Kemtan (Kementerian Pertanian) telah berhasil meningkatkan produksi pertanian, khususnya komoditas tanaman pangan, secara signifikan dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Konsekuensinya, impor sejumlah komoditas pangan dapat ditekan. Peluang untuk memacu produksi pangan sebetulnya masih terbuka lebar tanpa perlu menambah luas lahan pertanian. Satu di antara caranya adalah mempersempit kesenjangan produktivitas antara petani di Jawa dan luar Jawa. Kinerja mengesankan dalam memacu produksi tanaman pangan terekam oleh data statistik.
Sepanjang , produksi padi tercatat mengalami kenaikan rata-rata persen per tahun. Laju kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan sepanjang yang hanya sebesar persen per tahun. Hal serupa – bahkan lebih fantastis – juga terjadi pada komoditas jagung yang produksinya secara rata-rata tumbuh sebesar persen per tahun pada periode yang sama, lebih tinggi dari periode yang hanya sebesar persen. Hal ini tentu tidak lepas dari keberhasilan berbagai program pemerintah yang difokuskan pada upaya peningkatan produksi dengan memacu produktivitas (intensifikasi) dan luas lahan (ekstensifikasi). Dalam hal ini, upaya serius dan komitmen kuat pemerintah tecermin dari total belanja sarana dan prasarana produksi pertanian yang mencapai kisaran persen dari total anggaran Kemtan (Kemtan ).
Berdasarkan data statistik dalam teks, selisih kenaikan rata-rata produksi padi sepanjang tahun dan sepanjang tahun adalah ...