Sebuah vektor miring sulit dijumlahkan langsung jika hanya dilihat sebagai panah. Agar mudah dihitung, vektor dipecah menjadi bagian yang sejajar sumbu koordinat. Bagian inilah yang disebut komponen vektor.
Komponen horizontal menunjukkan seberapa besar vektor bergerak ke arah sumbu x. Komponen vertikal menunjukkan seberapa besar vektor bergerak ke arah sumbu y. Untuk ruang tiga dimensi, ada juga komponen pada sumbu z.
Komponen vektor mengubah satu panah miring menjadi beberapa bagian yang searah sumbu.
Pada bidang datar, vektor A dapat ditulis sebagai gabungan komponen pada sumbu x dan sumbu y.
A=Axi^+Ayj^
Notasi i^ adalah vektor satuan arah sumbu x, sedangkan j^ adalah vektor satuan arah sumbu y. Angka Ax dan Ay memberi tahu besar komponen pada masing-masing arah.
Misalnya, A=6i^+8j^ berarti vektor bergerak 6 satuan ke arah x positif dan 8 satuan ke arah y positif.
∣A∣=62+82=10
Panjang vektor didapat dari teorema Pythagoras karena komponen x dan y saling tegak lurus.
Dalam ruang tiga dimensi, vektor memerlukan tiga komponen. Bentuk umumnya adalah:
A=Axi^+Ayj^+Azk^
Vektor satuan k^ menunjukkan arah sumbu z. Komponen ini diperlukan saat gerak atau gaya tidak hanya berada pada bidang datar, misalnya drone bergerak ke timur, ke utara, sekaligus naik.
Komponen Vektor A
Vektor A=4i^+3j^+2k^ diuraikan menjadi tiga komponen yang saling tegak lurus.
Visual ini memakai langkah komponen yang berurutan: bergerak pada sumbu x, lalu sumbu y, lalu sumbu z. Ujung akhirnya tetap sama dengan ujung vektor A.
Seorang siswa berjalan 3 m ke timur, lalu 4 m ke utara. Jika timur dianggap sumbu x positif dan utara dianggap sumbu y positif, perpindahannya dapat ditulis:
s=3i^+4j^
∣s∣=32+42=5 m
Komponen membuat perhitungan lebih rapi karena setiap arah dihitung pada sumbunya sendiri.
Dari bentuk komponen, kita langsung tahu bahwa perpindahan bersihnya mengarah ke timur dan utara sekaligus. Besarnya 5 m berasal dari segitiga siku-siku dengan sisi 3 m dan 4 m.