Command Palette

Search for a command to run...

00:00:00
1

Nomor 1

(1)(1) Saat ini harga beras di Indonesia sedang melambung tinggi dan dianggap mahal oleh banyak orang. (2)(2) Ternyata penyebabnya, pasokan beras di Indonesia sedang menipis. (3)(3) Padahal, beras merupakan bahan pangan pokok bagi masyarakat Indonesia. (4)(4) Tak hanya di Indonesia, beras juga menjadi makanan pokok bagi miliaran orang di Asia dan Afrika. (5)(5) Beras adalah bahan serbaguna untuk banyak hidangan ikonik dari seluruh dunia, termasuk ketupat dan lontong dari Indonesia, dolmades dari Yunani, risotto dari Italia, paella dari Spanyol, dan puding beras dari Inggris.

(6)(6) ...................., pengolahan beras mengundang pertanyaan yang sering diajukan di setiap dapur, baik dapur profesional atau dapur rumah Anda sendiri. (7)(7) Pertanyaan itu adalah apakah Anda harus mencuci (atau membilas) beras terlebih dahulu sebelum dimasak. (8)(8) Apa kata koki dan juru masak?

(9)(9) Evangeline Mantzioris, ahli diet terakreditasi sekaligus Direktur Program Nutrition and Food Sciences di University of South Australia, pernah menulis di The Conversation mengenai pencucian beras ini. (10)(10) "Para pakar kuliner mengeklaim beras yang dicuci terlebih dahulu dapat mengurangi jumlah pati yang berasal dari butiran beras. (11)(11) Hal ini dapat dilihat pada air bilasan yang keruh, yang menurut penelitian merupakan pati bebas (amilosa) pada permukaan butiran beras yang dihasilkan dari proses penggilingan," tulisnya.

Sumber: nationalgeographic. 06 Oktober 2023. Menurut Koki dan Ilmuwan, Apakah Beras Perlu Dicuci Sebelum Dimasak?

Gagasan pokok dari teks bacaan di atas adalah...

2

Nomor 2

(1)(1) Saat ini harga beras di Indonesia sedang melambung tinggi dan dianggap mahal oleh banyak orang. (2)(2) Ternyata penyebabnya, pasokan beras di Indonesia sedang menipis. (3)(3) Padahal, beras merupakan bahan pangan pokok bagi masyarakat Indonesia. (4)(4) Tak hanya di Indonesia, beras juga menjadi makanan pokok bagi miliaran orang di Asia dan Afrika. (5)(5) Beras adalah bahan serbaguna untuk banyak hidangan ikonik dari seluruh dunia, termasuk ketupat dan lontong dari Indonesia, dolmades dari Yunani, risotto dari Italia, paella dari Spanyol, dan puding beras dari Inggris.

(6)(6) ...................., pengolahan beras mengundang pertanyaan yang sering diajukan di setiap dapur, baik dapur profesional atau dapur rumah Anda sendiri. (7)(7) Pertanyaan itu adalah apakah Anda harus mencuci (atau membilas) beras terlebih dahulu sebelum dimasak. (8)(8) Apa kata koki dan juru masak?

(9)(9) Evangeline Mantzioris, ahli diet terakreditasi sekaligus Direktur Program Nutrition and Food Sciences di University of South Australia, pernah menulis di The Conversation mengenai pencucian beras ini. (10)(10) "Para pakar kuliner mengeklaim beras yang dicuci terlebih dahulu dapat mengurangi jumlah pati yang berasal dari butiran beras. (11)(11) Hal ini dapat dilihat pada air bilasan yang keruh, yang menurut penelitian merupakan pati bebas (amilosa) pada permukaan butiran beras yang dihasilkan dari proses penggilingan," tulisnya.

Sumber: nationalgeographic. 06 Oktober 2023. Menurut Koki dan Ilmuwan, Apakah Beras Perlu Dicuci Sebelum Dimasak?

Menurut teks bacaan di atas, apa akibat dari mencuci beras sebelum dimasak...

3

Nomor 3

(1)(1) Saat ini harga beras di Indonesia sedang melambung tinggi dan dianggap mahal oleh banyak orang. (2)(2) Ternyata penyebabnya, pasokan beras di Indonesia sedang menipis. (3)(3) Padahal, beras merupakan bahan pangan pokok bagi masyarakat Indonesia. (4)(4) Tak hanya di Indonesia, beras juga menjadi makanan pokok bagi miliaran orang di Asia dan Afrika. (5)(5) Beras adalah bahan serbaguna untuk banyak hidangan ikonik dari seluruh dunia, termasuk ketupat dan lontong dari Indonesia, dolmades dari Yunani, risotto dari Italia, paella dari Spanyol, dan puding beras dari Inggris.

(6)(6) ...................., pengolahan beras mengundang pertanyaan yang sering diajukan di setiap dapur, baik dapur profesional atau dapur rumah Anda sendiri. (7)(7) Pertanyaan itu adalah apakah Anda harus mencuci (atau membilas) beras terlebih dahulu sebelum dimasak. (8)(8) Apa kata koki dan juru masak?

(9)(9) Evangeline Mantzioris, ahli diet terakreditasi sekaligus Direktur Program Nutrition and Food Sciences di University of South Australia, pernah menulis di The Conversation mengenai pencucian beras ini. (10)(10) "Para pakar kuliner mengeklaim beras yang dicuci terlebih dahulu dapat mengurangi jumlah pati yang berasal dari butiran beras. (11)(11) Hal ini dapat dilihat pada air bilasan yang keruh, yang menurut penelitian merupakan pati bebas (amilosa) pada permukaan butiran beras yang dihasilkan dari proses penggilingan," tulisnya.

Sumber: nationalgeographic. 06 Oktober 2023. Menurut Koki dan Ilmuwan, Apakah Beras Perlu Dicuci Sebelum Dimasak?

Jika ingin menulis paragraf baru setelah paragraf terakhir, hal yang paling mungkin dibahas adalah...

4

Nomor 4

(1)(1) Saat ini harga beras di Indonesia sedang melambung tinggi dan dianggap mahal oleh banyak orang. (2)(2) Ternyata penyebabnya, pasokan beras di Indonesia sedang menipis. (3)(3) Padahal, beras merupakan bahan pangan pokok bagi masyarakat Indonesia. (4)(4) Tak hanya di Indonesia, beras juga menjadi makanan pokok bagi miliaran orang di Asia dan Afrika. (5)(5) Beras adalah bahan serbaguna untuk banyak hidangan ikonik dari seluruh dunia, termasuk ketupat dan lontong dari Indonesia, dolmades dari Yunani, risotto dari Italia, paella dari Spanyol, dan puding beras dari Inggris.

(6)(6) ...................., pengolahan beras mengundang pertanyaan yang sering diajukan di setiap dapur, baik dapur profesional atau dapur rumah Anda sendiri. (7)(7) Pertanyaan itu adalah apakah Anda harus mencuci (atau membilas) beras terlebih dahulu sebelum dimasak. (8)(8) Apa kata koki dan juru masak?

(9)(9) Evangeline Mantzioris, ahli diet terakreditasi sekaligus Direktur Program Nutrition and Food Sciences di University of South Australia, pernah menulis di The Conversation mengenai pencucian beras ini. (10)(10) "Para pakar kuliner mengeklaim beras yang dicuci terlebih dahulu dapat mengurangi jumlah pati yang berasal dari butiran beras. (11)(11) Hal ini dapat dilihat pada air bilasan yang keruh, yang menurut penelitian merupakan pati bebas (amilosa) pada permukaan butiran beras yang dihasilkan dari proses penggilingan," tulisnya.

Sumber: nationalgeographic. 06 Oktober 2023. Menurut Koki dan Ilmuwan, Apakah Beras Perlu Dicuci Sebelum Dimasak?

Mengapa beras disebut sebagai bahan serbaguna dalam bacaan tersebut?

5

Nomor 5

(1)(1)Saat ini harga beras di Indonesia sedang melambung tinggi dan dianggap mahal oleh banyak orang. (2)(2)Ternyata penyebabnya, pasokan beras di Indonesia sedang menipis. (3)(3)Padahal, beras merupakan bahan pangan pokok bagi masyarakat Indonesia. (4)(4)Tak hanya di Indonesia, beras juga menjadi makanan pokok bagi miliaran orang di Asia dan Afrika. (5)(5)Beras adalah bahan serbaguna untuk banyak hidangan ikonik dari seluruh dunia, termasuk ketupat dan lontong dari Indonesia, dolmades dari Yunani, risotto dari Italia, paella dari Spanyol, dan puding beras dari Inggris.

(6)(6)............., pengolahan beras mengundang pertanyaan yang sering diajukan di setiap dapur, baik dapur profesional atau dapur rumah Anda sendiri. (7)(7)Pertanyaan itu adalah apakah Anda harus mencuci (atau membilas) beras terlebih dahulu sebelum dimasak. (8)(8)Apa kata koki dan juru masak?

(9)(9)Evangeline Mantzioris, ahli diet terakreditasi sekaligus Direktur Program Nutrition and Food Sciences di University of South Australia, pernah menulis di The Conversation mengenai pencucian beras ini. (10)(10)"Para pakar kuliner mengeklaim beras yang dicuci terlebih dahulu dapat mengurangi jumlah pati yang berasal dari butiran beras. (11)(11)Hal ini dapat dilihat pada air bilasan yang keruh, yang menurut penelitian merupakan pati bebas (amilosa) pada permukaan butiran beras yang dihasilkan dari proses penggilingan," tulisnya.

Bagian rumpang pada teks bacaan dapat diisi oleh...

6

Nomor 6

(1)(1)Apakah Anda gemar membaca dan mendengarkan dongeng? Nah, Anda pasti akan menyukai salah satu dongeng berbahasa Indonesia yang ada di Pickatale. (2)(2)Sebelumnya, apakah Anda sudah tahu apa itu Pickatale? Pickatale adalah aplikasi penyedia bacaan dari berbagai dunia, termasuk Indonesia. (3)(3)Bacaan yang berada di sini beragam. (4)(4)Tak cuma dongeng dan fiksi, di sini juga terdapat bacaan tentang pengetahuan, sejarah, biografi, dan lain sebagainya. (5)(5)Selain jenis bacaan yang bermacam-macam, di sini kita juga bisa menikmati bacaan dari berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris, Denmark, Norwegia, dan tentu saja Indonesia.

(6)(6)Salah satu dongeng berbahasa Indonesia di aplikasi ini berjudul Jalan di Atas Duri karya Vanda Parengkuan. (7)(7)Dongeng ini menceritakan tentang liliput bernama Uwet yang ingin mengambil buah ceri. (8)(8)Namun, di batang pohonnya terdapat banyak duri. (9)(9)Saat itulah Uwet melihat siput di dahan pohon buah ceri. (10)(10)Anehnya, meski batangnya berduri, siput itu bisa berjalan di atasnya tanpa terluka. (11)(11)Uwet pun mencoba mengambil buah ceri, tapi ternyata... aduh! Ia tertusuk duri yang ada di batang pohon. (12)(12)Hmm... kenapa ia bisa tertusuk duri, sedangkan seekor siput bisa berjalan di atasnya tanpa terluka, ya?

(13)(13)Nah, saat itulah dua liliput lain, Enjin dan Ensi, datang, mereka pun menanyakan apa yang sedang dilakukan Uwet. (14)(14)Mendengar cerita Uwet, Ensi menjelaskan kalau kita berbeda dengan siput. (15)(15)Ternyata, siput bisa berjalan di atas duri karena ia punya rahasia. (16)(16)Wah, kira-kira, rahasia apa, ya? Lalu, apakah Uwet akhirnya berhasil memetik buah ceri? (17)(17)Simak dongengnya di aplikasi Pickatale! Selain dongeng Jalan di Atas Duri, ada juga dongeng-dongeng berbahasa Indonesia lainnya. (18)(18)Antara lain Semut-Semut Penolong, Tersesat, Tanaman Pemakan Serangga, Laba-Laba Sakti, Liliput Pohon: Katak, Minyak Rambut, dan Makhluk Aneh. (19)(19)O iya, selain itu dongeng-dongeng ini juga diselipkan pengetahuan-pengetahuan menarik. (20)(20)Tak cuma membaca, di Pickatale juga bisa menikmati ilustrasi yang menarik. (21)(21)Ditambah lagi, kita juga bisa menggunakan fitur audiobook.

Bacaan seperti apa yang tersedia di Pickatale...

7

Nomor 7

(1)(1)Apakah Anda gemar membaca dan mendengarkan dongeng? Nah, Anda pasti akan menyukai salah satu dongeng berbahasa Indonesia yang ada di Pickatale. (2)(2)Sebelumnya, apakah Anda sudah tahu apa itu Pickatale? Pickatale adalah aplikasi penyedia bacaan dari berbagai dunia, termasuk Indonesia. (3)(3)Bacaan yang berada di sini beragam. (4)(4)Tak cuma dongeng dan fiksi, di sini juga terdapat bacaan tentang pengetahuan, sejarah, biografi, dan lain sebagainya. (5)(5)Selain jenis bacaan yang bermacam-macam, di sini kita juga bisa menikmati bacaan dari berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris, Denmark, Norwegia, dan tentu saja Indonesia.

(6)(6)Salah satu dongeng berbahasa Indonesia di aplikasi ini berjudul Jalan di Atas Duri karya Vanda Parengkuan. (7)(7)Dongeng ini menceritakan tentang liliput bernama Uwet yang ingin mengambil buah ceri. (8)(8)Namun, di batang pohonnya terdapat banyak duri. (9)(9)Saat itulah Uwet melihat siput di dahan pohon buah ceri. (10)(10)Anehnya, meski batangnya berduri, siput itu bisa berjalan di atasnya tanpa terluka. (11)(11)Uwet pun mencoba mengambil buah ceri, tapi ternyata... aduh! Ia tertusuk duri yang ada di batang pohon. (12)(12)Hmm... kenapa ia bisa tertusuk duri, sedangkan seekor siput bisa berjalan di atasnya tanpa terluka, ya?

(13)(13)Nah, saat itulah dua liliput lain, Enjin dan Ensi, datang, mereka pun menanyakan apa yang sedang dilakukan Uwet. (14)(14)Mendengar cerita Uwet, Ensi menjelaskan kalau kita berbeda dengan siput. (15)(15)Ternyata, siput bisa berjalan di atas duri karena ia punya rahasia. (16)(16)Wah, kira-kira, rahasia apa, ya? Lalu, apakah Uwet akhirnya berhasil memetik buah ceri? (17)(17)Simak dongengnya di aplikasi Pickatale! Selain dongeng Jalan di Atas Duri, ada juga dongeng-dongeng berbahasa Indonesia lainnya. (18)(18)Antara lain Semut-Semut Penolong, Tersesat, Tanaman Pemakan Serangga, Laba-Laba Sakti, Liliput Pohon: Katak, Minyak Rambut, dan Makhluk Aneh. (19)(19)O iya, selain itu dongeng-dongeng ini juga diselipkan pengetahuan-pengetahuan menarik. (20)(20)Tak cuma membaca, di Pickatale juga bisa menikmati ilustrasi yang menarik. (21)(21)Ditambah lagi, kita juga bisa menggunakan fitur audiobook.

Di bawah ini salah satu keunggulan dari aplikasi Pickatale adalah...

8

Nomor 8

(1)(1)Apakah Anda gemar membaca dan mendengarkan dongeng? Nah, Anda pasti akan menyukai salah satu dongeng berbahasa Indonesia yang ada di Pickatale. (2)(2)Sebelumnya, apakah Anda sudah tahu apa itu Pickatale? Pickatale adalah aplikasi penyedia bacaan dari berbagai dunia, termasuk Indonesia. (3)(3)Bacaan yang berada di sini beragam. (4)(4)Tak cuma dongeng dan fiksi, di sini juga terdapat bacaan tentang pengetahuan, sejarah, biografi, dan lain sebagainya. (5)(5)Selain jenis bacaan yang bermacam-macam, di sini kita juga bisa menikmati bacaan dari berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris, Denmark, Norwegia, dan tentu saja Indonesia.

(6)(6)Salah satu dongeng berbahasa Indonesia di aplikasi ini berjudul Jalan di Atas Duri karya Vanda Parengkuan. (7)(7)Dongeng ini menceritakan tentang liliput bernama Uwet yang ingin mengambil buah ceri. (8)(8)Namun, di batang pohonnya terdapat banyak duri. (9)(9)Saat itulah Uwet melihat siput di dahan pohon buah ceri. (10)(10)Anehnya, meski batangnya berduri, siput itu bisa berjalan di atasnya tanpa terluka. (11)(11)Uwet pun mencoba mengambil buah ceri, tapi ternyata... aduh! Ia tertusuk duri yang ada di batang pohon. (12)(12)Hmm... kenapa ia bisa tertusuk duri, sedangkan seekor siput bisa berjalan di atasnya tanpa terluka, ya?

(13)(13)Nah, saat itulah dua liliput lain, Enjin dan Ensi, datang, mereka pun menanyakan apa yang sedang dilakukan Uwet. (14)(14)Mendengar cerita Uwet, Ensi menjelaskan kalau kita berbeda dengan siput. (15)(15)Ternyata, siput bisa berjalan di atas duri karena ia punya rahasia. (16)(16)Wah, kira-kira, rahasia apa, ya? Lalu, apakah Uwet akhirnya berhasil memetik buah ceri? (17)(17)Simak dongengnya di aplikasi Pickatale! Selain dongeng Jalan di Atas Duri, ada juga dongeng-dongeng berbahasa Indonesia lainnya. (18)(18)Antara lain Semut-Semut Penolong, Tersesat, Tanaman Pemakan Serangga, Laba-Laba Sakti, Liliput Pohon: Katak, Minyak Rambut, dan Makhluk Aneh. (19)(19)O iya, selain itu dongeng-dongeng ini juga diselipkan pengetahuan-pengetahuan menarik. (20)(20)Tak cuma membaca, di Pickatale juga bisa menikmati ilustrasi yang menarik. (21)(21)Ditambah lagi, kita juga bisa menggunakan fitur audiobook.

Aktivitas apa yang dilakukan Uwet pada cerita Jalan di Atas Duri karya Vanda Parengkuan...

9

Nomor 9

(1)(1)Apakah Anda gemar membaca dan mendengarkan dongeng? Nah, Anda pasti akan menyukai salah satu dongeng berbahasa Indonesia yang ada di Pickatale. (2)(2)Sebelumnya, apakah Anda sudah tahu apa itu Pickatale? Pickatale adalah aplikasi penyedia bacaan dari berbagai dunia, termasuk Indonesia. (3)(3)Bacaan yang berada di sini beragam. (4)(4)Tak cuma dongeng dan fiksi, di sini juga terdapat bacaan tentang pengetahuan, sejarah, biografi, dan lain sebagainya. (5)(5)Selain jenis bacaan yang bermacam-macam, di sini kita juga bisa menikmati bacaan dari berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris, Denmark, Norwegia, dan tentu saja Indonesia.

(6)(6)Salah satu dongeng berbahasa Indonesia di aplikasi ini berjudul Jalan di Atas Duri karya Vanda Parengkuan. (7)(7)Dongeng ini menceritakan tentang liliput bernama Uwet yang ingin mengambil buah ceri. (8)(8)Namun, di batang pohonnya terdapat banyak duri. (9)(9)Saat itulah Uwet melihat siput di dahan pohon buah ceri. (10)(10)Anehnya, meski batangnya berduri, siput itu bisa berjalan di atasnya tanpa terluka. (11)(11)Uwet pun mencoba mengambil buah ceri, tapi ternyata... aduh! Ia tertusuk duri yang ada di batang pohon. (12)(12)Hmm... kenapa ia bisa tertusuk duri, sedangkan seekor siput bisa berjalan di atasnya tanpa terluka, ya?

(13)(13)Nah, saat itulah dua liliput lain, Enjin dan Ensi, datang, mereka pun menanyakan apa yang sedang dilakukan Uwet. (14)(14)Mendengar cerita Uwet, Ensi menjelaskan kalau kita berbeda dengan siput. (15)(15)Ternyata, siput bisa berjalan di atas duri karena ia punya rahasia. (16)(16)Wah, kira-kira, rahasia apa, ya? Lalu, apakah Uwet akhirnya berhasil memetik buah ceri? (17)(17)Simak dongengnya di aplikasi Pickatale! Selain dongeng Jalan di Atas Duri, ada juga dongeng-dongeng berbahasa Indonesia lainnya. (18)(18)Antara lain Semut-Semut Penolong, Tersesat, Tanaman Pemakan Serangga, Laba-Laba Sakti, Liliput Pohon: Katak, Minyak Rambut, dan Makhluk Aneh. (19)(19)O iya, selain itu dongeng-dongeng ini juga diselipkan pengetahuan-pengetahuan menarik. (20)(20)Tak cuma membaca, di Pickatale juga bisa menikmati ilustrasi yang menarik. (21)(21)Ditambah lagi, kita juga bisa menggunakan fitur audiobook.

Berikut salah satu cerita Indonesia yang tersedia pada aplikasi Pickatale adalah ....

10

Nomor 10

(1)(1)Apakah Anda gemar membaca dan mendengarkan dongeng? Nah, Anda pasti akan menyukai salah satu dongeng berbahasa Indonesia yang ada di Pickatale. (2)(2)Sebelumnya, apakah Anda sudah tahu apa itu Pickatale? Pickatale adalah aplikasi penyedia bacaan dari berbagai dunia, termasuk Indonesia. (3)(3)Bacaan yang berada di sini beragam. (4)(4)Tak cuma dongeng dan fiksi, di sini juga terdapat bacaan tentang pengetahuan, sejarah, biografi, dan lain sebagainya. (5)(5)Selain jenis bacaan yang bermacam-macam, di sini kita juga bisa menikmati bacaan dari berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris, Denmark, Norwegia, dan tentu saja Indonesia.

(6)(6)Salah satu dongeng berbahasa Indonesia di aplikasi ini berjudul Jalan di Atas Duri karya Vanda Parengkuan. (7)(7)Dongeng ini menceritakan tentang liliput bernama Uwet yang ingin mengambil buah ceri. (8)(8)Namun, di batang pohonnya terdapat banyak duri. (9)(9)Saat itulah Uwet melihat siput di dahan pohon buah ceri. (10)(10)Anehnya, meski batangnya berduri, siput itu bisa berjalan di atasnya tanpa terluka. (11)(11)Uwet pun mencoba mengambil buah ceri, tapi ternyata... aduh! Ia tertusuk duri yang ada di batang pohon. (12)(12)Hmm... kenapa ia bisa tertusuk duri, sedangkan seekor siput bisa berjalan di atasnya tanpa terluka, ya?

(13)(13)Nah, saat itulah dua liliput lain, Enjin dan Ensi, datang, mereka pun menanyakan apa yang sedang dilakukan Uwet. (14)(14)Mendengar cerita Uwet, Ensi menjelaskan kalau kita berbeda dengan siput. (15)(15)Ternyata, siput bisa berjalan di atas duri karena ia punya rahasia. (16)(16)Wah, kira-kira, rahasia apa, ya? Lalu, apakah Uwet akhirnya berhasil memetik buah ceri? (17)(17)Simak dongengnya di aplikasi Pickatale! Selain dongeng Jalan di Atas Duri, ada juga dongeng-dongeng berbahasa Indonesia lainnya. (18)(18)Antara lain Semut-Semut Penolong, Tersesat, Tanaman Pemakan Serangga, Laba-Laba Sakti, Liliput Pohon: Katak, Minyak Rambut, dan Makhluk Aneh. (19)(19)O iya, selain itu dongeng-dongeng ini juga diselipkan pengetahuan-pengetahuan menarik. (20)(20)Tak cuma membaca, di Pickatale juga bisa menikmati ilustrasi yang menarik. (21)(21)Ditambah lagi, kita juga bisa menggunakan fitur audiobook.

Hal apa yang membuat Uwet penasaran dalam cerita Jalan di Atas Duri karya Vanda Parengkuan...

11

Nomor 11

(1)(1)Hutan di Bumi Lancang Kuning adalah rumah bagi sebagian gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang terancam punah. (2)(2)Berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah gajah sumatra di habitat aslinya di Provinsi Riau tersisa 200 hingga 300 ekor. (3)(3)Salah satu penyebab penurunan populasi gajah sumatra adalah habitat yang semakin menyusut. (4)(4)Atas nama pembangunan, hutan yang menjadi rumah mereka dibabat. (5)(5)Aktivitas manusia yang semakin tinggi di dalam hutan, pun tak jarang menimbulkan interaksi negatif dengan gajah. (6)(6)Faktor utamanya adalah lenyapnya jalur-jalur gajah karena telah menjadi lahan terbuka atau perkebunan.

(7)(7)Gajah yang Tak Pernah Lupa, Elephant never forget atau gajah tidak pernah lupa adalah pepatah yang sering kita dengar tentang gajah. (8)(8)Apakah itu sekadar fiksi belaka? Nyatanya, itu memang benar-benar terjadi. (9)(9)Di alam liar, gajah cenderung mengikuti jalur yang sama selama bertahun-tahun untuk menuju sumber air atau makanan. (10)(10)Ketika manusia membuka lahan atau membangun permukiman tepat di jalur mereka, interaksi negatif manusia dan gajah akan terjadi. (11)(11)Pemanfaatan GPS Collar untuk Mitigasi Interaksi Negatif Manusia dan Gajah. (12)(12)Sudah seharusnya bagi manusia untuk berkompromi dengan gajah dan memberi mereka peluang untuk hidup yang lebih baik. (13)(13)Upaya yang telah dilakukan adalah pemasangan Global Positioning System Collar (GPS Collar) atau Kalung GPS pada gajah. (14)(14)GPS Collar adalah perangkat yang dapat memantau pergerakan gajah dan perilaku dari populasi gajah di habitatnya terkini. (15)(15)Dalam studi bertajuk “Instalasi dan studi GPS Collar untuk Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, tahun 2007 dan 2009”, teknologi ini telah digunakan pada gajah oleh WWF Indonesia sebelum tahun 2007. (16)(16)Kemudian, pada 2007 dan 2009, WWF Indonesia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA), dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) melakukan pemasangan GPS Collar bagi dua klan gajah di Taman Nasional Tesso Nilo.

(17)(17)Penulis utama, Wishnu Sukmantoro, menjelaskan bahwa saat itu GPS Collar digunakan untuk mengetahui pola pergerakan gajah dan daerah jelajah (home range), memetakan lokasi-lokasi gajah saat pengembaraannya, mengetahui kondisi habitat, dan mendorong desain strategi pengelolaan konservasi gajah dan mitigasi konfliknya. (18)(18)Kini, teknologi GPS Collar juga digunakan oleh tim Rimba Satwa Foundation (RSF) di Riau untuk memantau pergerakan gajah. (19)(19)Ini termasuk upaya deteksi dini dan menentukan strategi mitigasi bagi warga yang tinggal di kawasan koridor gajah. (20)(20)Terdapat beberapa proses dalam pemasangan GPS Collar pada gajah.

(21)(21)Tim akan melakukan identifikasi gajah yang akan dipasang GPS. (22)(22)Utamanya adalah gajah betina dewasa yang menjadi pemimpin klan. (23)(23)Selanjutnya dilakukan pembiusan dan pemasangan GPS Collar pada gajah. (24)(24)Setelah itu, tim akan terus memantau kondisi gajah hingga pulih dan kembali ke kelompoknya. (25)(25)Dalam pengoperasiannya, alat dengan berat sekitar 21 kilogram ini, akan memberi informasi keberadaan gajah liar melalui sinyal satelit ke receiver. (26)(26)Saat gajah terdeteksi akan memasuki permukiman atau kebun, tim RSF mengirim informasi tersebut kepada warga melalui telepon atau pesan WhatsApp. (27)(27)Dengan begitu, warga dapat bersiap untuk melakukan blokade atau pengusiran gajah dengan bunyi-bunyian keras. (28)(28)Menurut pendiri RSF, Zhulhusni Syukri (40), pemasangan GPS Collar dapat menjadi peringatan dini dalam mitigasi interaksi negatif dengan gajah. (29)(29)Sejauh ini, penggunaannya dinilai efektif. (30)(30)Hal ini senada dengan yang dirasakan oleh Makmun (52), warga Desa Lubuk Umbut, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau. (31)(31)Sebelum ada GPS Collar, ia dan warga hanya bisa mengetahui kedatangan gajah dari laporan desa lain. (32)(32)Semuanya hanya bisa diketahui dengan mengira-ngira.

Fakta adalah pernyataan yang menggambarkan suatu kenyataan secara apa adanya alias sesuatu yang pasti benar terjadi. Ciri-ciri kalimat fakta:

  • Dapat dibuktikan kebenarannya
  • Berisi data-data yang sifatnya kuantitatif (data) dan kulitatif (pernyataan)
  • Mempunyai data akurat baik waktu, tanggal, dan tempat, kejadian

Kalimat yang menunjukkan fakta dalam teks bacaan tersebut adalah...

12

Nomor 12

(1)(1)Hutan di Bumi Lancang Kuning adalah rumah bagi sebagian gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang terancam punah. (2)(2)Berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah gajah sumatra di habitat aslinya di Provinsi Riau tersisa 200 hingga 300 ekor. (3)(3)Salah satu penyebab penurunan populasi gajah sumatra adalah habitat yang semakin menyusut. (4)(4)Atas nama pembangunan, hutan yang menjadi rumah mereka dibabat. (5)(5)Aktivitas manusia yang semakin tinggi di dalam hutan, pun tak jarang menimbulkan interaksi negatif dengan gajah. (6)(6)Faktor utamanya adalah lenyapnya jalur-jalur gajah karena telah menjadi lahan terbuka atau perkebunan.

(7)(7)Gajah yang Tak Pernah Lupa, Elephant never forget atau gajah tidak pernah lupa adalah pepatah yang sering kita dengar tentang gajah. (8)(8)Apakah itu sekadar fiksi belaka? Nyatanya, itu memang benar-benar terjadi. (9)(9)Di alam liar, gajah cenderung mengikuti jalur yang sama selama bertahun-tahun untuk menuju sumber air atau makanan. (10)(10)Ketika manusia membuka lahan atau membangun permukiman tepat di jalur mereka, interaksi negatif manusia dan gajah akan terjadi. (11)(11)Pemanfaatan GPS Collar untuk Mitigasi Interaksi Negatif Manusia dan Gajah. (12)(12)Sudah seharusnya bagi manusia untuk berkompromi dengan gajah dan memberi mereka peluang untuk hidup yang lebih baik. (13)(13)Upaya yang telah dilakukan adalah pemasangan Global Positioning System Collar (GPS Collar) atau Kalung GPS pada gajah. (14)(14)GPS Collar adalah perangkat yang dapat memantau pergerakan gajah dan perilaku dari populasi gajah di habitatnya terkini. (15)(15)Dalam studi bertajuk “Instalasi dan studi GPS Collar untuk Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, tahun 2007 dan 2009”, teknologi ini telah digunakan pada gajah oleh WWF Indonesia sebelum tahun 2007. (16)(16)Kemudian, pada 2007 dan 2009, WWF Indonesia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA), dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) melakukan pemasangan GPS Collar bagi dua klan gajah di Taman Nasional Tesso Nilo.

(17)(17)Penulis utama, Wishnu Sukmantoro, menjelaskan bahwa saat itu GPS Collar digunakan untuk mengetahui pola pergerakan gajah dan daerah jelajah (home range), memetakan lokasi-lokasi gajah saat pengembaraannya, mengetahui kondisi habitat, dan mendorong desain strategi pengelolaan konservasi gajah dan mitigasi konfliknya. (18)(18)Kini, teknologi GPS Collar juga digunakan oleh tim Rimba Satwa Foundation (RSF) di Riau untuk memantau pergerakan gajah. (19)(19)Ini termasuk upaya deteksi dini dan menentukan strategi mitigasi bagi warga yang tinggal di kawasan koridor gajah. (20)(20)Terdapat beberapa proses dalam pemasangan GPS Collar pada gajah.

(21)(21)Tim akan melakukan identifikasi gajah yang akan dipasang GPS. (22)(22)Utamanya adalah gajah betina dewasa yang menjadi pemimpin klan. (23)(23)Selanjutnya dilakukan pembiusan dan pemasangan GPS Collar pada gajah. (24)(24)Setelah itu, tim akan terus memantau kondisi gajah hingga pulih dan kembali ke kelompoknya. (25)(25)Dalam pengoperasiannya, alat dengan berat sekitar 21 kilogram ini, akan memberi informasi keberadaan gajah liar melalui sinyal satelit ke receiver. (26)(26)Saat gajah terdeteksi akan memasuki permukiman atau kebun, tim RSF mengirim informasi tersebut kepada warga melalui telepon atau pesan WhatsApp. (27)(27)Dengan begitu, warga dapat bersiap untuk melakukan blokade atau pengusiran gajah dengan bunyi-bunyian keras. (28)(28)Menurut pendiri RSF, Zhulhusni Syukri (40), pemasangan GPS Collar dapat menjadi peringatan dini dalam mitigasi interaksi negatif dengan gajah. (29)(29)Sejauh ini, penggunaannya dinilai efektif. (30)(30)Hal ini senada dengan yang dirasakan oleh Makmun (52), warga Desa Lubuk Umbut, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau. (31)(31)Sebelum ada GPS Collar, ia dan warga hanya bisa mengetahui kedatangan gajah dari laporan desa lain. (32)(32)Semuanya hanya bisa diketahui dengan mengira-ngira.

Mengapa gajah betina yang dipasangkan GPS...

13

Nomor 13

(1)(1)Hutan di Bumi Lancang Kuning adalah rumah bagi sebagian gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang terancam punah. (2)(2)Berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah gajah sumatra di habitat aslinya di Provinsi Riau tersisa 200 hingga 300 ekor. (3)(3)Salah satu penyebab penurunan populasi gajah sumatra adalah habitat yang semakin menyusut. (4)(4)Atas nama pembangunan, hutan yang menjadi rumah mereka dibabat. (5)(5)Aktivitas manusia yang semakin tinggi di dalam hutan, pun tak jarang menimbulkan interaksi negatif dengan gajah. (6)(6)Faktor utamanya adalah lenyapnya jalur-jalur gajah karena telah menjadi lahan terbuka atau perkebunan.

(7)(7)Gajah yang Tak Pernah Lupa, Elephant never forget atau gajah tidak pernah lupa adalah pepatah yang sering kita dengar tentang gajah. (8)(8)Apakah itu sekadar fiksi belaka? Nyatanya, itu memang benar-benar terjadi. (9)(9)Di alam liar, gajah cenderung mengikuti jalur yang sama selama bertahun-tahun untuk menuju sumber air atau makanan. (10)(10)Ketika manusia membuka lahan atau membangun permukiman tepat di jalur mereka, interaksi negatif manusia dan gajah akan terjadi. (11)(11)Pemanfaatan GPS Collar untuk Mitigasi Interaksi Negatif Manusia dan Gajah. (12)(12)Sudah seharusnya bagi manusia untuk berkompromi dengan gajah dan memberi mereka peluang untuk hidup yang lebih baik. (13)(13)Upaya yang telah dilakukan adalah pemasangan Global Positioning System Collar (GPS Collar) atau Kalung GPS pada gajah. (14)(14)GPS Collar adalah perangkat yang dapat memantau pergerakan gajah dan perilaku dari populasi gajah di habitatnya terkini. (15)(15)Dalam studi bertajuk “Instalasi dan studi GPS Collar untuk Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, tahun 2007 dan 2009”, teknologi ini telah digunakan pada gajah oleh WWF Indonesia sebelum tahun 2007. (16)(16)Kemudian, pada 2007 dan 2009, WWF Indonesia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA), dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) melakukan pemasangan GPS Collar bagi dua klan gajah di Taman Nasional Tesso Nilo.

(17)(17)Penulis utama, Wishnu Sukmantoro, menjelaskan bahwa saat itu GPS Collar digunakan untuk mengetahui pola pergerakan gajah dan daerah jelajah (home range), memetakan lokasi-lokasi gajah saat pengembaraannya, mengetahui kondisi habitat, dan mendorong desain strategi pengelolaan konservasi gajah dan mitigasi konfliknya. (18)(18)Kini, teknologi GPS Collar juga digunakan oleh tim Rimba Satwa Foundation (RSF) di Riau untuk memantau pergerakan gajah. (19)(19)Ini termasuk upaya deteksi dini dan menentukan strategi mitigasi bagi warga yang tinggal di kawasan koridor gajah. (20)(20)Terdapat beberapa proses dalam pemasangan GPS Collar pada gajah.

(21)(21)Tim akan melakukan identifikasi gajah yang akan dipasang GPS. (22)(22)Utamanya adalah gajah betina dewasa yang menjadi pemimpin klan. (23)(23)Selanjutnya dilakukan pembiusan dan pemasangan GPS Collar pada gajah. (24)(24)Setelah itu, tim akan terus memantau kondisi gajah hingga pulih dan kembali ke kelompoknya. (25)(25)Dalam pengoperasiannya, alat dengan berat sekitar 21 kilogram ini, akan memberi informasi keberadaan gajah liar melalui sinyal satelit ke receiver. (26)(26)Saat gajah terdeteksi akan memasuki permukiman atau kebun, tim RSF mengirim informasi tersebut kepada warga melalui telepon atau pesan WhatsApp. (27)(27)Dengan begitu, warga dapat bersiap untuk melakukan blokade atau pengusiran gajah dengan bunyi-bunyian keras. (28)(28)Menurut pendiri RSF, Zhulhusni Syukri (40), pemasangan GPS Collar dapat menjadi peringatan dini dalam mitigasi interaksi negatif dengan gajah. (29)(29)Sejauh ini, penggunaannya dinilai efektif. (30)(30)Hal ini senada dengan yang dirasakan oleh Makmun (52), warga Desa Lubuk Umbut, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau. (31)(31)Sebelum ada GPS Collar, ia dan warga hanya bisa mengetahui kedatangan gajah dari laporan desa lain. (32)(32)Semuanya hanya bisa diketahui dengan mengira-ngira.

Makna kata mitigasi secara leksikal dalam kalimat (17)(17) adalah...

14

Nomor 14

(1)(1)Hutan di Bumi Lancang Kuning adalah rumah bagi sebagian gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang terancam punah. (2)(2)Berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah gajah sumatra di habitat aslinya di Provinsi Riau tersisa 200 hingga 300 ekor. (3)(3)Salah satu penyebab penurunan populasi gajah sumatra adalah habitat yang semakin menyusut. (4)(4)Atas nama pembangunan, hutan yang menjadi rumah mereka dibabat. (5)(5)Aktivitas manusia yang semakin tinggi di dalam hutan, pun tak jarang menimbulkan interaksi negatif dengan gajah. (6)(6)Faktor utamanya adalah lenyapnya jalur-jalur gajah karena telah menjadi lahan terbuka atau perkebunan.

(7)(7)Gajah yang Tak Pernah Lupa, Elephant never forget atau gajah tidak pernah lupa adalah pepatah yang sering kita dengar tentang gajah. (8)(8)Apakah itu sekadar fiksi belaka? Nyatanya, itu memang benar-benar terjadi. (9)(9)Di alam liar, gajah cenderung mengikuti jalur yang sama selama bertahun-tahun untuk menuju sumber air atau makanan. (10)(10)Ketika manusia membuka lahan atau membangun permukiman tepat di jalur mereka, interaksi negatif manusia dan gajah akan terjadi. (11)(11)Pemanfaatan GPS Collar untuk Mitigasi Interaksi Negatif Manusia dan Gajah. (12)(12)Sudah seharusnya bagi manusia untuk berkompromi dengan gajah dan memberi mereka peluang untuk hidup yang lebih baik. (13)(13)Upaya yang telah dilakukan adalah pemasangan Global Positioning System Collar (GPS Collar) atau Kalung GPS pada gajah. (14)(14)GPS Collar adalah perangkat yang dapat memantau pergerakan gajah dan perilaku dari populasi gajah di habitatnya terkini. (15)(15)Dalam studi bertajuk “Instalasi dan studi GPS Collar untuk Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, tahun 2007 dan 2009”, teknologi ini telah digunakan pada gajah oleh WWF Indonesia sebelum tahun 2007. (16)(16)Kemudian, pada 2007 dan 2009, WWF Indonesia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA), dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) melakukan pemasangan GPS Collar bagi dua klan gajah di Taman Nasional Tesso Nilo.

(17)(17)Penulis utama, Wishnu Sukmantoro, menjelaskan bahwa saat itu GPS Collar digunakan untuk mengetahui pola pergerakan gajah dan daerah jelajah (home range), memetakan lokasi-lokasi gajah saat pengembaraannya, mengetahui kondisi habitat, dan mendorong desain strategi pengelolaan konservasi gajah dan mitigasi konfliknya. (18)(18)Kini, teknologi GPS Collar juga digunakan oleh tim Rimba Satwa Foundation (RSF) di Riau untuk memantau pergerakan gajah. (19)(19)Ini termasuk upaya deteksi dini dan menentukan strategi mitigasi bagi warga yang tinggal di kawasan koridor gajah. (20)(20)Terdapat beberapa proses dalam pemasangan GPS Collar pada gajah.

(21)(21)Tim akan melakukan identifikasi gajah yang akan dipasang GPS. (22)(22)Utamanya adalah gajah betina dewasa yang menjadi pemimpin klan. (23)(23)Selanjutnya dilakukan pembiusan dan pemasangan GPS Collar pada gajah. (24)(24)Setelah itu, tim akan terus memantau kondisi gajah hingga pulih dan kembali ke kelompoknya. (25)(25)Dalam pengoperasiannya, alat dengan berat sekitar 21 kilogram ini, akan memberi informasi keberadaan gajah liar melalui sinyal satelit ke receiver. (26)(26)Saat gajah terdeteksi akan memasuki permukiman atau kebun, tim RSF mengirim informasi tersebut kepada warga melalui telepon atau pesan WhatsApp. (27)(27)Dengan begitu, warga dapat bersiap untuk melakukan blokade atau pengusiran gajah dengan bunyi-bunyian keras. (28)(28)Menurut pendiri RSF, Zhulhusni Syukri (40), pemasangan GPS Collar dapat menjadi peringatan dini dalam mitigasi interaksi negatif dengan gajah. (29)(29)Sejauh ini, penggunaannya dinilai efektif. (30)(30)Hal ini senada dengan yang dirasakan oleh Makmun (52), warga Desa Lubuk Umbut, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau. (31)(31)Sebelum ada GPS Collar, ia dan warga hanya bisa mengetahui kedatangan gajah dari laporan desa lain. (32)(32)Semuanya hanya bisa diketahui dengan mengira-ngira.

Informasi terkait “.....alat dengan berat sekitar 21 kilogram ini....” dimaksudkan adalah alat...

15

Nomor 15

(1)(1)Hutan di Bumi Lancang Kuning adalah rumah bagi sebagian gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang terancam punah. (2)(2)Berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah gajah sumatra di habitat aslinya di Provinsi Riau tersisa 200 hingga 300 ekor. (3)(3)Salah satu penyebab penurunan populasi gajah sumatra adalah habitat yang semakin menyusut. (4)(4)Atas nama pembangunan, hutan yang menjadi rumah mereka dibabat. (5)(5)Aktivitas manusia yang semakin tinggi di dalam hutan, pun tak jarang menimbulkan interaksi negatif dengan gajah. (6)(6)Faktor utamanya adalah lenyapnya jalur-jalur gajah karena telah menjadi lahan terbuka atau perkebunan.

(7)(7)Gajah yang Tak Pernah Lupa, Elephant never forget atau gajah tidak pernah lupa adalah pepatah yang sering kita dengar tentang gajah. (8)(8)Apakah itu sekadar fiksi belaka? Nyatanya, itu memang benar-benar terjadi. (9)(9)Di alam liar, gajah cenderung mengikuti jalur yang sama selama bertahun-tahun untuk menuju sumber air atau makanan. (10)(10)Ketika manusia membuka lahan atau membangun permukiman tepat di jalur mereka, interaksi negatif manusia dan gajah akan terjadi. (11)(11)Pemanfaatan GPS Collar untuk Mitigasi Interaksi Negatif Manusia dan Gajah. (12)(12)Sudah seharusnya bagi manusia untuk berkompromi dengan gajah dan memberi mereka peluang untuk hidup yang lebih baik. (13)(13)Upaya yang telah dilakukan adalah pemasangan Global Positioning System Collar (GPS Collar) atau Kalung GPS pada gajah. (14)(14)GPS Collar adalah perangkat yang dapat memantau pergerakan gajah dan perilaku dari populasi gajah di habitatnya terkini. (15)(15)Dalam studi bertajuk “Instalasi dan studi GPS Collar untuk Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di Taman Nasional Tesso Nilo, Provinsi Riau, tahun 2007 dan 2009”, teknologi ini telah digunakan pada gajah oleh WWF Indonesia sebelum tahun 2007. (16)(16)Kemudian, pada 2007 dan 2009, WWF Indonesia, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA), dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) melakukan pemasangan GPS Collar bagi dua klan gajah di Taman Nasional Tesso Nilo.

(17)(17)Penulis utama, Wishnu Sukmantoro, menjelaskan bahwa saat itu GPS Collar digunakan untuk mengetahui pola pergerakan gajah dan daerah jelajah (home range), memetakan lokasi-lokasi gajah saat pengembaraannya, mengetahui kondisi habitat, dan mendorong desain strategi pengelolaan konservasi gajah dan mitigasi konfliknya. (18)(18)Kini, teknologi GPS Collar juga digunakan oleh tim Rimba Satwa Foundation (RSF) di Riau untuk memantau pergerakan gajah. (19)(19)Ini termasuk upaya deteksi dini dan menentukan strategi mitigasi bagi warga yang tinggal di kawasan koridor gajah. (20)(20)Terdapat beberapa proses dalam pemasangan GPS Collar pada gajah.

(21)(21)Tim akan melakukan identifikasi gajah yang akan dipasang GPS. (22)(22)Utamanya adalah gajah betina dewasa yang menjadi pemimpin klan. (23)(23)Selanjutnya dilakukan pembiusan dan pemasangan GPS Collar pada gajah. (24)(24)Setelah itu, tim akan terus memantau kondisi gajah hingga pulih dan kembali ke kelompoknya. (25)(25)Dalam pengoperasiannya, alat dengan berat sekitar 21 kilogram ini, akan memberi informasi keberadaan gajah liar melalui sinyal satelit ke receiver. (26)(26)Saat gajah terdeteksi akan memasuki permukiman atau kebun, tim RSF mengirim informasi tersebut kepada warga melalui telepon atau pesan WhatsApp. (27)(27)Dengan begitu, warga dapat bersiap untuk melakukan blokade atau pengusiran gajah dengan bunyi-bunyian keras. (28)(28)Menurut pendiri RSF, Zhulhusni Syukri (40), pemasangan GPS Collar dapat menjadi peringatan dini dalam mitigasi interaksi negatif dengan gajah. (29)(29)Sejauh ini, penggunaannya dinilai efektif. (30)(30)Hal ini senada dengan yang dirasakan oleh Makmun (52), warga Desa Lubuk Umbut, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau. (31)(31)Sebelum ada GPS Collar, ia dan warga hanya bisa mengetahui kedatangan gajah dari laporan desa lain. (32)(32)Semuanya hanya bisa diketahui dengan mengira-ngira.

Gagasan pokok dari teks bacaan di atas adalah...

16

Nomor 16

(1)(1)Ada beberapa penemuan menakjubkan di Pompeii dalam beberapa tahun terakhir. (2)(2)Seperti kereta seremonial, kios makanan cepat saji versi Romawi kuno, dan lukisan dinding erotis. (3)(3)Dalam sejarah dunia, penemuan-penemuan di Pompeii itu membantu kita memahami tentang kehidupan masyarakat di masa itu.

(4)(4)Sebuah penemuan terbaru di Pompeii menyoroti bagian yang sering diabaikan dalam masyarakat: perbudakan. (5)(5)Para arkeolog melakukan penggalian di kota yang hancur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M. (6)(6)Baru-baru ini, mereka mengumumkan tentang penemuan “penjara” di sebuah toko roti. (7)(7)Di tempat itu, manusia dan hewan tinggal dan bekerja keras dalam kondisi brutal untuk membuat roti.

(8)(8)Menurut pernyataan dari Archaeological Park of Pompeii, ruangan sempit itu tidak memiliki pemandangan dunia luar. (9)(9)“Hanya ada beberapa jendela tinggi berjeruji,” tulis Kaleena Fraga di laman All That’s Interesting. (10)(10)Lekukan di lantai menunjukkan keledai yang ditutup matanya terpaksa berjalan berjam-jam untuk menggiling biji-bijian untuk dijadikan roti. (11)(11)Tidak ada jalan keluar, kamar itu hanya memiliki satu pintu. (12)(12)Pintu tersebut mengarah kembali ke atrium sebuah rumah megah yang dipenuhi lukisan dinding mewah.

(13)(13)Temuan ini menunjukkan sisi yang paling mengejutkan dari perbudakan kuno. (14)(14)Perbudakan ini tidak memiliki hubungan saling percaya dan janji pembebasan. (15)(15)Semuanya tampak seperti kekerasan yang kejam, sebuah kesan yang sepenuhnya diperkuat dengan pengamanan beberapa jendela dengan jeruji besi.

Hal yang menguntungkan masa kini akibat penemuan-penemuan di Pompeii...

17

Nomor 17

(1)(1)Ada beberapa penemuan menakjubkan di Pompeii dalam beberapa tahun terakhir. (2)(2)Seperti kereta seremonial, kios makanan cepat saji versi Romawi kuno, dan lukisan dinding erotis. (3)(3)Dalam sejarah dunia, penemuan-penemuan di Pompeii itu membantu kita memahami tentang kehidupan masyarakat di masa itu.

(4)(4)Sebuah penemuan terbaru di Pompeii menyoroti bagian yang sering diabaikan dalam masyarakat: perbudakan. (5)(5)Para arkeolog melakukan penggalian di kota yang hancur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M. (6)(6)Baru-baru ini, mereka mengumumkan tentang penemuan “penjara” di sebuah toko roti. (7)(7)Di tempat itu, manusia dan hewan tinggal dan bekerja keras dalam kondisi brutal untuk membuat roti.

(8)(8)Menurut pernyataan dari Archaeological Park of Pompeii, ruangan sempit itu tidak memiliki pemandangan dunia luar. (9)(9)“Hanya ada beberapa jendela tinggi berjeruji,” tulis Kaleena Fraga di laman All That’s Interesting. (10)(10)Lekukan di lantai menunjukkan keledai yang ditutup matanya terpaksa berjalan berjam-jam untuk menggiling biji-bijian untuk dijadikan roti. (11)(11)Tidak ada jalan keluar, kamar itu hanya memiliki satu pintu. (12)(12)Pintu tersebut mengarah kembali ke atrium sebuah rumah megah yang dipenuhi lukisan dinding mewah.

(13)(13)Temuan ini menunjukkan sisi yang paling mengejutkan dari perbudakan kuno. (14)(14)Perbudakan ini tidak memiliki hubungan saling percaya dan janji pembebasan. (15)(15)Semuanya tampak seperti kekerasan yang kejam, sebuah kesan yang sepenuhnya diperkuat dengan pengamanan beberapa jendela dengan jeruji besi.

Apa yang menjadi bukti ditemukan adanya perbudakan di Pompeii...

18

Nomor 18

(1)(1)Ada beberapa penemuan menakjubkan di Pompeii dalam beberapa tahun terakhir. (2)(2)Seperti kereta seremonial, kios makanan cepat saji versi Romawi kuno, dan lukisan dinding erotis. (3)(3)Dalam sejarah dunia, penemuan-penemuan di Pompeii itu membantu kita memahami tentang kehidupan masyarakat di masa itu.

(4)(4)Sebuah penemuan terbaru di Pompeii menyoroti bagian yang sering diabaikan dalam masyarakat: perbudakan. (5)(5)Para arkeolog melakukan penggalian di kota yang hancur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M. (6)(6)Baru-baru ini, mereka mengumumkan tentang penemuan “penjara” di sebuah toko roti. (7)(7)Di tempat itu, manusia dan hewan tinggal dan bekerja keras dalam kondisi brutal untuk membuat roti.

(8)(8)Menurut pernyataan dari Archaeological Park of Pompeii, ruangan sempit itu tidak memiliki pemandangan dunia luar. (9)(9)“Hanya ada beberapa jendela tinggi berjeruji,” tulis Kaleena Fraga di laman All That’s Interesting. (10)(10)Lekukan di lantai menunjukkan keledai yang ditutup matanya terpaksa berjalan berjam-jam untuk menggiling biji-bijian untuk dijadikan roti. (11)(11)Tidak ada jalan keluar, kamar itu hanya memiliki satu pintu. (12)(12)Pintu tersebut mengarah kembali ke atrium sebuah rumah megah yang dipenuhi lukisan dinding mewah.

(13)(13)Temuan ini menunjukkan sisi yang paling mengejutkan dari perbudakan kuno. (14)(14)Perbudakan ini tidak memiliki hubungan saling percaya dan janji pembebasan. (15)(15)Semuanya tampak seperti kekerasan yang kejam, sebuah kesan yang sepenuhnya diperkuat dengan pengamanan beberapa jendela dengan jeruji besi.

Kenapa ada penjara di toko roti?

19

Nomor 19

(1)(1)Ada beberapa penemuan menakjubkan di Pompeii dalam beberapa tahun terakhir. (2)(2)Seperti kereta seremonial, kios makanan cepat saji versi Romawi kuno, dan lukisan dinding erotis. (3)(3)Dalam sejarah dunia, penemuan-penemuan di Pompeii itu membantu kita memahami tentang kehidupan masyarakat di masa itu.

(4)(4)Sebuah penemuan terbaru di Pompeii menyoroti bagian yang sering diabaikan dalam masyarakat: perbudakan. (5)(5)Para arkeolog melakukan penggalian di kota yang hancur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M. (6)(6)Baru-baru ini, mereka mengumumkan tentang penemuan “penjara” di sebuah toko roti. (7)(7)Di tempat itu, manusia dan hewan tinggal dan bekerja keras dalam kondisi brutal untuk membuat roti.

(8)(8)Menurut pernyataan dari Archaeological Park of Pompeii, ruangan sempit itu tidak memiliki pemandangan dunia luar. (9)(9)“Hanya ada beberapa jendela tinggi berjeruji,” tulis Kaleena Fraga di laman All That’s Interesting. (10)(10)Lekukan di lantai menunjukkan keledai yang ditutup matanya terpaksa berjalan berjam-jam untuk menggiling biji-bijian untuk dijadikan roti. (11)(11)Tidak ada jalan keluar, kamar itu hanya memiliki satu pintu. (12)(12)Pintu tersebut mengarah kembali ke atrium sebuah rumah megah yang dipenuhi lukisan dinding mewah.

(13)(13)Temuan ini menunjukkan sisi yang paling mengejutkan dari perbudakan kuno. (14)(14)Perbudakan ini tidak memiliki hubungan saling percaya dan janji pembebasan. (15)(15)Semuanya tampak seperti kekerasan yang kejam, sebuah kesan yang sepenuhnya diperkuat dengan pengamanan beberapa jendela dengan jeruji besi.

Suasana berikut ini yang tepat menggambarkan penjara di toko roti tersebut adalah...

20

Nomor 20

(1)(1)Ada beberapa penemuan menakjubkan di Pompeii dalam beberapa tahun terakhir. (2)(2)Seperti kereta seremonial, kios makanan cepat saji versi Romawi kuno, dan lukisan dinding erotis. (3)(3)Dalam sejarah dunia, penemuan-penemuan di Pompeii itu membantu kita memahami tentang kehidupan masyarakat di masa itu.

(4)(4)Sebuah penemuan terbaru di Pompeii menyoroti bagian yang sering diabaikan dalam masyarakat: perbudakan. (5)(5)Para arkeolog melakukan penggalian di kota yang hancur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M. (6)(6)Baru-baru ini, mereka mengumumkan tentang penemuan “penjara” di sebuah toko roti. (7)(7)Di tempat itu, manusia dan hewan tinggal dan bekerja keras dalam kondisi brutal untuk membuat roti.

(8)(8)Menurut pernyataan dari Archaeological Park of Pompeii, ruangan sempit itu tidak memiliki pemandangan dunia luar. (9)(9)“Hanya ada beberapa jendela tinggi berjeruji,” tulis Kaleena Fraga di laman All That’s Interesting. (10)(10)Lekukan di lantai menunjukkan keledai yang ditutup matanya terpaksa berjalan berjam-jam untuk menggiling biji-bijian untuk dijadikan roti. (11)(11)Tidak ada jalan keluar, kamar itu hanya memiliki satu pintu. (12)(12)Pintu tersebut mengarah kembali ke atrium sebuah rumah megah yang dipenuhi lukisan dinding mewah.

(13)(13)Temuan ini menunjukkan sisi yang paling mengejutkan dari perbudakan kuno. (14)(14)Perbudakan ini tidak memiliki hubungan saling percaya dan janji pembebasan. (15)(15)Semuanya tampak seperti kekerasan yang kejam, sebuah kesan yang sepenuhnya diperkuat dengan pengamanan beberapa jendela dengan jeruji besi.

Hal yang paling disoroti dalam penemuan di Pompeii terkait...

21

Nomor 21

(1)(1)Danau Roopkund di Pegunungan Himalaya memiliki beberapa ratus mayat yang tersebar di sekitar dan di dalamnya. (2)(2)Oleh karena itu, Danau Roopkund mendapat julukan sebagai “Danau Tengkorak”. (3)(3)Cerita lokal yang berkembang di wilayah pegunungan di India itu mengacu pada sebuah pesta kuno yang terjebak dalam badai es gunung. (4)(4)Namun, analisis terhadap usia dan genom tulang mengungkapkan sesuatu yang jauh lebih aneh dan sulit dijelaskan: para korban terpisah 1.000 tahun dan memiliki asal-usul yang sangat berbeda.

(5)(5)Terletak 5.000 meter di atas permukaan laut, Danau Roopkund lebih tinggi dari gunung mana pun di Eropa Barat atau Amerika Serikat, sehingga menuju ke sana tidaklah mudah. Lebarnya juga hanya 40 meter. (6)(6)Namun, upaya menyelidiki isi danau itu telah membuahkan hasil. (7)(7)Tim dari banyak universitas telah mengambil sampel DNA seluruh genom dari 38 kerangka Roopkund dan kemudian mereka menemukan tiga etnis yang sangat berbeda. (8)(8)Seperti yang diperkirakan, mayoritas mayat di danau itu adalah orang India. (9)(9)Namun, yang menarik, banyak juga manusia dari luar India.

(10)(10)Hasil analisis DNA dari 14 orang di antaranya mengungkapkan warisan Mediterania timur, kemungkinan besar dari pulau Yunani. (11)(11)Bahkan, nenek moyang dari seseorang di antaranya tampaknya berasal dari Asia Tenggara, dengan jarak yang hampir sama dari Yunani di arah yang berlawanan. (12)(12)Selain itu, alih-alih hanya satu badai yang membunuh mereka semua, penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa penduduk setempat meninggal lebih dari 1.000 tahun yang lalu, sedangkan pengunjungnya jauh lebih baru, mungkin sekitar tahun 1800 Masehi.

Hal apa yang melatar belakangi Danau Roopkund sehingga disebut-sebut sebagai “Danau Tengkorak”...

22

Nomor 22

(1)(1)Danau Roopkund di Pegunungan Himalaya memiliki beberapa ratus mayat yang tersebar di sekitar dan di dalamnya. (2)(2)Oleh karena itu, Danau Roopkund mendapat julukan sebagai “Danau Tengkorak”. (3)(3)Cerita lokal yang berkembang di wilayah pegunungan di India itu mengacu pada sebuah pesta kuno yang terjebak dalam badai es gunung. (4)(4)Namun, analisis terhadap usia dan genom tulang mengungkapkan sesuatu yang jauh lebih aneh dan sulit dijelaskan: para korban terpisah 1.000 tahun dan memiliki asal-usul yang sangat berbeda.

(5)(5)Terletak 5.000 meter di atas permukaan laut, Danau Roopkund lebih tinggi dari gunung mana pun di Eropa Barat atau Amerika Serikat, sehingga menuju ke sana tidaklah mudah. Lebarnya juga hanya 40 meter. (6)(6)Namun, upaya menyelidiki isi danau itu telah membuahkan hasil. (7)(7)Tim dari banyak universitas telah mengambil sampel DNA seluruh genom dari 38 kerangka Roopkund dan kemudian mereka menemukan tiga etnis yang sangat berbeda. (8)(8)Seperti yang diperkirakan, mayoritas mayat di danau itu adalah orang India. (9)(9)Namun, yang menarik, banyak juga manusia dari luar India.

(10)(10)Hasil analisis DNA dari 14 orang di antaranya mengungkapkan warisan Mediterania timur, kemungkinan besar dari pulau Yunani. (11)(11)Bahkan, nenek moyang dari seseorang di antaranya tampaknya berasal dari Asia Tenggara, dengan jarak yang hampir sama dari Yunani di arah yang berlawanan. (12)(12)Selain itu, alih-alih hanya satu badai yang membunuh mereka semua, penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa penduduk setempat meninggal lebih dari 1.000 tahun yang lalu, sedangkan pengunjungnya jauh lebih baru, mungkin sekitar tahun 1800 Masehi.

Hal apa yang janggal yang ditemukan di danau Roopkund...

23

Nomor 23

(1)(1)Danau Roopkund di Pegunungan Himalaya memiliki beberapa ratus mayat yang tersebar di sekitar dan di dalamnya. (2)(2)Oleh karena itu, Danau Roopkund mendapat julukan sebagai “Danau Tengkorak”. (3)(3)Cerita lokal yang berkembang di wilayah pegunungan di India itu mengacu pada sebuah pesta kuno yang terjebak dalam badai es gunung. (4)(4)Namun, analisis terhadap usia dan genom tulang mengungkapkan sesuatu yang jauh lebih aneh dan sulit dijelaskan: para korban terpisah 1.000 tahun dan memiliki asal-usul yang sangat berbeda.

(5)(5)Terletak 5.000 meter di atas permukaan laut, Danau Roopkund lebih tinggi dari gunung mana pun di Eropa Barat atau Amerika Serikat, sehingga menuju ke sana tidaklah mudah. Lebarnya juga hanya 40 meter. (6)(6)Namun, upaya menyelidiki isi danau itu telah membuahkan hasil. (7)(7)Tim dari banyak universitas telah mengambil sampel DNA seluruh genom dari 38 kerangka Roopkund dan kemudian mereka menemukan tiga etnis yang sangat berbeda. (8)(8)Seperti yang diperkirakan, mayoritas mayat di danau itu adalah orang India. (9)(9)Namun, yang menarik, banyak juga manusia dari luar India.

(10)(10)Hasil analisis DNA dari 14 orang di antaranya mengungkapkan warisan Mediterania timur, kemungkinan besar dari pulau Yunani. (11)(11)Bahkan, nenek moyang dari seseorang di antaranya tampaknya berasal dari Asia Tenggara, dengan jarak yang hampir sama dari Yunani di arah yang berlawanan. (12)(12)Selain itu, alih-alih hanya satu badai yang membunuh mereka semua, penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa penduduk setempat meninggal lebih dari 1.000 tahun yang lalu, sedangkan pengunjungnya jauh lebih baru, mungkin sekitar tahun 1800 Masehi.

Kalimat di bawah ini yang menunjukkan fakta bahwa peneliti berhasil mengungkapkan etnis dari mayat di danau Roopkund adalah...

24

Nomor 24

(1)(1)Danau Roopkund di Pegunungan Himalaya memiliki beberapa ratus mayat yang tersebar di sekitar dan di dalamnya. (2)(2)Oleh karena itu, Danau Roopkund mendapat julukan sebagai “Danau Tengkorak”. (3)(3)Cerita lokal yang berkembang di wilayah pegunungan di India itu mengacu pada sebuah pesta kuno yang terjebak dalam badai es gunung. (4)(4)Namun, analisis terhadap usia dan genom tulang mengungkapkan sesuatu yang jauh lebih aneh dan sulit dijelaskan: para korban terpisah 1.000 tahun dan memiliki asal-usul yang sangat berbeda.

(5)(5)Terletak 5.000 meter di atas permukaan laut, Danau Roopkund lebih tinggi dari gunung mana pun di Eropa Barat atau Amerika Serikat, sehingga menuju ke sana tidaklah mudah. Lebarnya juga hanya 40 meter. (6)(6)Namun, upaya menyelidiki isi danau itu telah membuahkan hasil. (7)(7)Tim dari banyak universitas telah mengambil sampel DNA seluruh genom dari 38 kerangka Roopkund dan kemudian mereka menemukan tiga etnis yang sangat berbeda. (8)(8)Seperti yang diperkirakan, mayoritas mayat di danau itu adalah orang India. (9)(9)Namun, yang menarik, banyak juga manusia dari luar India.

(10)(10)Hasil analisis DNA dari 14 orang di antaranya mengungkapkan warisan Mediterania timur, kemungkinan besar dari pulau Yunani. (11)(11)Bahkan, nenek moyang dari seseorang di antaranya tampaknya berasal dari Asia Tenggara, dengan jarak yang hampir sama dari Yunani di arah yang berlawanan. (12)(12)Selain itu, alih-alih hanya satu badai yang membunuh mereka semua, penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa penduduk setempat meninggal lebih dari 1.000 tahun yang lalu, sedangkan pengunjungnya jauh lebih baru, mungkin sekitar tahun 1800 Masehi.

Etnis apa yang paling mayoritas ditemukan oleh peneliti di danau Roopkund...

25

Nomor 25

(1)(1)Danau Roopkund di Pegunungan Himalaya memiliki beberapa ratus mayat yang tersebar di sekitar dan di dalamnya. (2)(2)Oleh karena itu, Danau Roopkund mendapat julukan sebagai “Danau Tengkorak”. (3)(3)Cerita lokal yang berkembang di wilayah pegunungan di India itu mengacu pada sebuah pesta kuno yang terjebak dalam badai es gunung. (4)(4)Namun, analisis terhadap usia dan genom tulang mengungkapkan sesuatu yang jauh lebih aneh dan sulit dijelaskan: para korban terpisah 1.000 tahun dan memiliki asal-usul yang sangat berbeda.

(5)(5)Terletak 5.000 meter di atas permukaan laut, Danau Roopkund lebih tinggi dari gunung mana pun di Eropa Barat atau Amerika Serikat, sehingga menuju ke sana tidaklah mudah. Lebarnya juga hanya 40 meter. (6)(6)Namun, upaya menyelidiki isi danau itu telah membuahkan hasil. (7)(7)Tim dari banyak universitas telah mengambil sampel DNA seluruh genom dari 38 kerangka Roopkund dan kemudian mereka menemukan tiga etnis yang sangat berbeda. (8)(8)Seperti yang diperkirakan, mayoritas mayat di danau itu adalah orang India. (9)(9)Namun, yang menarik, banyak juga manusia dari luar India.

(10)(10)Hasil analisis DNA dari 14 orang di antaranya mengungkapkan warisan Mediterania timur, kemungkinan besar dari pulau Yunani. (11)(11)Bahkan, nenek moyang dari seseorang di antaranya tampaknya berasal dari Asia Tenggara, dengan jarak yang hampir sama dari Yunani di arah yang berlawanan. (12)(12)Selain itu, alih-alih hanya satu badai yang membunuh mereka semua, penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa penduduk setempat meninggal lebih dari 1.000 tahun yang lalu, sedangkan pengunjungnya jauh lebih baru, mungkin sekitar tahun 1800 Masehi.

Jasad yang usianya lebih dari seribu tahun yang lalu diprediksi meninggal akibat...

26

Nomor 26

(1)(1)Sejak lama, Lasem menjadi kawasan kosmopolitan di pesisir utara Jawa Tengah. (2)(2)Lokasinya yang strategis memudahkan banyak orang dari berbagai tempat untuk datang. (3)(3)Kemajemukan ini menghadirkan berbagai jenis kebudayaan dan kesenian yang tumbuh di Lasem seperti batik, serta peninggalan sejarah. (4)(4)Rekam memori kejayaan Lasem tersimpan di Museum Nyah Lasem yang terletak di Jalan Karangturi V No.2, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (5)(5)Ada banyak arsip-arsip yang belum pernah diungkap ke masyarakat luas.

(6)(6)“Koleksi arsip ini menggambarkan jaringan bisnis batik Lasem yang masif pada awal hingga pertengahan abad 20. (7)(7)Belum pernah diteliti oleh siapa pun," ujar Agni Malagina, peneliti budaya Tionghoa. (8)(8)“Saya telah menggunakan arsip tersebut dalam beberapa penelitian saya tentang sejarah Pecinan dan Batik Lasem,” imbuhnya. (9)(9)Agni bersama arkeolog Candrika Ilham menjadi peneliti berbagai arsip di Museum Nyah Lasem untuk konservasi dan tinjauan sejarah.

(10)(10)Selain mengenai produksi batik, arsip yang ada di Museum Nyah Lasem menjelaskan tentang bagaimana perempuan Lasem berperan untuk perjuangan kemerdekaan tahun 1947. (11)(11)Kaum perempuan di awal kemerdekaan membentuk dapur umum untuk menyediakan nasi bungkus bagi tentara Indonesia. (12)(12)“Ini arsip tentang peran perempuan Lasem dalam lintasan sejarah Indonesia yang belum pernah terungkap, istimewa,” jelas Agni. (13)(13)Lebih lanjut, Agni menjelaskan bahwa pemilik arsip tersebut merupakan orang yang sangat berjasa dalam melestarikan arsip sejarah Lasem.

Berdasarkan teks bacaan di atas letak geografis Lasem berada di...

27

Nomor 27

(1)(1)Sejak lama, Lasem menjadi kawasan kosmopolitan di pesisir utara Jawa Tengah. (2)(2)Lokasinya yang strategis memudahkan banyak orang dari berbagai tempat untuk datang. (3)(3)Kemajemukan ini menghadirkan berbagai jenis kebudayaan dan kesenian yang tumbuh di Lasem seperti batik, serta peninggalan sejarah. (4)(4)Rekam memori kejayaan Lasem tersimpan di Museum Nyah Lasem yang terletak di Jalan Karangturi V No.2, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (5)(5)Ada banyak arsip-arsip yang belum pernah diungkap ke masyarakat luas.

(6)(6)“Koleksi arsip ini menggambarkan jaringan bisnis batik Lasem yang masif pada awal hingga pertengahan abad 20. (7)(7)Belum pernah diteliti oleh siapa pun," ujar Agni Malagina, peneliti budaya Tionghoa. (8)(8)“Saya telah menggunakan arsip tersebut dalam beberapa penelitian saya tentang sejarah Pecinan dan Batik Lasem,” imbuhnya. (9)(9)Agni bersama arkeolog Candrika Ilham menjadi peneliti berbagai arsip di Museum Nyah Lasem untuk konservasi dan tinjauan sejarah.

(10)(10)Selain mengenai produksi batik, arsip yang ada di Museum Nyah Lasem menjelaskan tentang bagaimana perempuan Lasem berperan untuk perjuangan kemerdekaan tahun 1947. (11)(11)Kaum perempuan di awal kemerdekaan membentuk dapur umum untuk menyediakan nasi bungkus bagi tentara Indonesia. (12)(12)“Ini arsip tentang peran perempuan Lasem dalam lintasan sejarah Indonesia yang belum pernah terungkap, istimewa,” jelas Agni. (13)(13)Lebih lanjut, Agni menjelaskan bahwa pemilik arsip tersebut merupakan orang yang sangat berjasa dalam melestarikan arsip sejarah Lasem.

Makna leksikal dari kata kosmopolitan adalah...

28

Nomor 28

(1)(1)Sejak lama, Lasem menjadi kawasan kosmopolitan di pesisir utara Jawa Tengah. (2)(2)Lokasinya yang strategis memudahkan banyak orang dari berbagai tempat untuk datang. (3)(3)Kemajemukan ini menghadirkan berbagai jenis kebudayaan dan kesenian yang tumbuh di Lasem seperti batik, serta peninggalan sejarah. (4)(4)Rekam memori kejayaan Lasem tersimpan di Museum Nyah Lasem yang terletak di Jalan Karangturi V No.2, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (5)(5)Ada banyak arsip-arsip yang belum pernah diungkap ke masyarakat luas.

(6)(6)“Koleksi arsip ini menggambarkan jaringan bisnis batik Lasem yang masif pada awal hingga pertengahan abad 20. (7)(7)Belum pernah diteliti oleh siapa pun," ujar Agni Malagina, peneliti budaya Tionghoa. (8)(8)“Saya telah menggunakan arsip tersebut dalam beberapa penelitian saya tentang sejarah Pecinan dan Batik Lasem,” imbuhnya. (9)(9)Agni bersama arkeolog Candrika Ilham menjadi peneliti berbagai arsip di Museum Nyah Lasem untuk konservasi dan tinjauan sejarah.

(10)(10)Selain mengenai produksi batik, arsip yang ada di Museum Nyah Lasem menjelaskan tentang bagaimana perempuan Lasem berperan untuk perjuangan kemerdekaan tahun 1947. (11)(11)Kaum perempuan di awal kemerdekaan membentuk dapur umum untuk menyediakan nasi bungkus bagi tentara Indonesia. (12)(12)“Ini arsip tentang peran perempuan Lasem dalam lintasan sejarah Indonesia yang belum pernah terungkap, istimewa,” jelas Agni. (13)(13)Lebih lanjut, Agni menjelaskan bahwa pemilik arsip tersebut merupakan orang yang sangat berjasa dalam melestarikan arsip sejarah Lasem.

Hal apa yang belum pernah sama sekali diteliti oleh peneliti yang berkaitan dengan arsip-arsip Lasem?

29

Nomor 29

(1)(1)Sejak lama, Lasem menjadi kawasan kosmopolitan di pesisir utara Jawa Tengah. (2)(2)Lokasinya yang strategis memudahkan banyak orang dari berbagai tempat untuk datang. (3)(3)Kemajemukan ini menghadirkan berbagai jenis kebudayaan dan kesenian yang tumbuh di Lasem seperti batik, serta peninggalan sejarah. (4)(4)Rekam memori kejayaan Lasem tersimpan di Museum Nyah Lasem yang terletak di Jalan Karangturi V No.2, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (5)(5)Ada banyak arsip-arsip yang belum pernah diungkap ke masyarakat luas.

(6)(6)“Koleksi arsip ini menggambarkan jaringan bisnis batik Lasem yang masif pada awal hingga pertengahan abad 20. (7)(7)Belum pernah diteliti oleh siapa pun," ujar Agni Malagina, peneliti budaya Tionghoa. (8)(8)“Saya telah menggunakan arsip tersebut dalam beberapa penelitian saya tentang sejarah Pecinan dan Batik Lasem,” imbuhnya. (9)(9)Agni bersama arkeolog Candrika Ilham menjadi peneliti berbagai arsip di Museum Nyah Lasem untuk konservasi dan tinjauan sejarah.

(10)(10)Selain mengenai produksi batik, arsip yang ada di Museum Nyah Lasem menjelaskan tentang bagaimana perempuan Lasem berperan untuk perjuangan kemerdekaan tahun 1947. (11)(11)Kaum perempuan di awal kemerdekaan membentuk dapur umum untuk menyediakan nasi bungkus bagi tentara Indonesia. (12)(12)“Ini arsip tentang peran perempuan Lasem dalam lintasan sejarah Indonesia yang belum pernah terungkap, istimewa,” jelas Agni. (13)(13)Lebih lanjut, Agni menjelaskan bahwa pemilik arsip tersebut merupakan orang yang sangat berjasa dalam melestarikan arsip sejarah Lasem.

Jika ditulis satu paragraf setelah paragraf terakhir maka topik yang paling mungkin dibahas adalah...

30

Nomor 30

(1)(1)Sejak lama, Lasem menjadi kawasan kosmopolitan di pesisir utara Jawa Tengah. (2)(2)Lokasinya yang strategis memudahkan banyak orang dari berbagai tempat untuk datang. (3)(3)Kemajemukan ini menghadirkan berbagai jenis kebudayaan dan kesenian yang tumbuh di Lasem seperti batik, serta peninggalan sejarah. (4)(4)Rekam memori kejayaan Lasem tersimpan di Museum Nyah Lasem yang terletak di Jalan Karangturi V No.2, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (5)(5)Ada banyak arsip-arsip yang belum pernah diungkap ke masyarakat luas.

(6)(6)“Koleksi arsip ini menggambarkan jaringan bisnis batik Lasem yang masif pada awal hingga pertengahan abad 20. (7)(7)Belum pernah diteliti oleh siapa pun," ujar Agni Malagina, peneliti budaya Tionghoa. (8)(8)“Saya telah menggunakan arsip tersebut dalam beberapa penelitian saya tentang sejarah Pecinan dan Batik Lasem,” imbuhnya. (9)(9)Agni bersama arkeolog Candrika Ilham menjadi peneliti berbagai arsip di Museum Nyah Lasem untuk konservasi dan tinjauan sejarah.

(10)(10)Selain mengenai produksi batik, arsip yang ada di Museum Nyah Lasem menjelaskan tentang bagaimana perempuan Lasem berperan untuk perjuangan kemerdekaan tahun 1947. (11)(11)Kaum perempuan di awal kemerdekaan membentuk dapur umum untuk menyediakan nasi bungkus bagi tentara Indonesia. (12)(12)“Ini arsip tentang peran perempuan Lasem dalam lintasan sejarah Indonesia yang belum pernah terungkap, istimewa,” jelas Agni. (13)(13)Lebih lanjut, Agni menjelaskan bahwa pemilik arsip tersebut merupakan orang yang sangat berjasa dalam melestarikan arsip sejarah Lasem.

Kata strategis dalam kalimat (2)(2) bermakna...