Kegiatan Kimia Hijau Merancang Ulang Produk atau Proses
Kegiatan kimia hijau mengubah desain atau penggunaan produk maupun proses kimia agar bahaya dan limbah dicegah sejak sumbernya. Tindakan yang baik bagi lingkungan belum tentu termasuk kimia hijau. Kita tetap perlu mengidentifikasi bahan yang masuk, perubahan kimianya, hasil yang keluar, dan bahaya yang berkurang.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memakai istilah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs) untuk tujuan global dalam Agenda . Kimia hijau tidak menggantikan SDGs, dan label SDG bukan bukti bahwa suatu kegiatan termasuk kimia hijau. Kimia hijau dapat mendukung beberapa tujuan ketika desain kimia mengurangi bahaya bahan dan limbah, menekan pemakaian energi, serta mengurangi pencemaran air dan udara secara terukur.
Kimia dapat membantu menjawab beberapa tantangan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, termasuk kesehatan, energi bersih, dan produksi yang lebih bertanggung jawab.
Tabel berikut menghubungkan setiap SDG dengan hal yang dinilai dalam desain kimia dan hasil yang dapat diperiksa.
| Tujuan | Hal yang dinilai | Hasil yang diperiksa |
|---|---|---|
| SDG | Paparan zat berbahaya | Bahan dan dosis dibuat lebih aman. |
| SDG | Sisa zat masuk ke air | Limbah cair dikurangi dari sumbernya. |
| SDG | Energi yang dipakai proses | Proses dibuat lebih hemat panas atau listrik. |
| SDG | Bahan sekali pakai | Pemakaian bahan dibuat cukup dan tidak boros. |
| SDG | Emisi dari pembakaran | Pembakaran terbuka dan energi fosil dikurangi. |
| SDG dan SDG | Polutan di air, tanah, dan makhluk hidup | Polutan dicegah sebelum menyebar. |
Desain ulang kimia mendukung suatu SDG jika perubahan yang dilakukan dan bukti dampak perubahan dinyatakan dengan jelas.
Aliran Bahan dari Masukan hingga Limbah
Mulailah dengan mencatat setiap bahan yang dipakai, perubahan yang terjadi, produk, sisa, dan bahayanya. Saat membandingkan dua proses, pastikan keduanya menghasilkan fungsi yang sama bagi pengguna.
| Bagian proses | Pertanyaan yang perlu dijawab |
|---|---|
| Bahan masuk | Zat apa yang dipakai, dan apakah ada yang berbahaya? |
| Proses | Apakah zat dicampur, dipakai ulang, diurai, atau bereaksi? |
| Produk atau sisa | Apa yang keluar setelah proses berlangsung? |
| Bukti | Apa yang bisa diamati atau diukur dalam kondisi yang sama? |
| Risiko | Bahaya bawaan atau paparan apa yang berkurang dibanding cara lama? |
Klaim hijau baru dapat diuji jika disertai bukti. Kata "alami", "hemat", atau "ramah lingkungan" belum menjelaskan bahaya atau limbah apa yang berkurang. Perbandingan juga harus mempertahankan fungsi yang sama. Memakai lebih sedikit pembersih bukan perbaikan jika permukaannya tetap kotor, dan bahan pengganti harus mampu menjalankan fungsi yang sama.
Gunakan Sabun Secukupnya tanpa Menambah Residu
Busa yang banyak sering disangka sebagai tanda bahwa sabun membersihkan lebih baik. Padahal, terlalu banyak sabun cuci piring dapat memperlama pembilasan dan menambah sisa zat pembersih di air buangan. Bandingkan dosis yang cukup membersihkan dengan dosis yang lebih besar, lalu periksa residu dan air bilas. Perbandingan ini hanya menilai dosis sabun saat dipakai. Rancangan bahan pembersih tetap sama.
