Rendahnya penyerapan beras dalam negeri berpotensi melemahkan fungsi stabilitas harga di tingkat petani atau produsen yang pada akhirnya daya beli dan kesejahteraan petani tergerus. BPS mencatat, harga gabah di tingkat petani terus turun dalam empat bulan terakhir, yakni dari Rp per kilogram GKP (gabah kering panen) pada Januari menjadi Rp per kilogram pada April. Penurunan itu sejalan dengan NTP (nilai tukar petani), satu di antara indikator yang dipakai untuk melihat daya beli atau kesejahteraan petani. Sementara itu, hasil survei BPS di transaksi penjualan gabah di provinsi selama April 2019 menunjukkan, rata-rata harga GKP di petani turun persen dari bulan sebelumnya (Rp) yang sangat kontras dengan kenaikan harga kebutuhan, seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, telur ayam ras, tomat, dan cabai rawit. Oleh karena itu, selain menaikkan harga pembelian gabah, pemerintah perlu memperbesar penyaluran untuk mendongkrak penyerapan beras.
Kompas, 3 Mei 2019
Berdasarkan bacaan, apa akibat dari terus rendah atau turunnya penyerapan beras dalam negeri?