Setiap kali kita menimbang bahan makanan, melihat speedometer, membaca suhu tubuh, atau mengukur panjang meja, kita sedang melakukan pengukuran. Dalam fisika, pengukuran berarti membandingkan suatu besaran dengan satuan standar.
hasil pengukuran=nilai ukur×satuan
Contohnya, jika panjang sebuah benda terbaca 8 cm, maka adalah nilai ukur dan adalah satuannya.
8
cm
Alat ukur yang tepat membuat hasil pengukuran lebih berguna. Alat yang salah bisa membuat jawaban terlihat rapi, tetapi tetap tidak sesuai dengan benda yang diukur.
Gunakan laboratorium kecil ini untuk membandingkan tiga alat ukur dasar. Putar modelnya, lalu perhatikan apa yang diukur, satuan yang muncul, dan cara membaca angkanya.
Laboratorium Alat Ukur
Pilih alat ukur untuk melihat hubungan antara besaran, benda yang diukur, dan hasil bacaannya.
Sebelum mengukur, tanyakan dulu: besaran apa yang ingin dicari? Dari pertanyaan itu, alat ukur dan satuannya menjadi lebih jelas.
Cocokkan Alat dengan Besaran
SI adalah singkatan internasional dari Système international d’unités, yaitu Sistem Satuan Internasional. Sederhananya, SI adalah kesepakatan standar agar hasil pengukuran dari sekolah, laboratorium, dan negara berbeda dapat dibaca dengan cara yang sama.
Dalam SI, besaran pokok yang sering muncul di awal fisika antara lain panjang, massa, dan waktu. Satuan pokoknya adalah m untuk panjang, kg untuk massa, dan s untuk waktu.
Tiga contoh berikut melatih cara membaca alat ukur dari titik awal, nilai yang ditunjuk, dan satuan yang dipakai. Tujuannya bukan hanya mendapatkan angka, tetapi tahu apa arti angka itu.
Saat membaca penggaris, jangan hanya melihat angka di ujung benda. Perhatikan juga posisi awal benda. Jika benda dimulai dari 0 cm dan ujungnya berada di 8 cm, hasilnya:
panjang benda=8 cm−0 cm=8 cm
Jika benda dimulai dari 1 cm dan ujungnya berada di 7 cm, panjangnya bukan 7 cm.
Neraca digunakan untuk mengukur massa, yaitu banyaknya materi dalam suatu benda. Jika neraca menunjukkan 250 g, maka massa benda tersebut adalah:
m=250 g
Pada laboratorium di atas, neraca dibuat sebagai neraca lengan sama. Benda berada di kiri, sedangkan anak timbangan acuan 250 g berada di kanan. Jika massa benda lebih besar dari 250 g, sisi benda turun. Jika massanya lebih kecil dari 250 g, sisi anak timbangan turun. Jika keduanya sama, neraca berada pada keadaan seimbang.
Stopwatch digunakan ketika kita ingin mengukur durasi suatu kejadian. Jika bacaan stopwatch adalah 12,8 s, artinya kejadian berlangsung selama 12,8 sekon.
Sebuah pensil diletakkan pada penggaris. Ujung kiri pensil berada di 2 cm, sedangkan ujung kanannya berada di 15 cm. Panjang pensil adalah:
panjang pensil=15 cm−2 cm=13 cm
Jadi, panjang pensil adalah 13 cm.
Dari contoh pensil tadi, pola kerja pengukuran jadi terlihat: tentukan dulu besaran yang dicari, pilih alat yang sesuai, lalu tulis hasilnya bersama satuan. Kalau 3 hal itu jelas, hasil pengukuran tidak hanya menjadi angka, tetapi bisa dibandingkan dan dipakai untuk kerja ilmiah berikutnya.