bisa membaca virus dengan urutan yang lebih rapi. Pertama, lihat genomnya sebagai instruksi. Kedua, lihat kapsid sebagai pelindung instruksi. Ketiga, lihat protein permukaan sebagai bagian yang menentukan kecocokan dengan sel inang.
Urutan ini penting saat membahas reproduksi virus. Virus tidak memperbanyak diri hanya karena punya genom. Genom itu harus masuk ke sel yang cocok, lalu mesin sel inang dipakai untuk menyalin instruksi dan merakit virion baru.