# Nakafa Learning Content

> For AI agents: use [llms.txt](https://nakafa.com/llms.txt) for the site index. Markdown versions are available by appending `.md` to content URLs or sending `Accept: text/markdown`.

URL: https://nakafa.com/id/materi/fisika/vektor/penentuan-resultan-vektor-dengan-rumus-kosinus
Source: https://raw.githubusercontent.com/nakafaai/nakafa.com/refs/heads/main/packages/contents/material/lesson/physics/vector/cosine-rule/id.mdx

Pelajari cara menentukan besar resultan dua vektor yang membentuk sudut menggunakan rumus kosinus.

---

## Saat Dua Vektor Membentuk Sudut

Jika dua vektor searah, resultannya tinggal dijumlahkan. Jika berlawanan arah, resultannya tinggal dikurangkan. Namun, banyak gaya atau perpindahan membentuk sudut di antara keduanya. Pada kondisi ini, besar resultan dapat dicari dengan **rumus kosinus**.

Rumus ini dipakai ketika dua vektor $$\vec{A}$$ dan $$\vec{B}$$ diketahui besarnya, serta sudut apit $$\theta$$ di antara keduanya diketahui.

Visible text: Rumus ini dipakai ketika dua vektor dan diketahui besarnya, serta sudut apit di antara keduanya diketahui.

```math
R=\sqrt{A^2+B^2+2AB\cos\theta}
```

> Sudut $$\theta$$ pada rumus kosinus adalah sudut antara dua vektor ketika pangkalnya dibuat berimpit.

Visible text: > Sudut pada rumus kosinus adalah sudut antara dua vektor ketika pangkalnya dibuat berimpit.

## Mengapa Ada Kosinus

Rumus kosinus muncul karena resultan dua vektor membentuk segitiga dengan dua sisi yang diketahui. Jika sudut antara kedua vektor kecil, kedua vektor saling menguatkan lebih besar. Jika sudutnya mendekati $$180^\circ$$, keduanya makin saling meniadakan.

Visible text: Rumus kosinus muncul karena resultan dua vektor membentuk segitiga dengan dua sisi yang diketahui. Jika sudut antara kedua vektor kecil, kedua vektor saling menguatkan lebih besar. Jika sudutnya mendekati , keduanya makin saling meniadakan.

Nilai $$\cos\theta$$ menangkap perubahan itu:

Visible text: Nilai menangkap perubahan itu:

| Sudut apit | Nilai $$\cos\theta$$ | Makna fisika |
| :--------- | :------------------------------------- | :----------- |
| $$0^\circ$$ | $$1$$ | vektor searah dan saling menguatkan penuh |
| $$90^\circ$$ | $$0$$ | vektor saling tegak lurus |
| $$180^\circ$$ | $$-1$$ | vektor berlawanan arah |

Visible text: | Sudut apit | Nilai | Makna fisika |
| :--------- | :------------------------------------- | :----------- |
| | | vektor searah dan saling menguatkan penuh |
| | | vektor saling tegak lurus |
| | | vektor berlawanan arah |

Ketika $$\theta=90^\circ$$, rumus kosinus berubah menjadi bentuk Pythagoras karena $$\cos90^\circ=0$$.

Visible text: Ketika , rumus kosinus berubah menjadi bentuk Pythagoras karena .

## Contoh Menghitung Resultan Gaya

Dua gaya bekerja pada satu titik. Gaya pertama sebesar $$10\text{ N}$$, gaya kedua sebesar $$8\text{ N}$$, dan sudut di antara keduanya $$60^\circ$$. Tentukan besar resultannya.

Visible text: Dua gaya bekerja pada satu titik. Gaya pertama sebesar , gaya kedua sebesar , dan sudut di antara keduanya . Tentukan besar resultannya.

Gunakan rumus:

```math
\begin{aligned}
R&=\sqrt{A^2+B^2+2AB\cos\theta} \\
&=\sqrt{10^2+8^2+2(10)(8)\cos60^\circ} \\
&=\sqrt{100+64+160(0{,}5)} \\
&=\sqrt{244} \\
&\approx15{,}6\text{ N}
\end{aligned}
```

Resultannya lebih kecil dari $$18\text{ N}$$ karena kedua gaya tidak searah penuh, tetapi lebih besar dari tiap gaya tunggal karena keduanya masih memiliki arah yang cukup berdekatan.

Visible text: Resultannya lebih kecil dari karena kedua gaya tidak searah penuh, tetapi lebih besar dari tiap gaya tunggal karena keduanya masih memiliki arah yang cukup berdekatan.

## Memeriksa Jawaban dengan Kasus Batas

Kasus batas membantu mengecek apakah hasil masuk akal. Jika sudutnya $$0^\circ$$, rumus harus memberi $$A+B$$.

Visible text: Kasus batas membantu mengecek apakah hasil masuk akal. Jika sudutnya , rumus harus memberi .

```math
R=\sqrt{A^2+B^2+2AB}=\sqrt{(A+B)^2}=A+B
```

Jika sudutnya $$180^\circ$$, rumus harus memberi selisih besar vektor.

Visible text: Jika sudutnya , rumus harus memberi selisih besar vektor.

```math
R=\sqrt{A^2+B^2-2AB}=\sqrt{(A-B)^2}=\lvert A-B\rvert
```

Dengan cek ini, kalian bisa melihat bahwa rumus kosinus tidak berdiri sendiri. Rumus ini menyambung dengan aturan searah, berlawanan arah, dan tegak lurus yang sudah kalian kenal.

## Kapan Memilih Rumus Kosinus

Pakai rumus kosinus ketika:

- hanya ada dua vektor;
- besar kedua vektor diketahui;
- sudut apit kedua vektor diketahui;
- yang ditanya adalah besar resultan.

Jika vektornya lebih dari dua atau sudutnya terhadap sumbu koordinat, metode komponen biasanya lebih rapi. Rumus kosinus paling kuat saat masalahnya benar-benar berupa dua vektor dengan satu sudut di antara keduanya.