Nama Sisi Menentukan Perbandingan Trigonometri
Dalam trigonometri segitiga siku-siku, nama sebuah sisi menunjukkan posisinya terhadap sudut lancip yang dipilih. Setelah setiap sisi dikenali dengan benar, perbandingan panjangnya dapat digunakan untuk menghitung jarak atau tinggi yang sulit diukur secara langsung.
Sebagai contoh, tinggi menara dapat dimodelkan sebagai salah satu sisi segitiga siku-siku. Jarak mendatar dan sudut elevasi yang diukur kemudian menentukan perbandingan trigonometri yang digunakan.
Tiga Nama Sisi dalam Segitiga dengan Sudut Siku
Pilih salah satu sudut lancip sebagai sudut acuan. Jika sudut itu adalah , ketiga sisinya dinamai sebagai berikut:
-
Sisi depan: sisi yang berada di seberang . Sisi ini tidak menyentuh sudut acuan.
-
Sisi samping: kaki segitiga yang menyentuh . Sisi miring juga menyentuh sudut lancip, sehingga istilah "sisi samping" khusus merujuk pada sisi yang menyentuh sudut tetapi bukan sisi miring.
-
Sisi miring atau hipotenusa: sisi yang berada di seberang sudut siku-siku, . Sisi ini selalu menjadi sisi terpanjang pada segitiga siku-siku.
Apa yang Berubah Saat Sudut Acuan Berpindah
Sisi miring ditentukan oleh sudut siku-siku, sehingga namanya tidak berubah. Dua nama lainnya bersifat relatif. Jika sudut acuan berpindah dari satu sudut lancip ke sudut lancip yang lain, sisi depan sebelumnya menjadi sisi samping dan sisi samping sebelumnya menjadi sisi depan.
Urutan ini mencegah kekeliruan yang umum: tentukan sudut acuan terlebih dahulu, beri nama setiap sisi, lalu pilih sinus, kosinus, atau tangen.