• Nakafa

    Nakafa

    Belajar gratis dan berkualitas.
Mata pelajaran
    • Kelas 10
    • Kelas 11
    • Kelas 12
Latihan
Suci
  • Al Quran
Artikel
  • Politik
  • Komunitas
  • Tentang

Command Palette

Search for a command to run...

Busur dan Juring Lingkaran

Hubungan Panjang Busur dan Luas Juring

Konsep Dasar Hubungan Busur dan Juring

Dalam geometri lingkaran, terdapat hubungan yang sangat erat antara panjang busur dan luas juring. Bayangkan sebuah roda sepeda yang berputar, semakin besar sudut putaran roda tersebut, semakin panjang lintasan yang dilalui oleh titik di tepi roda dan semakin luas daerah yang disapu oleh jari-jari roda.

Hubungan ini dapat dinyatakan dalam bentuk perbandingan yang konsisten. Ketika sudut pusat suatu lingkaran berubah, maka panjang busur dan luas juring akan berubah secara proporsional dengan perbandingan yang sama terhadap keliling dan luas total lingkaran.

Perbandingan Fundamental

Perbandingan mendasar yang menghubungkan panjang busur dan luas juring terhadap lingkaran utuh dapat dinyatakan sebagai berikut:

Panjang BusurKeliling Lingkaran=Luas JuringLuas Lingkaran=α360°\frac{\text{Panjang Busur}}{\text{Keliling Lingkaran}} = \frac{\text{Luas Juring}}{\text{Luas Lingkaran}} = \frac{\alpha}{360°}Keliling LingkaranPanjang Busur​=Luas LingkaranLuas Juring​=360°α​

Rumus ini menunjukkan bahwa perbandingan panjang busur terhadap keliling lingkaran sama dengan perbandingan luas juring terhadap luas lingkaran, yang keduanya sama dengan perbandingan sudut pusat terhadap sudut penuh lingkaran.

Formula Matematis

Berdasarkan hubungan proporsional tersebut, kita dapat menurunkan formula untuk menghitung panjang busur dan luas juring:

Panjang Busur=α360°×2πr\text{Panjang Busur} = \frac{\alpha}{360°} \times 2\pi rPanjang Busur=360°α​×2πr
Luas Juring=α360°×πr2\text{Luas Juring} = \frac{\alpha}{360°} \times \pi r^2Luas Juring=360°α​×πr2

Dari kedua formula ini, kita dapat menemukan hubungan langsung antara panjang busur dan luas juring:

Luas Juring=12×Panjang Busur×r\text{Luas Juring} = \frac{1}{2} \times \text{Panjang Busur} \times rLuas Juring=21​×Panjang Busur×r

Visualisasi Hubungan Proporsional

Mari kita lihat bagaimana hubungan proporsional ini berlaku untuk berbagai sudut pusat. Setiap sudut pusat menghasilkan perbandingan yang konsisten antara panjang busur dan luas juring terhadap keseluruhan lingkaran.

Sudut 45°45°45° menghasilkan perbandingan 18\frac{1}{8}81​
Lingkaran dengan sudut pusat 45°45°45° menunjukkan bahwa panjang busur = 18\frac{1}{8}81​ keliling dan luas juring = 18\frac{1}{8}81​ luas lingkaran.
Sudut 90°90°90° menghasilkan perbandingan 14\frac{1}{4}41​
Lingkaran dengan sudut pusat 90°90°90° menunjukkan bahwa panjang busur = 14\frac{1}{4}41​ keliling dan luas juring = 14\frac{1}{4}41​ luas lingkaran.
Sudut 180°180°180° menghasilkan perbandingan 12\frac{1}{2}21​
Lingkaran dengan sudut pusat 180°180°180° menunjukkan bahwa panjang busur = 12\frac{1}{2}21​ keliling dan luas juring = 12\frac{1}{2}21​ luas lingkaran.
Sudut α\alphaα untuk semua kasus umum
Setiap sudut pusat α\alphaα mengikuti pola yang sama: panjang busur = α360°\frac{\alpha}{360°}360°α​ keliling dan luas juring = α360°\frac{\alpha}{360°}360°α​ luas lingkaran.

Dari visualisasi di atas, kita dapat melihat pola yang konsisten. Untuk setiap sudut pusat α\alphaα, berlaku hubungan matematis:

Panjang Busur=α360°×Keliling Lingkaran\text{Panjang Busur} = \frac{\alpha}{360°} \times \text{Keliling Lingkaran}Panjang Busur=360°α​×Keliling Lingkaran
Luas Juring=α360°×Luas Lingkaran\text{Luas Juring} = \frac{\alpha}{360°} \times \text{Luas Lingkaran}Luas Juring=360°α​×Luas Lingkaran

Atau dalam bentuk rumus lengkap:

Panjang Busur=α360°×2πr\text{Panjang Busur} = \frac{\alpha}{360°} \times 2\pi rPanjang Busur=360°α​×2πr
Luas Juring=α360°×πr2\text{Luas Juring} = \frac{\alpha}{360°} \times \pi r^2Luas Juring=360°α​×πr2

Penting untuk dipahami bahwa kedua rumus ini saling terkait. Dua busur dikatakan kongruen pada lingkaran yang sama jika sudut pusat yang bersesuaian sama besar. Selain itu, panjang busur yang dibuat oleh dua busur yang berdekatan dengan titik ujung yang berhimpit akan sama dengan jumlah panjang kedua busur tersebut.

