Sumber Terbarukan Tersedia Kembali Melalui Proses Alam
Cahaya Matahari, angin, aliran air, panas Bumi, dan laut tersedia melalui proses alam yang terus berlangsung. Biomassa dapat tumbuh kembali jika dikelola. Bahan bakar fosil memerlukan jutaan tahun untuk terbentuk.
Proses alam dapat menyediakan sumber terbarukan kembali dalam waktu yang relatif singkat. Jumlah energi yang bisa dihasilkan tetap bergantung pada kondisi setempat, seperti intensitas cahaya Matahari, kecepatan angin, atau debit air.
Biomassa dan aliran air perlu dikelola sesuai laju pemulihannya. Jika digunakan terlalu cepat, pasokan setempat dapat berkurang.
Istilah terbarukan menjelaskan cara sumber tersedia kembali melalui proses alam. Besar daya yang dihasilkan tetap ditentukan oleh lokasi, waktu, dan kondisi sumber.
Karena itu, periksa apakah sumber tersebut dapat tersedia kembali dan apakah jumlahnya cukup di lokasi serta waktu yang dibutuhkan. Untuk biomassa dan air yang dikelola, periksa juga berapa banyak bahan atau air yang dapat dipakai tanpa mengganggu pemulihan sumber dan ekosistem setempat.
Cocokkan Setiap Sumber dengan Kondisi Lokasi
Pilih sumber terbarukan dengan memeriksa kondisi fisik lokasi. Setiap sumber membutuhkan jumlah sinar Matahari, angin, aliran air, panas, atau bahan yang berbeda.
| Sumber terbarukan | Kondisi yang diperiksa |
|---|---|
| Matahari | Periksa radiasi Matahari dan pastikan panel tidak tertutup bayangan selama waktu penyinaran. |
| Angin | Mulai dari energi kinetik udara, lalu cek apakah kelajuan angin cukup stabil untuk turbin. |
| Air | Mulai dari energi potensial gravitasi dan energi kinetik air, lalu cek apakah beda tinggi memadai dan debit air tetap cukup pada musim yang berbeda. |
| Panas bumi | Mulai dari energi termal Bumi, lalu cek apakah reservoir panas bumi dapat dijangkau dan dimanfaatkan dengan aman. |
| Biomassa | Mulai dari energi kimia bahan organik, lalu cek apakah penggunaan bahan baku mengurangi pasokan pangan atau merusak ekosistem. |
| Biogas | Mulai dari energi kimia metana, lalu cek apakah limbah organik tersedia secara teratur dan unit pengolah biogas dirawat rutin. |
| Laut | Mulai dari energi mekanik gelombang, pasang surut, dan arus, atau energi termal dari perbedaan suhu air permukaan yang hangat dan air dalam yang dingin. Lalu cek apakah gelombang, arus, pasang surut, atau perbedaan suhu di lokasi cukup untuk teknologi yang dipilih. |
Gunakan kondisi fisik untuk membandingkan setiap sumber dengan lokasi yang dinilai. Untuk panel surya, periksa sinar Matahari, ruang yang tersedia, cuaca, perawatan, dan kebutuhan listrik.
Setiap Sumber Memiliki Jalur Konversi
Urutan konversi menunjukkan bagaimana energi dari sumber alam berubah menjadi listrik, kalor, atau gerak yang dapat digunakan.
Sebutkan sumber dan bentuk energi awalnya, lalu kenali alat yang mengubah energi tersebut menjadi bentuk yang dapat digunakan.
Sel fotovoltaik mengubah cahaya Matahari langsung menjadi listrik. Istilah fotovoltaik berarti bahan pada sel surya menghasilkan beda potensial listrik ketika menyerap cahaya.
Pada turbin angin, angin memutar bilah turbin, rotor memutar generator, lalu generator menghasilkan listrik.
Pada tenaga air, energi yang tersedia dipengaruhi oleh debit air dan beda ketinggian. Air mengalir melalui penstock untuk memutar turbin, lalu turbin memutar generator. Generator tersebut menghasilkan listrik.
Kondisi untuk Panas Bumi Biogas dan Energi Laut
Panas bumi memerlukan reservoir panas yang dapat dimanfaatkan, biogas memerlukan pasokan bahan organik, dan energi laut memerlukan kondisi pesisir yang sesuai.
Panas bumi adalah energi termal dari dalam Bumi. Sumber panas bumi dapat berupa reservoir air panas alami atau buatan di bawah permukaan Bumi.
Biogas dihasilkan ketika mikroorganisme menguraikan bahan organik tanpa oksigen. Proses ini disebut anaerobic digestion atau pencernaan anaerobik. Biogas terutama terdiri atas metana, yaitu , dan karbon dioksida, yaitu .
Energi laut dapat berasal dari gelombang, pasang surut, arus, dan perbedaan suhu air laut. Sebagian alat memakai energi kinetik gelombang, arus, dan pasang surut. Konversi energi termal laut memakai perbedaan suhu antara air permukaan yang hangat dan air dalam yang lebih dingin.
| Sumber | Batas praktis |
|---|---|
| Panas bumi | Panas dari reservoir dapat tersedia siang dan malam, tetapi kondisi geologi harus sesuai dan pengeboran harus aman. |
| Biogas | Limbah organik bisa menjadi bahan bakar, tetapi pasokan limbah harus teratur dan unit pengolah harus dirawat secara rutin. |
| Laut | Gelombang, arus, dan pasang surut dapat menggerakkan alat konversi, tetapi lokasi, korosi, dan keselamatan laut tetap harus diperhitungkan. |
Konteks Indonesia
Dalam kebijakan energi Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memakai istilah Energi Baru dan Terbarukan, atau EBT, untuk kelompok sumber seperti surya, bayu atau angin, hidro, bioenergi, panas bumi, dan laut. Siaran pers tanggal Februari memperkirakan potensi EBT Indonesia sekitar .
Angka adalah perkiraan potensi kapasitas. Kapasitas pembangkit yang benar-benar dapat dibangun dan digunakan masih bergantung pada teknologi, biaya, jaringan, izin, perawatan, dan perlindungan lingkungan, sehingga jumlah listrik yang dihasilkan bisa jauh lebih kecil.
Sumber terbarukan yang cocok untuk satu daerah belum tentu cocok untuk daerah lain.
Daerah dengan atap luas dan cuaca yang sering cerah mungkin cocok untuk energi surya. Desa dekat sungai beraliran stabil mungkin cocok untuk kajian pembangkit listrik tenaga air skala kecil. Bandingkan energi awal, alat konversi, kondisi lokasi, dan faktor yang membatasi daya setiap sumber.
Cek Klaim Sumber Terbarukan
Saat mendengar klaim tentang energi terbarukan, gunakan pertanyaan singkat ini.
| Klaim yang terdengar meyakinkan | Cara mengecek secara fisika |
|---|---|
| Sumber ini tidak akan habis. | Cek kapan dan di mana aliran alami sumber tersedia. |
| Sumber ini cocok untuk semua tempat. | Cek cuaca, geologi, air, angin, bahan baku, atau kondisi laut setempat. |
| Sumber ini pasti ramah lingkungan. | Cek lahan, limbah, bahan baku, ekosistem, dan dampak pembangunan fasilitas energi. |
| Sumber ini pasti murah. | Cek alat, perawatan, penyimpanan, jaringan, dan umur alat. |
Penilaian yang lengkap mencatat sumber alam, jalur konversi, energi yang dapat dipakai, batas lokasi, dan dampak yang dapat diukur.