Sumber energi tak terbarukan adalah sumber energi yang tidak cepat tergantikan dalam skala waktu manusia. Bayangkan seperti tabungan lama yang dibentuk alam sangat pelan, lalu manusia mengambilnya jauh lebih cepat daripada alam mengisinya kembali.
U.S. Energy Information Administration (EIA) menjelaskan bahwa sumber tak terbarukan berasal dari stok yang terbatas dan tidak dapat diganti ulang dalam waktu singkat. Bagian Nonrenewable Energy pada halaman sources of energy milik EIA bisa dibuka di tautan sumber.
Hubungan utamanya bisa dibaca seperti ini.
laju pemakaian manusia≫laju pembentukan alam
Tanda ≫ dibaca "jauh lebih besar daripada". Jadi, masalahnya bukan hanya "bahan bakarnya ada atau tidak", tetapi juga "seberapa cepat stoknya habis ketika dipakai terus-menerus".
Sumber tak terbarukan yang paling sering dibahas adalah bahan bakar fosil dan bahan bakar nuklir. Bahan bakar fosil terbentuk dari sisa makhluk hidup purba yang tertimbun dan berubah karena tekanan serta panas dalam waktu jutaan tahun. EIA menjelaskan asal bahan bakar fosil tersebut pada halaman sources of energy di tautan sumber.
Bahan bakar nuklir berbeda dari bahan bakar fosil. Pembangkit nuklir tidak membakar karbon, tetapi memakai reaksi fisi, yaitu proses ketika inti atom berat dibelah sehingga melepaskan energi. EIA menjelaskan bahwa pembangkit nuklir memakai uranium sebagai bahan bakar pada halaman Nuclear Explained di tautan sumber.
Sumber
Energi awal
Cara membaca sumbernya
Batu bara
Energi kimia
Stoknya berasal dari sisa tumbuhan purba yang berubah menjadi padatan kaya karbon.
Minyak bumi
Energi kimia
Stoknya berupa campuran hidrokarbon cair yang diolah menjadi bahan bakar seperti bensin dan solar.
Gas alam
Energi kimia
Stoknya banyak mengandung metana yang dapat dibakar untuk menghasilkan kalor.
Uranium
Energi inti
Stoknya berasal dari mineral yang ditambang untuk bahan bakar reaktor nuklir.
Tabel itu penting karena kata "tak terbarukan" tidak selalu berarti "dibakar". Batu bara, minyak bumi, dan gas alam termasuk bahan bakar fosil, sedangkan uranium termasuk bahan bakar nuklir.
Banyak pembangkit dari sumber tak terbarukan menghasilkan listrik lewat kalor. Perbedaannya ada pada cara kalornya muncul.
bahan bakar fosiluranium→pembakaran→kalor→turbin→listrik→fisi inti→kalor→turbin→listrik
Pada bahan bakar fosil, energi kimia berubah menjadi kalor lewat pembakaran. Pada uranium, energi inti berubah menjadi kalor lewat fisi inti. Setelah kalor tersedia, banyak pembangkit memakai uap untuk memutar turbin dan generator.
Inilah alasan sumber yang berbeda bisa menghasilkan bentuk energi akhir yang sama, yaitu listrik. Jalurnya berbeda di awal, tetapi sama-sama perlu alat konversi agar energi awal menjadi energi yang bisa dipakai.
Sumber tak terbarukan masih banyak dipakai bukan karena tidak punya masalah. Sumber ini dipakai karena energinya padat, teknologinya sudah lama dibangun, dan pembangkitnya bisa diatur untuk memasok listrik saat dibutuhkan.
Bayangkan sebuah sekolah yang membutuhkan listrik stabil untuk lampu, kipas, komputer, dan proyektor. Pembangkit dari bahan bakar fosil atau nuklir dapat dirancang untuk menyuplai energi secara terus-menerus, sehingga sering dipakai sebagai pemasok dasar pada sistem listrik.
Namun, kelebihan operasional itu tidak menghapus batas stok dan dampaknya. Dalam fisika energi, keputusan yang baik harus membaca dua sisi sekaligus: energi berguna yang dihasilkan sekarang dan biaya lingkungan atau keselamatan yang ikut muncul.
Sumber tak terbarukan perlu dibaca dengan hati-hati karena masalahnya tidak berhenti di pembangkit listrik.
Risiko
Cara membacanya
Stok terbatas
Cek apakah pemakaian bergantung pada cadangan yang makin sulit diperoleh.
Emisi pembakaran
Cek gas hasil pembakaran seperti karbon dioksida dan polutan udara.
Dampak ekstraksi
Cek dampak penambangan, pengeboran, air, tanah, dan habitat sekitar.
Limbah nuklir
Cek cara penyimpanan bahan radioaktif dan standar keselamatan reaktor.
Karbon dioksida ditulis sebagai CO2. Gas alam banyak mengandung metana yang ditulis sebagai CH4. EIA menjelaskan bahwa pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan emisi karbon dioksida pada halaman Where Greenhouse Gases Come From di tautan sumber.
Sumber tak terbarukan bukan berarti selalu salah untuk setiap keadaan, tetapi artinya kita memakai stok yang tidak cepat kembali.
Kalimat itu membuat pembahasan energi lebih jujur. Kita tidak hanya menolak atau menerima satu sumber, tetapi menanyakan stoknya, jalur konversinya, energi bergunanya, limbahnya, dan siapa yang menanggung dampaknya.