Arah Perpindahan Memengaruhi Hasil Penjumlahan
Penjumlahan vektor berbeda dengan penjumlahan skalar. Pada penjumlahan skalar, kita hanya menjumlahkan besaran tanpa memperhatikan arah. Contohnya, gula ditambah gula menghasilkan gula. Namun, pada penjumlahan vektor, kita harus memperhatikan besaran dan arah.
Misalnya, seseorang berjalan ke timur kemudian ke barat, hasilnya berbeda dengan berjalan ke timur kemudian ke timur lagi. Hasil penjumlahan vektor disebut sebagai resultan vektor.
Penjumlahan Vektor dengan Metode Segitiga
Pada metode segitiga, susun kedua vektor secara berurutan:
- Gambar vektor pertama
- Geser vektor kedua secara sejajar hingga pangkalnya berada di ujung vektor pertama
- Gambar resultan dari pangkal vektor pertama ke ujung vektor kedua
Secara matematis, jika dan adalah dua vektor, maka:
Penjumlahan vektor memenuhi sifat komutatif, yaitu:
Penjumlahan Vektor dengan Metode Jajar Genjang
Caranya:
- Gambar kedua vektor dengan pangkal berimpit
- Buat jajar genjang dengan kedua vektor sebagai sisi
- Resultan vektor adalah diagonal jajar genjang yang melalui titik pangkal kedua vektor
Penjumlahan vektor juga memenuhi sifat komutatif, sehingga urutan penjumlahan tidak memengaruhi vektor hasil.
Penjumlahan dengan Metode Poligon
Untuk menjumlahkan lebih dari dua vektor, kita dapat menggunakan metode poligon. Prinsipnya adalah ujung vektor sebelumnya bertemu dengan pangkal vektor sesudahnya. Resultan vektor adalah vektor yang menghubungkan pangkal vektor pertama dengan ujung vektor terakhir.
Penjumlahan vektor dengan metode poligon juga memenuhi sifat asosiatif:
Untuk menjumlahkan tiga vektor dengan metode jajar genjang, kita dapat:
- Jumlahkan dua vektor terlebih dahulu untuk mendapatkan resultan
- Jumlahkan dengan vektor ketiga untuk mendapatkan resultan akhir
Untuk kedua diagram berikut, gunakan , , dan . Resultan sementaranya adalah dan . Kedua pengelompokan menghasilkan .
Penjumlahan Vektor secara Komponen
Selain secara grafis, vektor juga dapat dijumlahkan secara komponen. Dalam sistem koordinat, setiap vektor dapat dinyatakan dalam komponen-komponennya.
Jika dan , maka:
Contoh:
Penjumlahan secara komponen dan secara grafis memberikan hasil yang sama.
Kecepatan Perahu di Sungai
Penjumlahan vektor dapat digunakan untuk menghitung kecepatan perahu yang menyeberangi sungai:
- Jika kecepatan arus sungai nol, kecepatan perahu relatif terhadap tepi sungai sama dengan kecepatannya relatif terhadap air
- Jika kecepatan arus sungai tak nol, kecepatan perahu relatif terhadap tepi sungai adalah jumlah vektor antara kecepatan perahu relatif terhadap air dan kecepatan arus. Arah, besar, atau keduanya dapat berubah, bergantung pada arah arus
Deretan vektor perpindahan pada suatu perjalanan juga dapat dijumlahkan. Resultannya menunjukkan perpindahan bersih. Panjang rute dan rute terpendek harus dihitung dari lintasan perjalanan.
Perbedaan Penjumlahan Skalar dan Vektor
Penjumlahan skalar dan penjumlahan vektor sama-sama menghasilkan satu jawaban untuk masukan yang tetap. Perbedaannya, skalar hanya memiliki besar, sedangkan vektor juga memiliki arah. Mengubah arah vektor berarti mengubah masukannya dan dapat mengubah resultan.
Contoh penjumlahan skalar:
Untuk gula, .
Contoh penjumlahan vektor:
Untuk perpindahan searah, . Untuk arah berlawanan, .
Penjumlahan vektor digunakan untuk menghitung resultan perpindahan, kecepatan, percepatan, dan gaya.