Jarak Henti Terdiri dari Jarak Reaksi dan Jarak Rem
Jarak henti adalah jarak total yang dibutuhkan benda bergerak sampai benar-benar berhenti. Pada kendaraan, jarak henti mencakup jarak yang ditempuh selama waktu reaksi pengemudi dan jarak yang ditempuh selama pengereman.
Sebelum pengereman dimulai, pengemudi masih membutuhkan waktu reaksi. Selama waktu itu kendaraan tetap maju dengan kecepatan awalnya.
Jadi, jarak henti terdiri dari dua tahap. Tahap pertama terjadi ketika pengemudi menyadari bahaya tetapi kendaraan belum direm. Tahap kedua terjadi ketika rem sudah bekerja dan kendaraan melambat sampai berhenti.
| Bagian | Apa yang Terjadi | Besaran yang Menentukan |
|---|---|---|
| Jarak reaksi | Kendaraan masih bergerak dengan kecepatan awal | Kecepatan dan waktu reaksi |
| Jarak pengereman | Kendaraan melambat sampai berhenti | Kecepatan awal dan besar perlambatan |
- Kecepatan awal
- Jarak reaksi
- Jarak pengereman
- Jarak henti
Jarak Rem Menggunakan Perlambatan Tetap
Saat rem bekerja, kendaraan mengalami perlambatan. Jika perlambatan dianggap tetap dan kecepatan akhirnya nol, persamaan GLBB dapat dipakai untuk mencari jarak pengereman.
Besaran adalah besar perlambatan, sehingga nilainya ditulis positif.
Rumus ini memakai asumsi sederhana: lintasannya lurus, perlambatan rem dianggap tetap, dan kendaraan tidak tergelincir. Kalau kondisi jalan berubah, nilai juga bisa berubah.
Jarak Rem Bertambah Kuadrat terhadap Kelajuan
Jarak reaksi berbanding lurus dengan kecepatan. Jika kecepatan dua kali lebih besar, jarak reaksi juga menjadi dua kali lebih besar untuk waktu reaksi yang sama.
Jarak pengereman lebih sensitif karena mengandung . Untuk massa kendaraan yang tetap, energi kinetik juga mengikuti kuadrat kelajuan. Rem dan gaya antara ban dengan jalan harus mengurangi energi itu sampai kendaraan berhenti.
Misalkan waktu reaksi dan besar perlambatan rem .
| Kecepatan | Jarak Reaksi | Jarak Pengereman | Jarak Henti |
|---|---|---|---|
Saat kecepatan naik dari ke , jarak henti naik dari ke . Kenaikannya menjadi tiga kali karena bagian pengereman mengikuti kuadrat kecepatan.
Menghitung Jarak Reaksi dan Jarak Rem
Sebuah kendaraan bergerak dengan kecepatan . Waktu reaksi pengemudi dan besar perlambatan saat pengereman .
Dengan kondisi tersebut, model ini menghasilkan jarak henti .
Angka terdiri dari dua bagian. Sebanyak terjadi sebelum rem mulai bekerja, lalu terjadi selama kendaraan direm.
Perhitungan ini menunjukkan cara memakai rumus. Jarak henti nyata berubah menurut waktu persepsi-reaksi, permukaan jalan, ban, cuaca, kemiringan jalan, dan kinerja rem. Salah satu contoh perancangan batas kecepatan saat jalan basah memakai waktu persepsi-reaksi dan perlambatan .