Tarikan Inti yang Terlihat dari Posisi
Tabel periodik bisa dibaca seperti denah posisi unsur. Letak unsur memberi petunjuk tentang ukuran atom, sulit atau mudahnya elektron lepas, dan kuatnya atom menarik elektron saat berikatan.
Kunci besarnya ada pada tarikan inti terhadap elektron valensi. Elektron valensi adalah elektron pada kulit terluar. Saat jumlah proton bertambah, tarikan inti cenderung makin kuat. Saat jumlah kulit bertambah, elektron valensi makin jauh dari inti dan tarikan terasa lebih lemah.
Mulai dari jalur periode: marker tampak paling besar, lalu mengecil ke arah . Artinya, dalam periode yang sama, inti makin kuat menarik elektron terluar.
- Dibaca sebagai
- Ukuran relatif atom, biasanya dalam .
- Dalam periode
- Dari ke , ukurannya mengecil.
- Dalam golongan
- Dari ke , ukurannya membesar.
- Alasan dekat
- Ke kanan, bertambah. Ke bawah, jumlah kulit bertambah.
Empat Sifat, Empat Pertanyaan
Jangan hafalkan panahnya dulu. Tanyakan dulu sifat itu sedang menjawab pertanyaan apa.
- Jari-jari atom bertanya: seberapa besar atomnya? Atom tidak punya permukaan keras, jadi ukuran dibaca dari jarak antarinti atau model pengukuran lain yang sebanding.
- Energi ionisasi pertama bertanya: seberapa sulit melepas satu elektron pertama dari atom netral?
- Afinitas elektron bertanya: energi apa yang berubah saat elektron masuk ke atom gas?
- Keelektronegatifan bertanya: seberapa kuat atom menarik elektron yang sedang dipakai bersama dalam ikatan?
Afinitas elektron dan keelektronegatifan sering tertukar. Bedanya begini: afinitas elektron membahas elektron masuk ke atom gas, sedangkan keelektronegatifan membahas tarikan elektron di dalam ikatan.
Pola yang Paling Sering Dipakai
Dalam satu periode, jumlah proton bertambah, tetapi elektron valensi masih berada pada kulit utama yang sama. Tarikan inti efektif makin kuat. Akibatnya, jari-jari atom cenderung mengecil, sedangkan energi ionisasi dan keelektronegatifan cenderung membesar.
Dalam satu golongan, jumlah kulit bertambah. Elektron valensi berada lebih jauh dari inti dan sebagian tarikan inti tertahan oleh elektron dalam. Efek penahan ini disebut perisai elektron. Bayangkan lampu yang ditutup beberapa lembar kertas. Cahayanya masih ada, tetapi dari luar terasa lebih lemah.
Afinitas elektron perlu dibaca lebih hati-hati. Jika kita memakai konvensi perubahan energi reaksi, nilai negatif berarti energi dilepas:
Gas mulia seperti sudah memiliki kulit valensi stabil, sehingga tidak mudah menerima elektron tambahan. Itulah sebabnya afinitas elektron tidak serapi tren jari-jari atom atau energi ionisasi.
Cara Membaca Arah Trennya
Pakai dua pertanyaan ini sebagai pegangan cepat, bukan sebagai soal baru: elektron valensi sedang makin dekat atau makin jauh dari inti? Tarikan inti efektifnya makin kuat atau makin lemah?
Jika elektron valensi makin dekat dan tarikan inti makin kuat, atom cenderung makin kecil dan elektronnya lebih sulit dilepas. Jika elektron valensi makin jauh karena kulit bertambah, atom cenderung makin besar dan elektron luarnya lebih mudah lepas. Dengan cara baca ini, panah tren tidak terasa seperti hafalan kosong.