"Saat matahari sedang terbenam, tinggalkan apa pun yang sedang Anda lakukan dan saksikanlah." Begitulah petuah Mehmet Murat Ildan, seorang dramawan, novelis, dan pemikir besar asal Turki. Petuah itu sebaiknya Anda turuti, ikuti, dan lakukan. Apalagi jika Anda sedang berada di Tanjung Tamanoh pada suatu senja yang merekah. Senja pada hari Selasa terakhir di bulan Juli . Nikmatilah betul momen senja itu sebelum Anda kembali ke Jakarta. Sebelum Anda berkubang lagi dengan kemacetan jalan yang disesaki polusi.
Petang itu, misalkan Anda sedang mengunjungi tanjung tersebut, mungkin Anda sedang berdiri atau duduk santai di tanah berumput. Persis di hadapan Anda, ada bentangan air Danau Semayang. Danau terbesar kedua di Kalimatan Timur itu punya luas sekitar hektare dan kedalaman circa meter. Di Tanjung Tamanoh saat itu, Anda baru saja menyaksikan penampilan tari jepen. Tarian khas suku Kutai yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu dan Islam.
Lima pemudi dari Desa Pela memeragakan tarian tersebut. Di sisi lain, lima pemuda dari desa yang sama sedang membunyikan nada-nada musik khas Kutai sebagai pengiring tarian. Gerakan tari jepen yang ditampilkan bercerita tentang nelayan yang sedang mencari ikan di danau dengan penuh suka cita dan menggambarkan kebahagiaan nelayan saat panen ikan.
Sumber: nationalgeographic. Agustus . Sepotong Senja di Danau Semayang yang Selalu Terkenang dan Terbayang
Makna leksikal dari kata "senja" dalam paragraf adalah...