Saat diameter tutup botol terbaca 3,12 cm, kalkulator bisa memberi banyak digit setelah kita menghitung luasnya. Namun alat ukur hanya mendukung sebagian digit itu. Di sinilah angka penting dipakai.
Angka penting adalah digit yang dipercaya dari hasil pengukuran. Digit terakhir biasanya merupakan angka taksiran, yaitu digit yang masih masuk akal berdasarkan ketelitian alat.
hasil ukur=angka pasti+angka taksiran terakhir
Jadi, aturan angka penting bukan aturan untuk membuat angka terlihat pendek. Aturan ini menjaga agar laporan tidak terlihat lebih teliti daripada alat ukurnya.
Situasi
Pertanyaan yang harus dijawab
Membaca satu hasil ukur
Digit mana yang benar-benar didukung alat?
Penjumlahan dan pengurangan
Data mana yang punya tempat desimal paling sedikit?
Perkalian dan pembagian
Data mana yang punya jumlah angka penting paling sedikit?
Pada perkalian dan pembagian, yang membatasi adalah jumlah angka penting paling sedikit di antara data ukur.
Misalnya lebar karton 12,455 cm dan panjangnya 35,2 cm.
A=p×l=35,2 cm×12,455 cm=438,416 cm2→438 cm2
Nilai 12,455 cm punya 5 angka penting, sedangkan 35,2 cm punya 3 angka penting. Karena itu, luas dilaporkan dengan 3 angka penting.
Untuk tutup botol berdiameter 3,12 cm, konstanta π dan 41 tidak membatasi angka penting karena keduanya berasal dari rumus, bukan bacaan alat. Pada contoh perhitungan ini, π didekati dengan 3,14.