Korelasi Product Moment, yang sering juga disebut Korelasi Pearson atau cukup dilambangkan dengan r, adalah ukuran statistik yang paling umum digunakan untuk mengetahui seberapa kuat dan ke mana arah hubungan linear (pola garis lurus) antara dua variabel kuantitatif (angka).
Nilai r ini akan memberi tahu kita apakah kedua variabel bergerak searah (positif), berlawanan arah (negatif), atau tidak ada hubungan linear sama sekali.
Koefisien korelasi Pearson (r) pada dasarnya mengukur seberapa sinkron pergerakan dua variabel (X dan Y) relatif terhadap variasi masing-masing.
Bayangkan begini:
Variasi Sendiri:
Setiap variabel (X dan Y) punya variasinya sendiri. Ada yang nilainya naik-turun banyak (variasi besar), ada yang stabil (variasi kecil). Ini diukur oleh SSxx untuk X dan SSyy untuk Y (yang akan kita lihat rumusnya di bawah).
Variasi Bersama (Kovariasi):
Kita juga perlu tahu bagaimana X dan Y bervariasi bersama-sama. Apakah saat X naik, Y juga cenderung naik? Atau malah turun? Ukuran variasi bersama ini disebut kovariasi, dan dihitung menggunakan SSxy.
Menstandarkan Ukuran:
Masalahnya, nilai SSxy (kovariasi) ini sangat dipengaruhi oleh satuan data. Misalnya, kovariasi antara tinggi (cm) dan berat (kg) akan punya nilai yang berbeda jika kita ukur tinggi dalam meter dan berat dalam gram, meskipun hubungannya sama.
Untuk mengatasi ini, kita perlu menstandarkan ukuran kovariasi. Caranya adalah dengan membagi kovariasi (SSxy) dengan ukuran variasi masing-masing variabel (yang sudah disesuaikan dalam bentuk akar kuadrat: ).
Hasil pembagian inilah yang menjadi r, Koefisien Korelasi Pearson. Karena sudah distandarkan, nilainya akan selalu antara −1 dan +1, tidak peduli satuan asli datanya. Ini memungkinkan kita membandingkan kekuatan hubungan linear antar variabel yang berbeda-beda.
Jadi, nilai r ditentukan dengan membandingkan seberapa kuat X dan Y bergerak bersama, relatif terhadap seberapa banyak mereka bergerak secara individual.