Menjumlahkan Suku-suku dalam Barisan
Bagaimana suku-suku suatu barisan dapat diakumulasikan? Bentuk seperti disebut deret.
Deret bilangan dibentuk dengan menjumlahkan suku-suku suatu barisan sesuai urutannya. Dua contoh yang umum adalah deret aritmetika, yang sukunya berasal dari barisan aritmetika, dan deret geometri, yang sukunya berasal dari barisan geometri.
Pada contoh jabat tangan di bawah, setiap orang baru menambahkan satu suku pada jumlah seluruh jabat tangan.
Jumlah Parsial Menghubungkan Barisan dan Deret
Untuk barisan , jumlah suku pertamanya disebut jumlah parsial ke-:
Soal berhingga meminta satu jumlah parsial tertentu. Untuk deret tak hingga, kita mengkaji apakah barisan mendekati satu limit berhingga ketika bertambah.
Banyaknya Jabat Tangan
Bayangkan ada beberapa orang dalam satu kelompok. Jika setiap orang berjabat tangan tepat satu kali dengan setiap orang lain di kelompok itu, berapa total jabat tangan yang terjadi?
Coba hitung:
- Jika ada : Hanya ada .
- Jika ada : Orang pertama berjabat tangan dengan lainnya. Orang kedua sudah berjabat tangan dengan orang pertama, jadi tinggal berjabat tangan dengan orang ketiga. Total ada .
- Jika ada : Dengan pola yang sama, kita akan mendapatkan .
- Jika ada : Totalnya adalah .
Perhatikan polanya! Banyaknya jabat tangan yang terjadi membentuk suatu penjumlahan berurutan dari bilangan asli.
| Banyaknya orang yang hadir | Banyak jabat tangan | Uraian dari banyak jabat tangan |
|---|---|---|
| Dua orang | ||
| Tiga orang | ||
| Empat orang | ||
| Lima orang |
Penjumlahan seperti ini adalah contoh deret bilangan. Dalam kasus ini, deret yang terbentuk berasal dari penjumlahan suku-suku barisan bilangan asli .
Setiap pasangan harus dihitung tepat sekali. Jika jabat tangan setiap orang dihitung secara terpisah, setiap pasangan akan terhitung dua kali, satu kali dari sudut pandang masing-masing orang.
Cara Menghitung yang Kedua
Satu jabat tangan merupakan satu pasangan orang yang urutannya tidak diperhatikan. Banyak pasangan yang dapat dipilih dari orang adalah:
Untuk , diperoleh , sama dengan hasil penjumlahan berurutan.
Pola Aritmetika dan Geometri
Jumlah jabat tangan membentuk barisan yang bukan aritmetika maupun geometri karena beda dan rasio antarsuku pada barisan tersebut tidak tetap (, , ).
Setiap bentuk , , , dan adalah jumlah parsial dari barisan bilangan asli. Jumlah parsial tersebut menunjukkan cara sebuah deret dibentuk dari suku-suku barisan.
Latihan
Berapa banyak jabat tangan yang terjadi di antara jika setiap pasangan berjabat tangan tepat sekali?
Cara penjumlahan berurutan memberi:
Rumus banyak pasangan memberi hasil yang sama secara langsung:
Jadi, terdapat .