Tidak semua zat yang dicampur langsung bereaksi. Gula yang larut dalam air masih gula. Es yang mencair masih air. Pada dua contoh itu, susunan partikelnya tidak berubah menjadi zat baru.
Reaksi kimia terjadi ketika zat awal berubah menjadi zat baru. Zat awal disebut reaktan, sedangkan zat hasil disebut produk.
reaktan→produk
Kalau kita tidak punya alat analisis, reaksi kimia biasanya dikenali lewat petunjuk yang tampak. Petunjuk itu bisa berupa gas, endapan, perubahan warna, atau perubahan energi. OpenStax Chemistry 2e membahas reaksi kimia lewat perubahan zat dan contoh reaksi seperti pengendapan, asam-basa, dan oksidasi-reduksi di .
Pilih satu petunjuk, lalu perhatikan perubahan sebelum dan sesudah. Yang perlu dibaca bukan tampilannya saja, tetapi apa yang mungkin terjadi pada zatnya.
Pembaca Ciri Reaksi
Amati perubahan yang muncul, lalu bedakan petunjuk kuat dari tanda yang masih perlu dicek lagi.
Gelembung yang naik menunjukkan gas baru terbentuk dari campuran.
Yang tampak
Ada gelembung atau gas keluar dari campuran.
Cara membaca
Salah satu produk mungkin berupa gas, misalnya CO2.
Batasnya
Gelembung karena mendidih belum tentu reaksi kimia.
Gas terlihat sebagai gelembung, asap, atau bau tertentu. Dalam percobaan sederhana, bau tidak dijadikan uji utama tanpa petunjuk keselamatan resmi, karena beberapa gas berbahaya walaupun tidak terlihat jelas.
Endapan adalah padatan baru yang terbentuk dari larutan. Misalnya, dua larutan yang awalnya bening dapat menghasilkan padatan putih karena ion-ionnya membentuk senyawa yang sukar larut.
Perubahan warna bisa menjadi petunjuk kuat jika tidak ada pewarna yang sengaja ditambahkan. Warna berubah karena produk baru dapat berinteraksi dengan cahaya secara berbeda.
Perubahan energi dapat terasa sebagai panas, dingin, atau cahaya. Reaksi pembakaran mudah dikenali karena melepaskan panas dan cahaya. Sebaliknya, ada reaksi yang menyerap panas sehingga campuran terasa lebih dingin.
Chem LibreTexts juga membedakan perubahan kimia dan perubahan fisika lewat terbentuknya zat baru. Ringkasannya bisa dibuka di Chemical Change vs Physical Change.
Satu tanda saja belum selalu cukup. Air yang mendidih mengeluarkan gelembung, tetapi itu perubahan fisika karena zatnya masih H2O. Garam yang larut juga tampak berubah, tetapi dapat diperoleh kembali dengan menguapkan air.
Cara aman membacanya begini.
Peristiwa
Lebih tepat dibaca sebagai
Alasan dekat
Es mencair
Perubahan fisika
Zatnya tetap H2O.
Kertas terbakar
Reaksi kimia
Muncul zat baru seperti gas, abu, panas, dan cahaya.
Dua larutan bening menghasilkan padatan
Kemungkinan reaksi kimia
Ada endapan yang tidak ada sebelumnya.
Pewarna merah dicampur air
Perubahan fisika
Warna berubah karena zat pewarna tersebar, bukan karena produk baru.
Kalau ingin yakin, kita perlu mengecek apakah produk benar-benar berbeda dari reaktannya. Di laboratorium, itu bisa dilakukan lewat pengukuran massa, pengujian gas, pengamatan endapan, atau analisis komposisi.
Hukum dasar kimia membahas pola yang tetap saat reaksi terjadi. Agar pola itu bisa dibaca, kita perlu tahu dulu kapan suatu peristiwa layak disebut reaksi.
Ambil contoh oksida logam. Nikel dapat membentuk salah satu oksidanya dengan rumus NiO, sedangkan kobalt juga dapat membentuk salah satu oksidanya dengan rumus CoO. Rumus itu memberi pesan bahwa logam dan oksigen bergabung dalam perbandingan tertentu.
2Ni+O2→2NiO
Tanda reaksi membantu kita mengenali perubahan yang terjadi. Hukum dasar kimia membantu kita menghitung pola massanya. Jadi, urutannya jelas: amati dulu cirinya, lalu ukur perbandingan zatnya.