Membaca Besaran dari Hasil Ukur
Ketika kalian menulis hasil ukur seperti , sebenarnya ada bagian yang sedang bekerja bersama.
Nilai memberi tahu berapa banyak. Satuan memberi tahu dibandingkan dengan standar apa. Besarannya adalah sifat benda atau kejadian yang sedang diukur, misalnya panjang, massa, waktu, suhu, atau kelajuan.
Tanpa besaran, angka tidak punya arah. Tanpa satuan, angka tidak bisa dibandingkan.
Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Dalam SI, yaitu Sistem Satuan Internasional, ada besaran pokok yang dipakai sebagai dasar. Besaran lain dapat dibangun dari gabungan besaran pokok tersebut.
| Besaran pokok | Simbol umum | Satuan SI | Dimensi |
|---|---|---|---|
| Panjang | |||
| Massa | |||
| Waktu | |||
| Arus listrik | |||
| Suhu termodinamika | |||
| Jumlah zat | |||
| Intensitas cahaya |
Besaran turunan muncul ketika kita menggabungkan besaran pokok. Misalnya luas berasal dari panjang dikali lebar.
Kelajuan juga besaran turunan, karena berasal dari jarak dibagi waktu.
Dimensi sebagai Kode
Dimensi adalah cara singkat untuk melihat susunan besaran pokok di dalam suatu besaran. Dimensi tidak menggantikan satuan, tetapi membantu kita mengecek apakah rumus masuk akal.
Contohnya, luas meja dan luas kertas bisa punya nilai berbeda, tetapi jenis besarannya sama. Keduanya sama-sama luas, satuan SI-nya , dan dimensinya .
Sebaliknya, panjang, lebar, tinggi, diameter, jari-jari, jarak, dan perpindahan bisa memakai satuan panjang yang sama. Semuanya memiliki dimensi .
Contoh Cepat
Sebuah kertas memiliki panjang dan lebar . Luasnya adalah:
Nilai adalah hasil ukur untuk besaran luas. Karena luas dibentuk dari besaran panjang, luas termasuk besaran turunan.
Perhatikan polanya: begitu satuan mulai tersusun dari operasi satuan lain, besarannya bukan lagi pokok. Cara membaca nilai, satuan, dan dimensi ini membantu kita memeriksa apakah satuan dan rumus sudah sejalan.