Batas Pembagian Materi
Coba bayangkan sepotong kapur, kertas, atau garam. Jika benda itu dipotong menjadi dua, lalu potongannya dipotong lagi, apakah proses membagi materi bisa berlangsung terus tanpa batas?
Pertanyaan seperti ini sudah dipikirkan para filsuf Yunani jauh sebelum mikroskop, tabung reaksi modern, atau alat ukur partikel ada. Mereka belum membuktikan struktur atom dengan eksperimen seperti ilmuwan sekarang. Mereka sedang mencari cara masuk akal untuk menjawab pertanyaan: materi sebenarnya tersusun seperti apa?
Perdebatan pada masa itu memunculkan pertanyaan yang kemudian dijawab teori atom melalui bukti eksperimen.
Dua Jawaban yang Saling Berlawanan
Perdebatan awal menawarkan dua jawaban yang berlawanan: materi dapat terus dibagi tanpa batas, atau materi tersusun dari bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi.
| Gagasan | Cara membayangkan materi | Tokoh yang mewakili |
|---|---|---|
| Materi kontinu. | Materi dapat terus dibagi menjadi bagian yang lebih kecil. | Aristoteles. |
| Materi diskret. | Materi tersusun dari bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. | Leucippus dan Demokritos. |
Kontinu berarti tidak terputus, seperti garis yang terus bisa dibagi menjadi bagian lebih pendek. Diskret berarti tersusun dari satuan-satuan terpisah, seperti tumpukan bata yang membentuk dinding.
Demokritos menyebut bagian terkecil itu atomos, istilah Yunani yang berarti tidak dapat dipotong.
Mencoba Cara Pikir Demokritos
Visual ini menggambarkan percobaan pikiran tentang pembagian materi. Bayangkan sebuah benda dipotong berulang kali, lalu bandingkan dua pendapat: Aristoteles menganggap pembagian dapat terus berlanjut, sedangkan Demokritos menganggap ada bagian terkecil. Bentuk atom sebenarnya tidak ditampilkan.
- Kontinu
- Menurut Aristoteles, pembagian materi tidak berhenti pada satuan terakhir.
- Diskret
- Menurut Demokritos, pembagian berhenti pada satuan terkecil yang ia sebut atomos.
Mengapa Gagasan Atom Kuno Belum Menjadi Teori Modern
Demokritos mengusulkan penjelasan filsafat tanpa data hasil pengukuran. Ia berpendapat bahwa materi tersusun dari satuan yang sangat kecil. Kimia modern juga menjelaskan materi melalui partikel, tetapi atom memiliki proton, neutron, dan elektron. Ungkapan “tidak dapat dibagi” hanya berlaku pada model Demokritos pada masa itu.
Aristoteles mengusulkan materi kontinu karena pengamatan yang tersedia saat itu menunjukkan benda dapat dibelah, dihancurkan, atau dicampur tanpa memperlihatkan batas partikel terakhir.
Dari Filsafat Menuju Kimia
Konsep atom Yunani mengajukan pertanyaan yang kemudian dapat diuji oleh sains: apakah materi tersusun dari bagian sangat kecil yang belum dapat diamati langsung? Pada masa itu, belum ada hasil pengukuran yang mendukung gagasan tersebut.
Lebih dari dua ribu tahun kemudian, John Dalton menghubungkan gagasan atom dengan kimia modern. Ia memakai data massa reaksi untuk mempelajari susunan materi dan mengembangkan model atom untuk perhitungan kimia. Teori atom kemudian dapat diuji dengan data hasil pengukuran.