Bayangkan kamu sedang membuat resep kue. Kamu tahu kue tersebut membutuhkan telur dan tepung dengan jumlah tertentu. Namun, kamu hanya tahu total bahan dan perbandingannya. Ini mirip seperti sistem persamaan linear - kita mencari nilai yang tidak diketahui berdasarkan informasi yang saling berhubungan.
Dalam permainan bola basket, ada tiga jenis lemparan yang bernilai berbeda: lemparan bebas (1 poin), lemparan dalam daerah (2 poin), dan lemparan luar daerah (3 poin).
Misalkan:
a = banyaknya lemparan bernilai 1 poin
b = banyaknya lemparan bernilai 2 poin
c = banyaknya lemparan bernilai 3 poin
Jika Wijaya mencetak 27 poin, melakukan 16 lemparan dengan 6 di antaranya lemparan bebas, maka:
Sistem persamaan linear memiliki tiga kemungkinan solusi:
Tepat satu solusi: Ketika garis-garis berpotongan di satu titik (atau bidang-bidang berpotongan di satu titik)
Tidak ada solusi: Ketika garis-garis sejajar (atau bidang-bidang tidak berpotongan)
Banyak solusi: Ketika garis-garis berimpit (atau bidang-bidang berpotongan pada garis atau bidang)
Dalam tiga dimensi (tiga variabel), persamaan linear direpresentasikan sebagai bidang. Perpotongan dua bidang menghasilkan garis, dan perpotongan tiga bidang bisa berupa titik.