Elektron Terluar yang Paling Sering Beraksi
Ambil contoh kalsium. Dalam model kulit sederhana, atom kalsium netral ditulis memiliki konfigurasi elektron . Artinya, elektron kalsium tersebar pada kulit , , , dan .
For AI agents: use /llms.txt for the Nakafa content index.
Ambil contoh kalsium. Dalam model kulit sederhana, atom kalsium netral ditulis memiliki konfigurasi elektron . Artinya, elektron kalsium tersebar pada kulit , , , dan .
Kulit terluarnya adalah kulit karena kulit itulah kulit terjauh yang terisi elektron. Isi kulit ada elektron. Jadi, atom kalsium memiliki elektron valensi.
Elektron valensi adalah elektron pada kulit terluar atom. Dalam pembahasan OpenStax, elektron pada kulit terluar disebut valence electrons dan berperan paling penting dalam reaksi kimia. Rujukannya bisa dibuka di Electronic Structure of Atoms dari OpenStax.
Karena berada di bagian terluar, elektron valensi paling sering terlibat saat atom berikatan, melepas elektron, atau menerima elektron. Bukan berarti elektronnya bebas lepas sendiri. Artinya, bagian luar atom inilah yang paling banyak menentukan cara atom bereaksi.
Pilih atom netral. Baca konfigurasi kulitnya dari kiri ke kanan, lalu lihat kulit terakhir yang masih berisi elektron. Angka pada kulit terakhir itulah jumlah elektron valensi.
Konfigurasinya . Kulit berisi elektron.
Gunakan urutan yang sama setiap kali supaya tidak tertukar.
Contohnya:
| Atom | Konfigurasi kulit | Kulit terluar | Elektron valensi |
|---|---|---|---|
Jangan menjumlahkan semua elektron untuk mencari elektron valensi. Untuk kalsium, jumlah semua elektronnya memang , tetapi elektron valensinya hanya karena yang dihitung adalah elektron di kulit terluar.
Unsur dalam satu golongan utama sering memiliki jumlah elektron valensi yang sama. Karena itulah sifat kimianya dapat mirip. OpenStax menjelaskan bahwa unsur dalam satu golongan memiliki jumlah elektron valensi yang sama, dan kesamaan sifat kimia muncul karena kesamaan ini. Rujukannya bisa dibuka di Periodic Variations in Element Properties dari OpenStax.
Perhatikan pola berikut.
| Unsur | Nomor atom | Elektron valensi | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| - | - | - | - | - | - |
Tabel itu menunjukkan ide penting: meskipun jumlah kulit bertambah dari atas ke bawah, kulit terluar unsur-unsur tersebut tetap berisi elektron. Itulah sebabnya litium, natrium, kalium, rubidium, sesium, dan fransium ditempatkan dalam golongan yang sama.
Catatan kecil: hidrogen juga memiliki elektron valensi, tetapi sifatnya tidak sama dengan logam alkali. Jadi, jumlah elektron valensi adalah petunjuk kuat, bukan satu-satunya penjelasan sifat unsur.
Elektron valensi penting karena reaksi kimia banyak melibatkan elektron terluar. Atom dapat melepas, menerima, atau berbagi elektron valensi.
Ringkasnya:
Untuk unsur golongan utama, aturan cepatnya seperti ini:
Helium adalah pengecualian penting: helium berada pada golongan , tetapi hanya memiliki elektron valensi karena kulit pertamanya penuh dengan elektron.
Pada unsur transisi, cara menghitung elektron valensi bisa lebih rumit karena subkulit ikut berperan. Karena itu, pembahasan ini fokus pada unsur golongan utama dan model kulit sederhana.
Gunakan daftar ini sebagai pembanding. Bacalah konfigurasi kulit, lalu ambil angka pada kulit paling kanan sebagai elektron valensi.
| Nomor atom | Unsur | Konfigurasi kulit | Elektron valensi |
|---|---|---|---|
Unsur , , , , dan berada pada golongan . Pola cepat untuk golongan utama adalah elektron valensi.
Itulah alasan dan sama-sama cenderung membentuk ion : keduanya punya elektron valensi yang mudah dilepas. Sebaliknya, argon jauh lebih sukar bereaksi daripada klorin karena kulit terluar argon sudah penuh, sedangkan klorin masih membutuhkan elektron lagi untuk mencapai pola penuh.
| - | - | - | - | - |
| - | - | - | - |
| - | - | - |
| - | - |
| - |