Surfaktan adalah zat dalam pembersih yang membantu air mengangkat minyak dan kotoran. Surfaktan berguna, tetapi tetap perlu dipakai secukupnya.
| Yang dibandingkan | Proses kimia | Hasil yang diamati |
|---|---|---|
| Sabun sangat sedikit | Surfaktan mungkin belum cukup mengangkat minyak. | Noda masih menempel. |
| Sabun secukupnya | Surfaktan cukup bekerja tanpa sisa berlebihan. | Noda hilang dan bilasan tidak banyak. |
| Sabun terlalu banyak | Sisa surfaktan ikut masuk ke air buangan. | Busa sulit hilang saat dibilas. |
Gunakan sabun dengan dosis efektif sesuai petunjuk. Dosis yang tepat harus tetap membersihkan noda. Sabun tambahan yang tidak membantu membersihkan hanya menambah residu dan air bilasan. Perancangan kimia hijau juga dapat mengubah produk pembersih agar fungsi yang sama memerlukan lebih sedikit bahan atau air dan menghasilkan bahaya yang lebih kecil.
Pengomposan Mengolah Limbah yang Sudah Terbentuk
Daun kering, kulit buah, dan sisa makanan mengandung bahan organik. Pembakaran menyebabkan oksidasi cepat dan menghasilkan asap. Dalam pengomposan yang benar, mikroorganisme menguraikan bahan secara bertahap. Pengomposan merupakan pengolahan limbah biologis. Jika produk atau proses kimia dirancang ulang untuk mencegah bahaya atau limbah sejak awal, perubahan desain tersebut juga dapat dinilai dengan prinsip kimia hijau.
| Cara menangani sisa organik | Yang terjadi | Klasifikasi yang cermat |
|---|---|---|
| Dibakar | Bahan organik bereaksi dengan oksigen dan membentuk asap. | Limbah menghasilkan asap dan polutan lain. |
| Dibuang ke sampah campuran | Bahan tetap menjadi limbah yang perlu ditangani. | Jalur pembuangan berubah, sedangkan produk dan proses awal tetap sama. |
| Dikomposkan dengan benar | Mikroorganisme mengurai bahan organik secara bertahap. | Pengolahan biologis menangani limbah organik setelah limbah terbentuk. |
Pengomposan tetap membutuhkan pengaturan kelembapan, aliran oksigen, struktur tumpukan, dan keseimbangan nutrien. Tumpukan yang kekurangan oksigen dapat berbau atau melepaskan lindi, yaitu cairan yang keluar dari tumpukan dan membawa zat terlarut. Kondisi tersebut memengaruhi aktivitas mikroba dan suhu. Pada contoh ini, pengomposan termasuk pengolahan limbah. Suatu kegiatan termasuk perancangan ulang produk atau proses jika desain kimianya diubah untuk mencegah limbah sejak awal.
Bahan Alami Tetap Perlu Bukti
Plastik berbasis hayati dari sisa pisang atau singkong terdengar menjanjikan karena memakai bahan baku terbarukan atau sisa. Namun, "berbasis hayati" tidak otomatis berarti aman, hemat energi, mudah terurai, atau dapat dikomposkan dalam kondisi setempat. Istilah berbasis hayati, mudah terurai, dan dapat dikomposkan menunjukkan sifat yang berbeda. Karena itu, periksa seluruh daur hidup plastik, mulai dari bahan baku dan aditif, proses pembuatan, penggunaan, sampai akhir pemakaian.
| Klaim | Yang harus dicek |
|---|---|
| Bahannya dari limbah organik. | Bahan tambahan apa yang dipakai bersama limbah itu? |
| Produk disebut mudah terurai. | Pada suhu, kelembapan, oksigen, dan waktu seperti apa produk terurai, serta menjadi apa? |
| Proses pembuatan produk terlihat sederhana. | Berapa banyak panas, air, atau listrik yang dipakai selama proses pembuatan? |
| Produk menggantikan plastik biasa. | Apakah produk cukup kuat untuk fungsi yang sama? |
| Produk disebut ramah lingkungan. | Bahaya apa yang benar-benar berkurang dibanding pilihan lama? |
Kimia hijau merancang produk dan proses kimia untuk mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya sepanjang daur hidupnya. Kimia hijau berfokus pada pencegahan polusi sejak awal. Pengolahan tetap diperlukan jika polusi sudah terbentuk.
Suatu kegiatan termasuk kimia hijau ketika mengubah produk atau proses kimia, mencegah bahaya atau limbah sejak sumber, mempertahankan fungsi yang dibutuhkan, dan membuktikan perbaikan melalui perbandingan yang adil. Tindakan lingkungan umum dapat mengurangi dampak lain, tetapi harus dinamai dengan tepat. Kata "alami" atau "hijau" tidak pernah menggantikan bukti.