Kegiatan kimia hijau adalah tindakan yang membuat penggunaan bahan, energi, atau limbah menjadi lebih aman sejak awal. Jadi, yang dinilai bukan niat baiknya saja. Yang dinilai adalah apa yang masuk ke proses, apa yang berubah, apa yang keluar, dan bahaya apa yang berhasil dikurangi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memakai istilah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) untuk 17 tujuan global dalam Agenda 2030. Kimia hijau tidak menggantikan SDGs, tetapi dapat membantu beberapa tujuannya karena kimia berurusan langsung dengan bahan, energi, air, udara, dan limbah.
Daftar resmi SDGs tersedia di situs PBB. The 17 Goals
American Chemical Society (ACS) juga menjelaskan hubungan kimia dengan tantangan SDGs, termasuk kesehatan, energi bersih, dan produksi yang lebih bertanggung jawab.
Sebuah kegiatan baru layak disebut dekat dengan kimia hijau kalau jalur bahannya jelas. Mulai dari bahan yang dipakai, lalu ikuti perubahan sampai dampaknya.
Titik baca
Pertanyaan yang perlu dijawab
Bahan masuk
Zat apa yang dipakai, dan apakah ada yang berbahaya?
Proses
Apakah zat dicampur, dipakai ulang, diurai, atau bereaksi?
Produk atau sisa
Apa yang keluar setelah proses berlangsung?
Bukti
Apa yang bisa diamati atau diukur dengan jelas?
Risiko
Bahaya apa yang berkurang dibanding cara lama?
Bukti membuat klaim hijau lebih kuat. Tanpa bukti, "alami", "hemat", atau "ramah lingkungan" hanya menjadi label. Dengan bukti, kita bisa membedakan tindakan yang benar-benar mengurangi bahaya dari tindakan yang hanya terdengar baik.
Busa yang banyak sering terlihat seperti tanda lebih bersih. Padahal, pada sabun cuci piring, terlalu banyak sabun bisa membuat pembilasan lebih lama dan menambah sisa zat pembersih di air buangan.
Surfaktan adalah zat dalam pembersih yang membantu air mengangkat minyak dan kotoran. Surfaktan berguna, tetapi tetap perlu dipakai secukupnya.
Yang dibandingkan
Bacaan kimianya
Bukti yang terlihat
Sabun sangat sedikit
Surfaktan mungkin belum cukup mengangkat minyak.
Noda masih menempel.
Sabun secukupnya
Surfaktan cukup bekerja tanpa sisa berlebihan.
Noda hilang dan bilasan tidak banyak.
Sabun terlalu banyak
Sisa surfaktan ikut masuk ke air buangan.
Busa sulit hilang saat dibilas.
Jadi, kegiatan hijaunya bukan sekadar "pakai sabun paling sedikit". Bacaan yang lebih tepat adalah memakai sabun sampai fungsi membersihkan tercapai, lalu berhenti sebelum tambahan sabun hanya menambah sisa.
Daun kering, kulit buah, dan sisa makanan mengandung bahan organik. Jika dibakar, bahan itu bereaksi cepat dengan oksigen dan menghasilkan asap. Jika dikomposkan dengan benar, bahan organik diurai perlahan oleh mikroorganisme menjadi bahan yang lebih sederhana.
Cara menangani sisa organik
Yang terjadi
Bacaan kimia hijau
Dibakar
Bahan organik bereaksi dengan oksigen dan membentuk asap.
Tidak dekat dengan kimia hijau karena polusi terbentuk.
Dibuang ke sampah campuran
Bahan tidak langsung dibakar, tetapi menjadi beban limbah.
Lebih baik dari dibakar, tetapi belum memanfaatkan bahan.
Dikomposkan dengan benar
Mikroorganisme mengurai bahan organik secara bertahap.
Lebih dekat karena mengurangi limbah dan memakai ulang unsur hara.
Kompos juga tidak otomatis benar kalau dibiarkan terlalu basah, berbau, atau menghasilkan lindi yang mengotori air. Kimia hijau selalu membaca kondisi prosesnya, bukan hanya nama kegiatannya.
Bioplastik dari kulit pisang atau kulit singkong terdengar menarik karena memakai sisa bahan organik. Namun, bahan alami tidak otomatis aman atau hemat energi. Klaimnya tetap perlu dibaca dari jalur bahan sampai akhir pemakaian.
Klaim
Yang harus dicek
Bahannya dari limbah organik.
Bahan tambahan apa yang dipakai bersama limbah itu?
Produk disebut mudah terurai.
Dalam kondisi apa produk benar-benar terurai?
Prosesnya terlihat sederhana.
Berapa banyak panas, air, atau listrik yang dipakai?
Produk menggantikan plastik biasa.
Apakah produk cukup kuat untuk fungsi yang sama?
Produk disebut ramah lingkungan.
Bahaya apa yang benar-benar berkurang dibanding pilihan lama?
Rujukan U.S. Environmental Protection Agency (EPA) menekankan bahwa kimia hijau mencegah polusi dari sumbernya, bukan hanya mengolah polusi setelah terbentuk. Basics of Green Chemistry
Suatu kegiatan lebih dekat dengan kimia hijau jika jalur bahannya jelas, prosesnya lebih aman, limbahnya berkurang, dan buktinya bisa diperiksa. Kalau hanya mengganti nama bahan menjadi "alami" tanpa membaca prosesnya, klaim hijaunya belum kuat.