Produksi bidang perikanan di Indonesia belum optimal. Sebagai contoh, antara tahun 2003—2007, produksi perikanan tangkap meningkat rata-rata hanya sebesar 1,32%, yakni dari 4.691.796 ton pada tahun 2003 menjadi 4.942.430 ton pada tahun 2007. Peningkatan tertinggi didominasi penangkapan ikan di laut, yaitu dari 4.383.103 ton pada tahun 2003 menjadi 4.647.730 ton pada tahun 2007. Sebaliknya, produksi perikanan perairan umum menurun dari 308.693 ton pada tahun 2003 menjadi 294.700 ton pada tahun 2007.
Ada beberapa hal yang menyebabkan belum optimal atau makin berkurangnya produksi di bidang perikanan di Indonesia. Pertama, sebagian besar nelayan kita merupakan nelayan tradisional yang menggunakan teknologi penangkapan tradisional sehingga hasil yang diperoleh rendah. Kedua, pemanfaatan stok ikan antarkawasan belum seimbang karena kawasan Selat Malaka, pantai utara Jawa, Selat Bali, dan Selat Sulawesi mengalami over fishing, sedangkan pemanfaatan stok ikan di kawasan Indonesia bagian timur belum optimal. Ketiga, ekosistem laut, seperti hutan mangrove, terumbu karang, dan padang lamun sebagai habitat ikan dan organisme laut tempat ikan biasa berpijah, mencari makan, dan membesarkan diri, mengalami kerusakan parah.
Di samping itu, produktivitas usaha perikanan budi daya juga belum optimal. Pengetahuan petani dan nelayan tentang teknologi budi daya masih rendah, misalnya dalam pemilihan induk ikan, pemijahan, penetesan, pembuahan, pemeliharaan larva, pendederan, dan pembesaran. Tenaga penyuluh perikanan juga masih kurang sehingga inovasi teknologi sulit ditingkatkan. Berkaitan dengan penggunaan lahan, antara usaha budi daya perikanan dan kegiatan pembangunan lainnya (seperti permukiman, industri, dan pertambangan) sering merugikan usaha budi daya perikanan, termasuk memburuknya kualitas air. Kegiatan industri, pertanian, dan rumah tangga sering membuang limbah ke alam tanpa memperhatikan ambang batas mutu air buangan limbah sehingga memperburuk kualitas air untuk budi daya ikan.
Perhatikan kalimat berikut!
Kondisi para pengungsi di beberapa tenda pengungsian sangat mengkhawatirkan sehingga memerlukan perhatian khusus.
Pola kalimat tersebut sama dengan pola kalimat ...