Virus Tidak Membelah Seperti Sel
Sel memperbanyak diri dengan membelah, sedangkan virus harus masuk ke sel lain sebelum jumlahnya bertambah. Perbedaan ini penting karena semua tahap reproduksi virus bergantung pada struktur sel yang ditemuinya.
Replikasi Virus Memakai Mesin Sel
Bakteri dapat membelah diri dari satu sel menjadi dua sel. Virus tidak melakukan itu. Virus memperbanyak diri dengan cara memasukkan genomnya ke sel inang, lalu memaksa mesin sel itu membuat komponen virus baru.
Bayangkan sel inang seperti bengkel yang sudah memiliki pekerja, alat, dan bahan. Virus datang membawa instruksi kerja. Setelah instruksi itu masuk, bengkel dapat diarahkan untuk membuat kapsid, menyalin genom virus, merakit virion baru, lalu melepaskannya.
Penempelan virus pada reseptor sel inang menjadi awal yang penting sebelum infeksi berlanjut. Konsep inang dan infeksi virus ini dijelaskan di openstax.org.
Jangan bayangkan virus membelah seperti bakteri. Virus membuat bagian-bagian baru dengan memakai mesin sel inang, lalu bagian itu dirakit menjadi virion baru.
Pilihan Litik dan Lisogenik Dimulai dari Genom
Urutan replikasi juga dipakai dalam mikrobiologi untuk membedakan fag virulen dan fag temperate. Fag temperate adalah bakteriofag yang tidak selalu langsung menghancurkan sel. openstax.org menjelaskan bahwa fag temperate dapat menjadi bagian dari kromosom inang dan ikut tersalin sebelum aktif lagi. Dari sini terlihat mengapa siklus lisogenik bukan jeda kosong.
Fag menempel di permukaan sel inang. Jalur merah menunjukkan genom virus yang sedang masuk, lalu sel mulai diarahkan untuk membuat virion baru.
- Peristiwa kunci
- Perhatikan bahwa bagian penting yang masuk lebih dulu adalah genom virus, bukan seluruh badan fag.
- Cara membacanya
- Pada siklus litik, genom virus mengambil alih kerja sel inang sampai komponen virus baru dapat dirakit.
Urutan Litik Dibaca dari Pintu Masuk
Siklus litik paling mudah dibaca seperti urutan kerja yang berakhir dengan keluarnya virion baru. Setiap langkah punya fungsi sendiri, mulai dari mengenali sel sampai membuat partikel virus siap menyebar.
Adsorpsi Menentukan Sel yang Cocok
Siklus litik dimulai dari adsorpsi, yaitu penempelan virus pada sel inang. Penempelan ini bergantung pada kecocokan protein virus dengan reseptor sel. Jika kunci dan lubang kuncinya tidak cocok, replikasi sulit dimulai.
Setelah menempel, virus melakukan penetrasi, yaitu memasukkan genom atau bagian pentingnya ke dalam sel. Tahap berikutnya adalah sintesis, ketika sel inang diarahkan untuk menyalin genom virus dan membuat protein kapsid. Setelah bahan tersedia, terjadi perakitan virion baru. Pada banyak contoh litik, sel akhirnya mengalami lisis, yaitu pecahnya sel sehingga virion baru keluar.
Sintesis Berbeda dari Perakitan
Urutannya penting karena setiap tahap menjawab pertanyaan berbeda. Penempelan menjawab "sel mana yang cocok". Sintesis menjawab "bagian virus dibuat di mana". Perakitan menjawab "bagaimana paket baru terbentuk". Pelepasan menjawab "bagaimana virus menyebar ke sel lain".
| Tahap | Pertanyaan yang dijawab | Yang sering tertukar |
|---|---|---|
| Adsorpsi | Sel mana yang cocok ditempeli? | Bukan tahap masuknya genom |
| Penetrasi | Bagaimana genom masuk? | Bukan tahap membuat kapsid baru |
| Sintesis | Bagian virus dibuat di mana? | Bukan tahap partikel sudah utuh |
| Perakitan | Bagian-bagian dipasang menjadi apa? | Berbeda dari pelepasan keluar sel |
Lisogenik Tidak Berarti Virus Menghilang
Pada siklus lisogenik, genom virus tidak langsung memerintah sel membuat banyak virion. Genom itu dapat menyatu atau ikut terbawa bersama materi genetik inang. Saat sel inang membelah, informasi virus dapat ikut tersalin.
Itu sebabnya lisogenik terlihat tenang, tetapi bukan berarti aman sepenuhnya. Jika kondisi tertentu memicu perubahan, genom virus dapat kembali aktif dan masuk ke pola litik. Cara membacanya seperti instruksi yang tersisip dalam arsip genetik sel. Instruksi itu tidak selalu dipakai sekarang, tetapi tetap ikut terbawa.
Replikasi Selalu Dibaca sebagai Urutan
Bagian yang sering membingungkan adalah membedakan sintesis dan perakitan. Pada sintesis, sel inang sedang membuat bahan karena genom disalin dan protein kapsid dibuat. Pada perakitan, bahan itu sudah dipasang menjadi virion baru.
Jadi, jangan membayangkan virus membesar lalu membelah. Pada replikasi virus, bagian-bagian dibuat lebih dulu, kemudian disusun. Dari sinilah kita bisa memahami mengapa virus dapat cepat bertambah banyak ketika sudah berhasil menguasai mesin sel inang.