Aplikasi dalam Pengukuran Bumi

Salah satu penerapan paling menarik dari hubungan panjang busur dan luas juring adalah pengukuran keliling Bumi oleh Eratosthenes sekitar tahun 276-195 SM. Dengan mengamati bahwa sinar matahari jatuh tegak lurus di Syene pada saat yang sama membentuk sudut 7,2° di Alexandria yang berjarak 500 mil, ia dapat menghitung keliling Bumi.

Pengukuran Keliling Bumi oleh Eratosthenes
Visualisasi menunjukkan sudut 7.2°7.2°7.2° antara Alexandria dan Syene dengan jarak 500 mil.

Menggunakan hubungan proporsional:

Jarak Alexandria-SyeneKeliling Bumi=7,2°360°\frac{\text{Jarak Alexandria-Syene}}{\text{Keliling Bumi}} = \frac{7,2°}{360°}Keliling BumiJarak Alexandria-Syene​=360°7,2°​
500 milKeliling Bumi=7,2°360°=150\frac{500 \text{ mil}}{\text{Keliling Bumi}} = \frac{7,2°}{360°} = \frac{1}{50}Keliling Bumi500 mil​=360°7,2°​=501​
Keliling Bumi=500×50=25.000 mil\text{Keliling Bumi} = 500 \times 50 = 25.000 \text{ mil}Keliling Bumi=500×50=25.000 mil

Hubungan Antara Busur dan Juring

Penting untuk memahami bahwa dalam satu lingkaran dengan sudut pusat yang sama, perbandingan antara panjang busur dan luas juring memiliki hubungan khusus:

Luas JuringPanjang Busur=r2\frac{\text{Luas Juring}}{\text{Panjang Busur}} = \frac{r}{2}Panjang BusurLuas Juring​=2r​

Hubungan ini menunjukkan bahwa rasio luas juring terhadap panjang busur selalu sama dengan setengah jari-jari lingkaran, tidak bergantung pada besar sudut pusat.

Latihan

  1. Sebuah lingkaran memiliki jari-jari 14 cm. Jika panjang busur suatu juring adalah 22 cm, tentukan luas juring tersebut.

  2. Diketahui luas juring sebesar 154 cm² dan panjang busur 22 cm. Tentukan jari-jari lingkaran tersebut.

  3. Dua kota terletak pada garis lintang yang sama dengan jarak 1.000 km. Jika sudut yang dibentuk di pusat Bumi adalah 9°, tentukan perkiraan keliling Bumi.

Kunci Jawaban

  1. Langkah Penyelesaian:

    Diketahui: r=14 cmr = 14 \text{ cm}r=14 cm, panjang busur = 22 cm

    Menggunakan hubungan: Luas Juring=12×Panjang Busur×r\text{Luas Juring} = \frac{1}{2} \times \text{Panjang Busur} \times rLuas Juring=21​×Panjang Busur×r

    Luas Juring=12×22×14\text{Luas Juring} = \frac{1}{2} \times 22 \times 14Luas Juring=21​×22×14
    =22×142= \frac{22 \times 14}{2}=222×14​
    =3082= \frac{308}{2}=2308​
    =154 cm2= 154 \text{ cm}^2=154 cm2
  2. Langkah Penyelesaian:

    Diketahui: Luas juring = 154 cm², panjang busur = 22 cm

    Menggunakan hubungan: Luas JuringPanjang Busur=r2\frac{\text{Luas Juring}}{\text{Panjang Busur}} = \frac{r}{2}Panjang BusurLuas Juring​=2r​

    15422=r2\frac{154}{22} = \frac{r}{2}22154​=2r​
    7=r27 = \frac{r}{2}7=2r​
    r=14 cmr = 14 \text{ cm}r=14 cm
  3. Langkah Penyelesaian:

    Diketahui: Jarak = 1.000 km, sudut = 9°

    Menggunakan perbandingan: JarakKeliling Bumi=9°360°\frac{\text{Jarak}}{\text{Keliling Bumi}} = \frac{9°}{360°}Keliling BumiJarak​=360°9°​

    1.000Keliling Bumi=9°360°=140\frac{1.000}{\text{Keliling Bumi}} = \frac{9°}{360°} = \frac{1}{40}Keliling Bumi1.000​=360°9°​=401​
    Keliling Bumi=1.000×40\text{Keliling Bumi} = 1.000 \times 40Keliling Bumi=1.000×40
    =40.000 km= 40.000 \text{ km}=40.000 km
Sebelumnya

Juring Lingkaran

Selanjutnya

Tembereng

  • Hubungan Panjang Busur dan Luas JuringPahami hubungan proporsional panjang busur dan luas juring. Kuasai rasio fundamental, rumus langsung, dan aplikasi sejarah pengukuran Bumi Eratosthenes.
Pada halaman ini
  • Konsep Dasar Hubungan Busur dan Juring
  • Perbandingan Fundamental
  • Formula Matematis
  • Visualisasi Hubungan Proporsional
  • Aplikasi dalam Pengukuran Bumi
  • Hubungan Antara Busur dan Juring
  • Latihan
    • Kunci Jawaban
  • Komentar
  • Lapor
  • Kode sumber