For AI agents: use /llms.txt for the Nakafa content index.
Bayangkan kamu punya masalah optimasi yang rumit, tapi ternyata ada jalan pintas yang elegan. Dalam masalah kuadrat terkecil, alih-alih melakukan optimasi langsung, kita bisa mengubahnya menjadi sistem persamaan yang lebih mudah diselesaikan.
Ketika kita ingin meminimumkan
ternyata solusinya dapat ditemukan dengan menyelesaikan sistem persamaan berikut
Persamaan ini disebut sistem persamaan normal karena melibatkan konsep ortogonalitas atau keadaan "normal" (tegak lurus) dalam ruang vektor.
Ada hubungan yang sangat menarik antara masalah minimisasi dan sistem persamaan normal ini. Vektor x^∈Rn merupakan solusi dari masalah kuadrat terkecil jika dan hanya jika vektor tersebut memenuhi sistem persamaan normal.
Dengan kata lain, mencari x^ yang membuat ∥A⋅x−b∥22 minimal sama persis dengan mencari x^ yang memenuhi ATA⋅x^=ATb.
Untuk memahami mengapa hubungan ini berlaku, kita perlu melihat dari sudut pandang geometris.
Ketika x^ memberikan nilai minimum untuk ∥Ax^−b∥22, maka vektor kesalahan Ax^−b harus ortogonal terhadap semua vektor dalam ruang kolom matriks A.
Ruang kolom ini terdiri dari semua vektor yang dapat ditulis sebagai Ax untuk x∈Rn. Kondisi ortogonalitas berarti
untuk setiap vektor x∈Rn. Dengan menggunakan sifat perkalian dalam, kita dapat menuliskan
Karena hubungan ini harus berlaku untuk semua vektor x, maka
Inilah yang memberikan sistem persamaan normal.
Kita juga bisa memverifikasi hasil ini dengan cara yang berbeda. Misalkan x^ adalah solusi sistem persamaan normal dan x adalah sembarang vektor di Rn.
Menggunakan teorema Pythagoras, kita dapat menuliskan
Karena x^ memenuhi sistem persamaan normal, maka ATAx^−ATb=0 dan norm kuadrat selalu non-negatif. Oleh karena itu
Ketidaksamaan ini membuktikan bahwa x^ memang memberikan nilai minimum.
Tidak semua sistem persamaan normal dapat diselesaikan dengan mudah. Ada kondisi khusus yang harus dipenuhi.
Untuk matriks A∈Rm×n dengan m≥n, matriks simetrik ATA∈Rn×n dapat diinversi jika dan hanya jika matriks A memiliki peringkat penuh, yaitu Peringkat(A)=n.
Kondisi ini sangat penting karena menentukan apakah sistem persamaan normal memiliki solusi yang unik. Ketika ATA dapat diinversi, solusi dapat ditulis secara eksplisit sebagai
Untuk memahami kapan ATA dapat diinversi, kita perlu melihat hubungan antara ruang nul (kernel) dan peringkat.
Jika ATA dapat diinversi, maka ruang nul dari ATA hanya berisi vektor nol. Karena ruang nul dari ATA mencakup ruang nul dari A, maka A juga hanya memiliki vektor nol dalam ruang nulnya. Ini berarti Peringkat(A)=n.
Sebaliknya, jika Peringkat(A)=n, maka persamaan Ax=0 hanya memiliki solusi x=0. Untuk melihat bahwa ATA dapat diinversi, perhatikan bahwa jika ATAx=0, maka
Karena perkalian dalam hanya bernilai nol jika Ax=0, dan kita tahu bahwa ini hanya terjadi ketika x=0, maka ATA memang dapat diinversi.
Lebih dari sekadar dapat diinversi, matriks ATA memiliki sifat khusus. Ketika Peringkat(A)=n dan x=0, kita memiliki Ax=0 dan
Ini menunjukkan bahwa ATA adalah matriks positif definit. Properti ini menjamin bahwa sistem persamaan normal tidak hanya memiliki solusi unik, tetapi juga stabil secara numerik ketika diselesaikan dengan metode komputasi. Algoritma seperti dekomposisi Cholesky dapat digunakan dengan aman untuk menyelesaikan sistem ini.