Membedakan Sumber dan Bentuk Energi
Sumber energi adalah asal energi sebelum energi itu diubah menjadi bentuk yang kita pakai. Jadi, pertanyaan "sumber energinya apa?" berbeda dari pertanyaan "bentuk energinya apa?".
Telusuri energi dari sumbernya, melalui alat konversi energi, sampai menjadi energi yang dapat digunakan.
Sumber energi primer tersedia dalam bentuk aslinya. Sumber energi sekunder, seperti listrik atau hidrogen, dihasilkan dari sumber lain.
Artinya, listrik bukan sumber energi primer. Listrik adalah energi yang sudah dihasilkan dari sumber lain, misalnya batu bara, aliran air, cahaya Matahari, angin, panas bumi, atau biogas.
Sumber Terbarukan Tetap Bergantung pada Waktu dan Tempat
Sumber energi terbarukan tersedia kembali melalui proses alam dalam skala waktu manusia. Sumber tersebut belum tentu tersedia setiap saat. Cahaya Matahari bergantung pada siang dan cuaca, angin bergantung pada kondisi udara, dan aliran air bergantung pada musim serta banyaknya air yang mengalir.
Sumber terbarukan dapat tersedia kembali melalui proses alam. Jumlah energi yang bisa dihasilkan tetap bergantung pada kondisi setempat, seperti intensitas cahaya Matahari, kecepatan angin, debit air, ketersediaan biomassa, atau sumber panas bumi. Jenis utamanya meliputi biomassa, tenaga air, panas bumi, angin, dan surya.
Bandingkan Sumber melalui Jalur Konversi Energi
Bandingkan sumber energi dengan melihat bentuk energi awal, alat konversi, kondisi lokasi yang dibutuhkan, dan hal-hal yang membatasi energi yang dapat dihasilkan. Tabel berikut merangkum jalur konversi setiap sumber.
| Sumber energi | Pola konversi singkat |
|---|---|
| Batu bara, minyak bumi, gas alam | Pembakaran bahan bakar fosil mengubah energi kimia menjadi kalor yang dapat menggerakkan turbin. |
| Biomassa | Pembakaran mengubah energi kimia dalam bahan organik menjadi kalor, atau biomassa diolah menjadi bahan bakar lain sebelum digunakan. |
| Biogas | Mikroorganisme menghasilkan gas kaya metana dari bahan organik tanpa oksigen. Pembakaran biogas menghasilkan kalor. Mesin atau turbin kemudian dapat mengubah kalor menjadi gerak dan listrik. |
| Air | Energi potensial gravitasi dan energi kinetik aliran air memutar turbin. |
| Angin | Energi kinetik udara bergerak memutar bilah turbin. |
| Matahari | Energi radiasi Matahari diubah menjadi listrik oleh sel surya atau menjadi kalor oleh pemanas surya. |
| Gelombang dan pasang surut laut | Teknologi seperti pelampung, kolom air berosilasi, dan turbin laut mengubah energi mekanik gerak air menjadi listrik. |
| Panas bumi | Fluida panas atau uap membawa energi termal dari dalam Bumi dan memutar turbin. |
Setiap sumber juga memiliki batas praktis. Bahan bakar fosil bergantung pada stok yang terbatas. Biomassa dan biogas bergantung pada pasokan bahan baku yang tidak merusak ekosistem serta alat yang terawat. Tenaga air bergantung pada debit dan beda ketinggian, tenaga angin pada kelajuan udara, tenaga surya pada radiasi Matahari, energi laut pada kondisi pesisir, dan panas bumi pada kondisi geologi.
Batu bara, minyak bumi, dan gas alam terbentuk dari sisa makhluk hidup purba dalam waktu yang sangat lama.
Membedakan Istilah Energi yang Serupa
Biogas berasal dari biomassa yang diuraikan mikroorganisme tanpa oksigen. Proses ini disebut anaerobic digestion atau pencernaan anaerobik. Biogas terutama berisi metana, yaitu , dan karbon dioksida, yaitu .
Energi surya dapat diubah dengan cara yang berbeda. Panel fotovoltaik mengubah cahaya langsung menjadi listrik, sedangkan sistem termal surya mengumpulkan kalor dari sinar Matahari.
Energi laut mencakup gelombang, pasang surut, arus laut, dan perbedaan suhu air laut. Sebagian teknologi memakai energi kinetik gelombang, arus, dan pasang surut. Konversi energi termal laut memanfaatkan perbedaan suhu antara air permukaan yang hangat dan air dalam yang lebih dingin.
Panas bumi adalah energi termal dari dalam Bumi. Panas bumi dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, memanaskan atau mendinginkan bangunan, dan menyediakan kalor secara langsung.
Bandingkan Sumber Energi di Indonesia
Dalam kebijakan energi Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memakai istilah Energi Baru dan Terbarukan, atau EBT. Istilah tersebut mencakup sumber seperti surya, bayu atau angin, hidro, bioenergi, panas bumi, dan laut.
Untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), tenaga bayu (PLTB), tenaga surya (PLTS), tenaga air (PLTA), atau tenaga panas bumi (PLTP), bandingkan jalur konversinya:
Tentukan sumber dan bentuk energi awalnya, lalu alat konversi yang menghasilkan energi listrik.
Setelah jalur konversinya jelas, bandingkan kondisi fisik, biaya, emisi, kebutuhan lahan atau air, dan perawatannya.