Panjang dan Arah Vektor
Setiap vektor memiliki dua komponen utama: panjang (besar) dan arah.
Perhatikan contoh vektor di bawah ini.
For AI agents: use /llms.txt for the Nakafa content index.
Setiap vektor memiliki dua komponen utama: panjang (besar) dan arah.
Perhatikan contoh vektor di bawah ini.
Vektor negatif atau vektor lawan adalah vektor yang memiliki panjang sama tetapi arahnya berlawanan dengan vektor aslinya.
Bayangkan Andi berjalan sejauh dengan arah (kita sebut perpindahan ini sebagai vektor ). Kemudian, Andi kembali ke posisi semula. Perpindahan kedua ini adalah vektor lawan dari , yang kita tulis sebagai .
Vektor nol adalah vektor yang istimewa karena memiliki panjang nol. Karena panjangnya nol, vektor ini tidak memiliki arah tertentu.
Vektor nol bisa dibayangkan sebagai sebuah titik, di mana titik pangkal dan titik ujungnya berimpit. Vektor nol biasanya dinotasikan dengan .
Contoh:
Jika Andi berjalan ke timur, kemudian berjalan kembali ke barat, maka total perpindahan Andi adalah nol. Perpindahan total ini dapat direpresentasikan sebagai vektor nol ().
Dua vektor atau lebih dikatakan ekuivalen atau sama jika memiliki panjang (besar) dan arah yang sama, meskipun titik pangkalnya berbeda.
Perhatikan grafik di bawah ini yang menunjukkan tiga vektor ekuivalen: , , dan .
Ketiga vektor di atas memiliki panjang dan arah yang sama, sehingga mereka ekuivalen. Kita dapat menuliskannya sebagai:
Suatu vektor dikatakan ekuivalen dengan vektor lain jika ia mempunyai besar dan arah yang sama dengan vektor lain tersebut.
Perhatikan kedua vektor berikut:
Apakah vektor merupakan vektor lawan dari ?
Jawaban:
Vektor bukan merupakan vektor lawan dari . Agar menjadi vektor lawan, dua syarat harus terpenuhi:
Karena kedua syarat ini tidak terpenuhi, bukanlah vektor lawan dari .
Bagaimana cara membuat vektor dan berlawanan?
Untuk membuat vektor dan berlawanan, kamu bisa membuat vektor nya seperti ini: