Bacalah teks berikut untuk menjawab soal!
Perbincangan mengenai pada usia berapa anak mulai aman menggunakan gawai terus berkembang di tengah masyarakat. Apalagi, hingga saat ini, belum ada regulasi yang mengatur tentang hal tersebut. Founder dan trainer Socio Learning, Shanti Maya, menjelaskan pembahasan mengenai penggunaan gawai tidak bisa dilepaskan dengan tugas perkembangan anak untuk setiap tahapan usianya. Untuk tahap tahun, tugas perkembangan anak, di antaranya, meliputi belajar kemampuan motorik dan bahasa. Tahap selanjutnya adalah tahun. Di tahap ini, perkembangan anak, antara lain, meliputi cara bersosialisasi, mulai menjalankan peran sesuai jenis kelaminnya, dan mulai memahami hal yang baik dan buruk. Pada tahap usia tahun, pemikiran anak sudah mandiri dan sudah mengetahui dengan pasti mengenai hal yang baik dan buruk, sedangkan pada usia tahun ke atas, seseorang dinyatakan telah dewasa.
"Anak baru boleh memiliki gawai sendiri saat usianya sudah tahun ke atas karena anak sudah bisa memahami baik dan buruk," kata Shanti. Meski demikian, Shanti menegaskan anak-anak di bawah usia tahun tetap boleh menggunakan gawai. Namun, penggunaannya harus didampingi orang tua. Selain itu, juga harus dikontrol dan tidak boleh dibiarkan bebas menggunakan gawai semaunya. "Harus ada negosiasi dan kesepakatan antara anak dengan orang tuanya bahwa mereka hanya boleh menggunakan gawai selama satu sampai dua jam saja", tukas Shanti. Dengan negosiasi itu, anak akan belajar untuk bertanggung jawab mematuhi kesepakatan yang telah mereka buat sendiri. Orang tua pun sebaiknya tidak mengganggu interaksi sang anak dengan gawainya pada waktu yang telah disepakati. Meski demikian, orang tua harus tetap memastikan konten yang ditonton anak-anak hanyalah hal yang positif.
Sumber: gayahidup.republika.co.id.
Judul yang tepat untuk teks tersebut adalah ....