Konsep Dasar Translasi Vertikal
Translasi vertikal adalah transformasi geometri yang menggeser grafik fungsi ke atas atau ke bawah sepanjang sumbu tanpa mengubah bentuk grafik tersebut. Bayangkan seperti mengangkat atau menurunkan sebuah objek secara vertikal: bentuknya tetap sama, hanya posisinya yang berubah.
Jika kita memiliki fungsi , maka translasi vertikal menghasilkan fungsi baru dimana adalah konstanta translasi.
Aturan Translasi Vertikal
Untuk setiap fungsi , translasi vertikal didefinisikan sebagai:
Dimana:
- Jika , grafik bergeser ke atas sebesar
- Jika , grafik bergeser ke bawah sebesar
Visualisasi Translasi Vertikal
Mari kita lihat bagaimana translasi vertikal bekerja pada fungsi linear .
Dari visualisasi di atas, kita dapat mengamati:
- Fungsi asli melewati titik asal
- Fungsi adalah hasil translasi ke atas
- Fungsi adalah hasil translasi ke bawah
Translasi Vertikal pada Fungsi Kuadrat
Sekarang mari kita terapkan konsep yang sama pada fungsi kuadrat .
Perhatikan bahwa:
- Titik puncak parabola asli berada di
- Setelah translasi vertikal , titik puncak berada di
Sifat Penting Translasi Vertikal
Bentuk Grafik Tidak Berubah
Translasi vertikal mempertahankan bentuk asli grafik. Jarak antara titik pada grafik tetap sama, hanya posisi vertikal yang berubah.
Pengaruh pada Titik Koordinat
Jika titik berada pada grafik , maka setelah translasi vertikal sebesar , titik tersebut menjadi pada grafik .
Domain dan Range
- Domain: Tidak berubah setelah translasi vertikal
- Range: Bergeser sebesar
Jika range fungsi asli adalah , maka range setelah translasi vertikal menjadi .
Contoh Penerapan
Contoh Fungsi Eksponensial
Mari kita lihat translasi vertikal pada fungsi eksponensial .
Pada fungsi eksponensial:
- Asimtot horizontal pada bergeser menjadi pada
Latihan
-
Diberikan fungsi . Tentukan persamaan fungsi hasil translasi vertikal ke atas sebesar .
-
Jika grafik fungsi ditranslasi vertikal ke bawah sebesar , tentukan:
Kunci Jawaban
-
Translasi vertikal ke atas :