Saat Dua Vektor Membentuk Sudut
Jika dua vektor searah, resultannya tinggal dijumlahkan. Jika berlawanan arah, resultannya tinggal dikurangkan. Namun, banyak gaya atau perpindahan membentuk sudut di antara keduanya. Pada kondisi ini, besar resultan dapat dicari dengan rumus kosinus.
Rumus ini dipakai ketika dua vektor dan diketahui besarnya, serta sudut apit di antara keduanya diketahui.
Sudut pada rumus kosinus adalah sudut antara dua vektor ketika pangkalnya dibuat berimpit.
Mengapa Ada Kosinus
Rumus kosinus muncul karena resultan dua vektor membentuk segitiga dengan dua sisi yang diketahui. Jika sudut antara kedua vektor kecil, kedua vektor saling menguatkan lebih besar. Jika sudutnya mendekati , keduanya makin saling meniadakan.
Nilai menangkap perubahan itu:
| Sudut apit | Nilai | Makna fisika |
|---|---|---|
| vektor searah dan saling menguatkan penuh | ||
| vektor saling tegak lurus | ||
| vektor berlawanan arah |
Ketika , rumus kosinus berubah menjadi bentuk Pythagoras karena .
Contoh Menghitung Resultan Gaya
Dua gaya bekerja pada satu titik. Gaya pertama sebesar , gaya kedua sebesar , dan sudut di antara keduanya . Tentukan besar resultannya.
Gunakan rumus:
Resultannya lebih kecil dari karena kedua gaya tidak searah penuh, tetapi lebih besar dari tiap gaya tunggal karena keduanya masih memiliki arah yang cukup berdekatan.
Memeriksa Jawaban dengan Kasus Batas
Kasus batas membantu mengecek apakah hasil masuk akal. Jika sudutnya , rumus harus memberi .
Jika sudutnya , rumus harus memberi selisih besar vektor.
Dengan cek ini, kalian bisa melihat bahwa rumus kosinus tidak berdiri sendiri. Rumus ini menyambung dengan aturan searah, berlawanan arah, dan tegak lurus yang sudah kalian kenal.
Kapan Memilih Rumus Kosinus
Pakai rumus kosinus ketika:
- hanya ada dua vektor;
- besar kedua vektor diketahui;
- sudut apit kedua vektor diketahui;
- yang ditanya adalah besar resultan.
Jika vektornya lebih dari dua atau sudutnya terhadap sumbu koordinat, metode komponen biasanya lebih rapi. Rumus kosinus paling kuat saat masalahnya benar-benar berupa dua vektor dengan satu sudut di antara keduanya.