Pembentukan Zat Baru Menandai Reaksi Kimia
Tidak semua perubahan yang terlihat merupakan reaksi kimia. Gula yang larut dalam air masih gula. Es yang mencair masih air. Pada kedua contoh tersebut, tidak terbentuk zat baru.
Reaksi kimia terjadi ketika zat awal berubah menjadi zat baru. Zat awal disebut reaktan, sedangkan zat hasil disebut produk.
Kalau tidak ada alat analisis, perubahan yang terlihat dapat menjadi petunjuk awal terjadinya reaksi kimia. Petunjuk tersebut dapat berupa pembentukan gas, endapan, perubahan warna, atau perubahan energi. Reaksi juga dapat dikelompokkan menjadi reaksi pengendapan, asam-basa, dan oksidasi-reduksi.
Mengamati Ciri Reaksi dalam Model
Pilih satu petunjuk, lalu bandingkan keadaan sebelum dan sesudah perubahan. Catat apa yang tampak dan tentukan perubahan zat yang mungkin menyebabkannya.
Jika gelembung muncul, campuran mungkin menghasilkan gas baru.
- Yang tampak
- Ada gelembung atau gas keluar dari campuran.
- Arti perubahan
- Salah satu produk mungkin berupa gas, misalnya .
- Keterbatasan petunjuk
- Gelembung karena mendidih belum tentu reaksi kimia.
Empat Petunjuk yang Sering Dipakai
Pembentukan gas dapat terlihat sebagai gelembung di dalam cairan atau gas yang keluar dari campuran. Asap dapat menyertai pembakaran, tetapi Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat menggolongkan asap sebagai materi partikulat di udara. Jadi, asap sendiri bukan bukti adanya produk gas. Jangan pernah sengaja mencium zat yang belum diketahui. Uap hanya boleh dikibaskan ke arah hidung jika ada instruksi khusus.
Endapan adalah padatan baru yang terbentuk dari larutan. Misalnya, dua larutan yang awalnya bening dapat menghasilkan padatan putih karena ion-ionnya membentuk senyawa yang sukar larut.
Perubahan warna bisa menjadi petunjuk kuat jika tidak ada pewarna yang sengaja ditambahkan. Warna berubah karena produk baru dapat berinteraksi dengan cahaya secara berbeda.
Perubahan energi dapat terasa sebagai panas atau dingin, atau tampak sebagai cahaya. Memutus ikatan pada reaktan memerlukan energi, sedangkan pembentukan ikatan pada produk melepaskan energi. Lingkungan menghangat jika energi yang dilepas lebih besar daripada energi yang diserap, dan mendingin jika kebalikannya terjadi.
Pembeda utama antara perubahan kimia dan perubahan fisika adalah ada atau tidaknya zat baru yang terbentuk.
Memeriksa Beberapa Ciri Reaksi Kimia
Satu tanda saja belum selalu cukup. Air yang mendidih mengeluarkan gelembung, tetapi itu perubahan fisika karena zatnya masih . Garam yang larut juga tampak berubah, tetapi dapat diperoleh kembali dengan menguapkan air.
Tabel berikut menunjukkan cara menilai beberapa peristiwa berdasarkan tanda yang diamati.
| Peristiwa | Kesimpulan | Alasan |
|---|---|---|
| Es mencair | Perubahan fisika | Zatnya tetap . |
| Kertas terbakar | Reaksi kimia | Produk gas dan abu terbentuk, sedangkan energi dilepas sebagai panas dan cahaya. |
| Dua larutan bening menghasilkan padatan | Kemungkinan reaksi kimia | Ada endapan yang tidak ada sebelumnya. |
| Pewarna merah dicampur air | Perubahan fisika | Zat pewarna menyebar di dalam air dan mengubah warnanya. Zat tersebut tetap sama. |
Kalau ingin yakin, kita perlu mengecek apakah produk benar-benar berbeda dari reaktannya. Di laboratorium, pemeriksaan perbedaan produk dan reaktan itu bisa dilakukan lewat pengukuran massa, pengujian gas, pengamatan endapan, atau analisis komposisi.
Bukti Reaksi dan Hukum Dasar Kimia
Hukum dasar kimia menjelaskan hubungan massa yang tetap selama reaksi, termasuk kekekalan massa dan komposisi tetap. Sebelum memakai salah satu hukum tersebut, pastikan dulu bahwa peristiwa yang diamati memang merupakan reaksi kimia.
Ambil contoh oksida logam. Nikel dapat membentuk , sedangkan kobalt dapat membentuk . Kedua rumus tersebut menunjukkan bahwa logam dan oksigen bergabung dalam perbandingan tertentu.
Setelah pengujian menunjukkan bahwa zat baru memang terbentuk, ukur massa atau komposisi reaktan dan produk. Data tersebut dapat digunakan untuk memilih hukum kimia yang sesuai.