Dalam aljabar linear, konsep kesamaan atau kemiripan matriks sangat penting untuk memahami bagaimana dua matriks yang berbeda dapat menggambarkan transformasi linear yang sama pada ruang yang berbeda. Bayangkan seperti dua potret yang berbeda dari objek yang sama, tapi diambil dari sudut pandang yang berbeda.
Dua matriks A,B∈Kn×n dikatakan serupa atau mirip jika terdapat matriks yang dapat dibalik S∈Kn×n sehingga:
B=S−1⋅A⋅S
Matriks S dalam hal ini disebut sebagai matriks transformasi kesamaan.
Untuk memahami mengapa kesamaan matriks begitu penting, kita perlu melihat hubungannya dengan transformasi basis. Misalkan e1,…,en∈Kn adalah basis kanonik dan v1,…,vn∈Kn adalah basis lain dari Kn.
Jika S adalah matriks yang dapat dibalik dengan kolom vk:
S=(v1…vn)∈Kn×n
Maka berlaku vk=S⋅ek atau ek=S−1⋅vk untuk k=1,…,n. Matriks S menggambarkan transformasi basis.
Sebuah vektor x∈Kn dapat dinyatakan dalam basis kanonik melalui koordinat xk dan dalam basis v1,…,vn melalui koordinat ξk:
Sekarang pertimbangkan transformasi linear y=A⋅x. Dalam basis kanonik, y dinyatakan melalui koordinat yk, sedangkan dalam basis v1,…,vn melalui koordinat ηk:
y=k=1∑nyk⋅ek
=k=1∑nηk⋅vk=S⋅η
η=η1⋮ηn=S−1⋅y
Oleh karena itu:
S⋅η=y=A⋅x
=A⋅S⋅ξ
atau dengan kata lain:
η=S−1⋅A⋅S⋅ξ
Dalam basis v1,…,vn, transformasi linear y=A⋅x digambarkan oleh η=B⋅ξ dengan matriks:
B=S−1⋅A⋅S
Inilah mengapa matriks serupa menggambarkan transformasi linear yang sama namun dilihat dari basis yang berbeda. Matriks serupa menggambarkan transformasi linear yang sama terhadap basis yang berbeda dari Kn.
Matriks serupa memiliki beberapa sifat mendasar yang sangat berguna. Karena mereka menggambarkan transformasi linear yang sama pada ruang berbeda, matriks serupa mempertahankan karakteristik bawaan yang sama.
Berdasarkan teorema tentang matriks serupa, jika matriks A dan B=S−1⋅A⋅S serupa, maka keduanya memiliki: