Penjumlahan vektor berbeda dengan penjumlahan skalar. Pada penjumlahan skalar, kita hanya menjumlahkan besaran tanpa memperhatikan arah. Contohnya, 2 kg gula ditambah 3 kg gula menghasilkan 5 kg gula. Namun, pada penjumlahan vektor, kita harus memperhatikan besaran dan arah.
Misalnya, seseorang berjalan ke timur kemudian ke barat, hasilnya berbeda dengan berjalan ke timur kemudian ke timur lagi. Hasil penjumlahan vektor disebut sebagai .
Untuk menjumlahkan lebih dari dua vektor, kita dapat menggunakan metode poligon. Prinsipnya adalah ujung vektor sebelumnya bertemu dengan pangkal vektor sesudahnya. Resultan vektor adalah vektor yang menghubungkan pangkal vektor pertama dengan ujung vektor terakhir.
Penjumlahan Tiga Vektor dengan Metode Poligon
Penjumlahan vektor a+b+c menggunakan metode poligon.
Penjumlahan vektor dengan metode poligon juga memenuhi sifat asosiatif:
A+(B+C)=(A+B)+C
Untuk menjumlahkan tiga vektor dengan metode jajar genjang, kita dapat:
Jumlahkan dua vektor terlebih dahulu untuk mendapatkan resultan R1
Jumlahkan R1 dengan vektor ketiga untuk mendapatkan resultan akhir R2
Selain secara grafis, vektor juga dapat dijumlahkan secara komponen. Dalam sistem koordinat, setiap vektor dapat dinyatakan dalam komponen-komponennya.
Penjumlahan Vektor secara Komponen
Komponen vektor pada sumbu x, y, dan z.
Jika a=(ax,ay) dan b=(bx,by), maka:
a+b=(ax+bx,ay+by)
Contoh:
AC+AB=(−3,3)+(4,2)=(1,5)
Penjumlahan secara komponen dan secara grafis memberikan hasil yang sama.
Salah satu contoh aplikasi penjumlahan vektor adalah pada gerakan perahu menyeberangi sungai:
Jika kelajuan arus sungai nol (tidak ada arus), maka gerak perahu tidak berubah arah, hanya mengikuti arah yang dituju
Jika kelajuan arus sungai tidak nol, maka gerak perahu berubah, baik arah maupun kelajuannya
Aplikasi Penjumlahan Vektor: Perahu Menyeberangi Sungai
Resultan dari vektor kecepatan perahu dan vektor arus sungai.
Gerak perahu merupakan hasil penjumlahan vektor antara kecepatan perahu sendiri dengan kecepatan arus sungai. Ini seperti contoh pada peta rute kendaraan, di mana kita perlu mempertimbangkan setiap vektor perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lain untuk menentukan rute terpendek.
Penjumlahan skalar hanya menghasilkan satu jawaban, sedangkan penjumlahan vektor menghasilkan berbagai jawaban karena vektor berkaitan dengan arah.
Contoh penjumlahan skalar:
Untuk gula, 3 kg+4 kg=7 kg.
Contoh penjumlahan vektor:
Untuk perpindahan searah, 3 m ke timur+4 m ke timur=7 m ke timur. Untuk arah berlawanan, 3 m ke timur+4 m ke barat=1 m ke barat.
Dengan konsep penjumlahan vektor, kita dapat menganalisis berbagai fenomena fisik yang melibatkan besaran vektor seperti perpindahan, kecepatan, percepatan, dan gaya.