Saat zat bereaksi, kita tidak hanya melihat tanda seperti panas, warna, endapan, atau gas. Kita juga bisa membaca jenis reaksinya dari pola reaktan dan produk.
Kita pakai empat contoh yang sering muncul di sekitar kita, yaitu pembakaran, perkaratan, pengendapan, dan pembentukan gas. OpenStax Chemistry 2e juga membahas cara mengelompokkan reaksi lewat contoh seperti pengendapan, reaksi asam-basa, dan oksidasi-reduksi di Classifying Chemical Reactions.
Empat contoh berikut menunjukkan tanda yang berbeda: ada yang terutama terlihat dari energi, ada yang dari perubahan logam, ada yang dari terbentuknya padatan, dan ada yang dari zat asam-basa yang saling menetralkan.
Pembakaran terjadi ketika suatu zat bereaksi dengan oksigen dan biasanya melepas energi sebagai panas atau cahaya. Pada pembakaran fosfor, persamaan yang sering dipakai di buku sekolah adalah:
P4+5O2→2P2O5
Ada buku kimia yang menulis oksida fosfor sebagai P4O10. Itu tidak bertentangan dengan bentuk di atas, karena P2O5 adalah rumus empirisnya. Untuk latihan koefisien di sini, bentuk 2P2O5 sudah menjaga jumlah atom P dan O tetap sama.
Perkaratan adalah contoh oksidasi pada logam. Besi bereaksi dengan oksigen dan air, lalu membentuk karat yang sering ditulis sebagai hidrat besi(III) oksida.
4Fe+3O2+2xH2O→2Fe2O3⋅xH2O
Huruf x berarti jumlah air dalam karat tidak selalu satu angka tetap. Karena produk ditulis dengan koefisien 2, air di kiri ditulis 2xH2O agar persamaannya tetap setara. Yang penting untuk dibaca adalah polanya, yaitu besi berubah menjadi zat baru berwarna cokelat kemerahan.
Pengendapan terjadi ketika zat baru yang terbentuk tidak larut dalam campuran. Misalnya, larutan kapur bereaksi dengan soda kue yang sudah larut dan menghasilkan kalsium karbonat sebagai endapan putih.
Ca(OH)2+NaHCO3→CaCO3+NaOH+H2O
Tanda CaCO3 penting karena senyawa inilah yang muncul sebagai padatan. Jadi, endapan bukan sekadar zat yang turun ke dasar, tetapi produk baru yang sukar larut.
Pada beberapa reaksi, salah satu produk keluar sebagai gas. Fermentasi glukosa dapat menghasilkan etanol dan karbon dioksida.
C6H12O6→2C2H5OH+2CO2
Koefisien 2 di depan etanol dan karbon dioksida tidak boleh dihilangkan, karena tanpa angka itu jumlah atom karbon, hidrogen, dan oksigen tidak seimbang.
Koefisien adalah angka di depan rumus zat. Angka ini boleh diubah supaya jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi sama.
P4+5O2→2P2O5
Pada persamaan itu, angka 5 di depan O2 dan angka 2 di depan P2O5 adalah koefisien. Rumus O2 tidak boleh diganti menjadi O5, karena itu akan mengubah zatnya.
Nama seperti pembakaran, pengendapan, atau pembentukan gas membantu kita menebak pola reaksi. Namun, jawaban akhirnya tetap dibaca dari persamaan reaksi yang setara.
Cara ceknya sederhana.
Jenis reaksi
Petunjuk dekat
Yang harus dicek
Pembakaran
Ada O2 dan energi dilepas.
Atom di kiri dan kanan setara.
Perkaratan
Logam berubah warna menjadi karat.
Produk baru mengandung logam dan oksigen.
Pengendapan
Padatan baru muncul dari larutan.
Produk padatnya ditulis sebagai senyawa baru.
Pembentukan gas
Gelembung atau gas keluar.
Ada produk berwujud gas seperti CO2.
Kalau jenisnya sudah terbaca, langkah berikutnya adalah menulis reaksi dengan rapi. Letakkan reaktan di kiri, produk di kanan, lalu atur koefisien sampai jumlah atomnya seimbang.