Nilai Rata-rata Menggunakan Seluruh Selang Waktu
Nilai rata-rata merangkum gerak selama satu selang waktu penuh. Kecepatan rata-rata dihitung dari posisi awal, posisi akhir, dan seluruh waktu yang berlalu.
Kecepatan rata-rata memakai perpindahan. Karena perpindahan memiliki arah, kecepatan rata-rata juga menunjukkan arah. Kelajuan rata-rata memakai jarak total yang ditempuh, sehingga nilainya hanya menyatakan seberapa cepat benda menempuh lintasan.
Jika lintasannya berbelok atau kembali menuju titik awal, jarak dan perpindahan dapat memiliki nilai yang berbeda.
Simbol atau menyatakan perubahan posisi dari awal ke akhir. Simbol menyatakan panjang lintasan yang ditempuh selama perjalanan.
- Jarak total
- Besar perpindahan
- Selang waktu
- Kelajuan rata-rata
- Besar kecepatan rata-rata
Angka pada kartu dihitung dari lintasan yang sama. Garis hijau menunjukkan jarak total karena mengikuti seluruh lintasan bola. Garis ungu menunjukkan besar perpindahan karena langsung menghubungkan titik awal dan titik akhir.
Untuk menghitung jarak total, lintasan hijau dipecah menjadi bagian lurus dan bagian melengkung. Bagian lurus memakai panjang garis. Bagian melengkung memakai panjang busur, yaitu jari-jari dikali besar sudut. Setelah panjang semua bagian dijumlahkan, bagi jarak total dengan waktu tempuh untuk memperoleh kelajuan rata-rata.
Untuk perpindahan, hitung dahulu perubahan setiap koordinat:
Bagi jarak total dan besar perpindahan dengan waktu tempuh yang sama:
Pada pilihan Belokan Halus, bola mengikuti tikungan, sehingga jarak totalnya sekitar . Namun posisi awal dan akhirnya hanya berjarak . Karena waktunya , kelajuan rata-rata dan besar kecepatan rata-ratanya menjadi:
Gerak yang Berbeda Dapat Memiliki Selang Waktu yang Sama
Misalkan dua perjalanan sama-sama berlangsung . Perjalanan pertama lurus ke kanan. Perjalanan kedua bergerak ke kanan lalu ke kiri. Waktunya sama, tetapi jarak dan perpindahannya berbeda.
| Perjalanan | Jarak Total | Perpindahan | Makna Rata-Rata |
|---|---|---|---|
| Lurus ke kanan | ke kanan | Kelajuan dan kecepatan rata-rata sama besar | |
| Ke kanan lalu kembali | ke kanan | Kelajuan rata-rata lebih besar daripada kecepatan rata-rata |
Tabel ini menunjukkan penyebab perbedaan antara kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-rata. Selang waktu kedua perhitungan sama, tetapi pembilang pada kedua rumus berbeda.
Kelajuan Rata-rata dan Kecepatan Rata-rata pada Rute Balik
Pada rute balik, benda bergerak ke kanan lalu ke kiri dalam .
Jarak totalnya , tetapi perpindahannya hanya ke kanan.
Perhatikan bahwa kedua perhitungan memakai waktu yang sama. Perbedaannya muncul karena pembilangnya berbeda: kelajuan rata-rata memakai seluruh lintasan, sedangkan kecepatan rata-rata memakai perubahan posisi.
Tanda Menunjukkan Arah Kecepatan Rata-rata
Jika arah kanan dipilih sebagai arah positif, perpindahan ke kanan bernilai positif dan perpindahan ke kiri bernilai negatif. Karena kecepatan rata-rata dihitung dari perpindahan, tanda perpindahan juga menentukan tanda kecepatan rata-rata.
Misalnya benda mulai dari dan berakhir di selama .
Nilai negatif bukan berarti geraknya "lebih lambat dari nol". Nilai negatif berarti kecepatan rata-ratanya mengarah ke kiri terhadap sumbu yang kita pilih.
Kembali ke Titik Awal Membuat Kecepatan Rata-rata Nol
Jika benda kembali ke titik awal, perpindahannya . Akibatnya, kecepatan rata-ratanya walaupun kelajuan rata-ratanya masih bisa lebih dari nol.
Lintasan tetap memiliki panjang, tetapi perubahan posisi menjadi nol karena benda kembali ke titik awal.
| Pertanyaan | Besaran yang Dipakai | Jawaban yang Dicari |
|---|---|---|
| Seberapa panjang lintasan ditempuh tiap detik? | Jarak total | Kelajuan rata-rata |
| Seberapa besar perubahan posisi tiap detik? | Perpindahan | Kecepatan rata-rata |
Sebelum memakai rumus, periksa apakah soal meminta jarak atau perpindahan. Pilihan besaran tersebut menentukan apakah yang dihitung adalah kelajuan rata-rata atau kecepatan rata-rata.