Barisan aritmetika adalah suatu barisan bilangan di mana selisih atau beda antara dua suku berurutan selalu tetap atau konstan. Beda pada barisan aritmetika dilambangkan dengan b.
Perhatikan jumlah kursi pada gedung pertunjukan seni berikut:
Baris ke-1 memiliki 20 kursi.
Baris ke-2 memiliki 24 kursi.
Baris ke-3 memiliki 28 kursi.
Baris ke-4 memiliki 32 kursi.
Baris ke-5 memiliki 36 kursi.
Untuk menentukan banyak kursi pada baris tertentu, kita perlu mencari pola dari data tersebut.
Langkah1: Mencari beda antar baris
Baris ke-2−Baris ke-1: 24−20=4
Baris ke-3−Baris ke-2: 28−24=4
Baris ke-4−Baris ke-3: 32−28=4
Baris ke-5−Baris ke-4: 36−32=4
Terlihat bahwa beda antara jumlah kursi pada baris yang berurutan adalah 4. Ini berarti jumlah kursi di gedung pertunjukan ini membentuk barisan aritmetika dengan:
Suku pertama a=20
Beda b=4
Langkah 2: Menggunakan rumus untuk mencari jumlah kursi pada baris ke-15
U15=a+(n−1)b
U15=20+(15−1)4
U15=20+(14)4
U15=20+56
U15=76
Jadi, jumlah kursi pada baris ke-15 adalah 76 kursi.
Rudi menabung di bank dengan selisih kenaikan nominal uang yang ditabung antarbulan tetap. Jika pada bulan ke-5, nominal uang yang ditabung Rp70.000,00 dan pada bulan ke-9 Rudi menabung sebesar Rp90.000,00.
Berapa rupiah selisih nominal uang yang ditabung antarbulan?
Tentukan berapa rupiah uang yang ditabung Rudi untuk pertama kalinya?