Cara Mencari Kuartil di Data Kelompok
Kalau datanya tunggal, kita tinggal urutin terus cari posisi tengahnya. Nah, kalau datanya dikelompokkan dalam tabel frekuensi (kayak nilai ulangan yang dikelompokkan , , dst.), caranya sedikit beda nih. Kita nggak tahu nilai pastinya satu per satu, cuma tahu ada berapa data di tiap kelompok (kelas interval).
Sama kayak median data kelompok, buat cari kuartil (, , ), kita juga pakai cara interpolasi. Intinya, kita "menebak" posisi kuartil di dalam kelas interval tempat dia berada.
Letak kuartilnya kita tentukan pakai rumus ini:
- Letak = data ke
- Letak = data ke (atau )
- Letak = data ke
Di mana itu jumlah semua data.
Langkah Mencari Nilai Kuartil Data Kelompok
Anggap kita punya data penjualan sepatu di Toko A dalam bentuk tabel frekuensi berkelompok.
Buat Tabel Frekuensi Kumulatif
Pertama, kita butuh tabel frekuensi yang ada kolom frekuensi kumulatif (). Frekuensi kumulatif itu jumlah frekuensi dari kelas pertama sampai kelas tersebut. Ini penting buat tahu kuartilnya jatuh di kelas mana.
Misalnya, ini tabel penjualan sepatu:
| Ukuran Sepatu | Frekuensi () | Frekuensi Kumulatif () | Tepi Bawah () | Tepi Atas () | Panjang Kelas () |
|---|---|---|---|---|---|
| Jumlah |
Tentukan Letak Kelas Kuartil
Kita cari dulu posisi data ke berapa si kuartil itu.
Total data () adalah .
-
Letak : data ke .
Lihat kolom . Data ke- ada di kelas mana? Kelas pertama memiliki (belum cukup). Kelas kedua memiliki (data ke- sampai ke- ada di sini). Nah, berarti data ke- ada di kelas .
-
Letak (Median): data ke .
Lihat . Data ke- ada di kelas (karena sebelumnya , dan kelas ini ).
-
Letak : data ke .
Lihat . Data ke- ada di kelas juga (karena sebelumnya , dan kelas ini ).
Hitung Nilai Kuartil dengan Rumus Interpolasi
Setelah tahu kelasnya, kita pakai rumus ini buat cari nilai pastinya:
Di mana:
- = Nilai Kuartil ke-i (yang kita cari)
- = Tepi bawah kelas kuartil ke-i
- = Jumlah seluruh frekuensi
- = Frekuensi kumulatif SEBELUM kelas kuartil ke-i
- = Frekuensi kelas kuartil ke-i
- = Panjang kelas interval
Mencari Kuartil Penjualan Sepatu
Kita hitung dari tabel di atas.
-
Letak : Data ke-.
-
Kelas : .
-
Kita kumpulkan bahan-bahannya:
- Tepi bawah kelas () adalah
- Jumlah data () adalah
- Frekuensi kumulatif sebelum kelas () adalah (lihat kelas )
- Frekuensi kelas () adalah
- Panjang kelas () adalah
-
Masukkan ke rumus:
Jadi, nilai adalah . Artinya, sekitar sepatu yang terjual ukurannya atau lebih kecil.
Latihan
Coba hitung dari data penjualan sepatu di Toko A pada tabel di atas tadi.
Setelah dapat hasilnya, coba bandingkan dengan kuartil data tunggal. Kira-kira apa bedanya dan kenapa hasilnya bisa mirip atau beda?
Kunci Jawaban
-
Letak : Data ke-.
-
Kelas : .
-
Kumpulkan bahan:
- (tepi bawah kelas )
- (jumlah data)
- (lihat kelas )
- (frekuensi kelas )
- (panjang kelas)
-
Masukkan ke rumus:
Jadi, nilai adalah 45,35. Artinya, sekitar sepatu yang terjual ukurannya 45,35 atau lebih kecil (atau terjual ukurannya lebih besar dari 45,35).
Perbandingan dengan Data Tunggal:
Mencari kuartil data kelompok menggunakan interpolasi karena kita tidak tahu nilai pasti tiap data, hanya rentangnya. Hasilnya adalah perkiraan nilai kuartil.
Kalau data tunggal, kita bisa langsung menunjuk data ke berapa yang jadi kuartil (atau rata-rata dua data), jadi hasilnya lebih pasti (jika datanya memang tunggal).
Kuartil data kelompok memberikan gambaran bagus untuk data yang banyak dan sudah dikelompokkan.