Dasar Pengelompokan
Pengelompokan makhluk hidup dimulai dengan memilih kriteria. Kelompok dapat dibentuk berdasarkan ciri yang tampak, kegunaan bagi manusia, atau bukti hubungan kekerabatan. Kriteria yang berbeda menghasilkan kelompok yang berbeda dari kumpulan organisme yang sama, sehingga kriterianya perlu disebut lebih dulu sebelum hasilnya dinilai.
Setiap Kelompok Memakai Kriteria
Klasifikasi menata makhluk hidup berdasarkan kemiripan ciri atau hubungan kekerabatan. Susunan kelompok menunjukkan ciri yang sama dan kedekatan antarorganisme.
Satu organisme dapat masuk kelompok berbeda jika dasar pengelompokannya berubah. Cabai termasuk tanaman budidaya pangan karena manusia menanamnya untuk dimakan. Karena memiliki bunga, cabai juga termasuk tumbuhan berbunga. Berdasarkan sejarah evolusinya, cabai dapat dikelompokkan lagi bersama tumbuhan yang berkerabat lebih dekat.
Hasil Bergantung pada Kriteria Pengelompokan
Biologi modern memakai klasifikasi untuk menata keanekaragaman hayati dan mengkaji hubungan antarorganisme.
Nama kelompok saja belum menjelaskan cara anggotanya dipilih. Dasar pengelompokan menunjukkan apakah kelompok itu dibuat untuk kebutuhan praktis, kesamaan ciri, atau bukti kekerabatan.
Tiga Cara Klasifikasi
Ketiga cara tersebut sama-sama menghasilkan kelompok, tetapi memakai kriteria berbeda. Organisme yang sama dapat masuk ke kelompok yang berbeda ketika tujuan pengelompokan atau bukti yang tersedia berubah.
Mulailah dari dasar pengelompokannya: manfaat manusia, banyak ciri biologis, atau bukti kekerabatan.
| Cara klasifikasi | Dasar yang dicek | Contoh kelompok | Keterbatasan cara |
|---|---|---|---|
| Buatan | Apa tujuan praktis manusia saat mengelompokkan? | Tanaman obat, tanaman hias, hewan yang dapat terbang | Dapat mencampur organisme yang tidak berkerabat dekat |
| Alami | Ciri biologis apa saja yang sama? | Organisme dikelompokkan dari susunan sel, bentuk tubuh, cara makan, dan reproduksi | Kesamaan ciri belum selalu menggambarkan sejarah evolusi |
| Filogenetik | Organisme mana yang memiliki nenek moyang bersama yang lebih baru? | Kelompok disimpulkan dari struktur tubuh, perkembangan, fosil, dan bukti molekuler | Dapat berubah ketika data baru menunjukkan hubungan yang berbeda |
Klasifikasi Buatan Memakai Ciri untuk Tujuan Tertentu
Kelompok seperti ini mudah dipakai, tetapi bisa mencampur organisme yang sebenarnya tidak dekat kekerabatannya. Burung, kelelawar, dan serangga sama-sama dapat terbang, tetapi bukan berarti mereka satu kelompok kekerabatan dekat.
Klasifikasi Alami Membandingkan Banyak Ciri
Sistem lima kingdom dalam sejarah klasifikasi memakai gabungan ciri besar untuk menempatkan organisme ke Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Bukti modern tidak lagi menyatukan semua prokariota sebagai Monera. Perbandingan RNA ribosom dan bukti lain membedakan domain Bacteria dan Archaea di samping Eukarya.
Klasifikasi alami membandingkan beberapa ciri biologis sekaligus agar hasil pengelompokan tidak ditentukan oleh satu ciri saja.
Klasifikasi Filogenetik Menelusuri Kekerabatan
Klasifikasi filogenetik menyimpulkan hubungan evolusi. Bukti yang dipakai dapat mencakup struktur tubuh, perkembangan, fosil, dan data molekuler seperti urutan DNA atau RNA. Kelompok yang memuat satu nenek moyang bersama beserta seluruh keturunannya disebut monofiletik. Bukti baru dapat mengubah posisi organisme, jadi periksa dasar pengelompokan dan bukti pendukung setiap kelompok.
Takson dan Peringkat dalam Hierarki
Dalam klasifikasi, takson adalah kelompok tertentu yang diberi nama, sedangkan peringkat menunjukkan posisi takson dalam hierarki. Urutan yang umum dipakai dimulai dari kelompok paling luas, yaitu domain, lalu kingdom, filum atau divisi, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies. Peringkat tambahan dapat disisipkan di antara peringkat tersebut.
Dalam biologi, "famili" adalah nama peringkat, sedangkan Hominidae adalah nama takson pada peringkat famili. Semakin khusus suatu takson, semakin sedikit organisme yang menjadi anggotanya. Peringkat saja tidak mengukur waktu evolusi dan tidak cukup untuk membandingkan cabang yang berbeda secara langsung.
Namun hierarki saja belum cukup. Sebutan sehari-hari seperti "hewan yang dapat terbang" belum tentu merupakan takson formal. Saat melihat nama kelompok, periksa apakah nama itu menjelaskan kegunaan praktis, kesamaan ciri, atau hipotesis hubungan evolusi.
Dalam penelitian genom, nama kelompok harus konsisten agar data dari banyak laboratorium dapat dianalisis bersama. Basis data sekuens publik memakai klasifikasi dan tata nama yang sama untuk menghubungkan nama organisme dengan bukti genetik.
Kriteria dan Tujuan Nama Kelompok
Jika suatu kelompok hanya memakai satu ciri praktis, kelompok tersebut hanya berguna untuk tujuan terbatas. Kelompok "hewan yang dapat terbang" menunjukkan kemampuan terbang, tetapi tidak menunjukkan kekerabatan. Burung, kelelawar, dan serangga berasal dari cabang evolusi yang berbeda. Kita baru dapat menilai suatu kelompok setelah kriteria dan tujuan pengelompokannya jelas.
Saat menemukan nama kelompok organisme yang belum dikenal, cari dulu kriteria pengelompokannya. Kriteria itu menunjukkan apakah kelompok dibuat berdasarkan kegunaan bagi manusia, kesamaan ciri tubuh, atau bukti kekerabatan.