Perhatikan kurva di bawah ini!
Pernyataan yang benar mengenai kurva tersebut adalah
- Titik potong kurva tersebut terhadap sumbu adalah .
- Titik potong kurva tersebut terhadap sumbu adalah dan .
- Sumbu simetri .
- Sumbu simetri .
Search for a command to run...
Perhatikan kurva di bawah ini!
Pernyataan yang benar mengenai kurva tersebut adalah
Kita akan menganalisis setiap pernyataan berdasarkan grafik yang diberikan.
Berdasarkan grafik, terlihat jelas bahwa kurva memotong sumbu x di titik (4,0).
Jadi, pernyataan (1) benar.
Berdasarkan grafik, kurva memotong sumbu y di dua titik, yaitu di y=3 dan y=−5. Maka titik potongnya adalah (0,3) dan (0,−5).
Pernyataan (2) menyebutkan titik potongnya adalah (0,−5) dan (0,1). Karena (0,3)=(0,1), maka pernyataan ini tidak sesuai dengan grafik.
Jadi, pernyataan (2) salah.
Sumbu simetri untuk parabola horizontal dapat ditentukan dari titik tengah antara kedua titik potong sumbu y (jika diketahui).
Diperoleh sumbu simetri adalah garis y=−1.
Jadi, pernyataan (3) benar.
Karena sumbu simetri adalah garis horizontal y=−1, maka pernyataan bahwa sumbu simetri adalah x=−3 (garis vertikal) jelas keliru.
Jadi, pernyataan (4) salah.
Pernyataan yang benar adalah pernyataan (1) dan (3).
Diketahui y=−x2−2x+8, persamaan garis singgung di titik dengan absis −2 adalah...
Diketahui fungsi y=−x2−2x+8. Kita akan mencari persamaan garis singgung di titik dengan absis x=−2.
Substitusikan x=−2 ke dalam persamaan kurva:
Jadi, titik singgungnya adalah (−2,8).
Gradien garis singgung m adalah nilai turunan pertama y′ pada absis titik singgung.
Substitusikan x=−2:
Gunakan rumus persamaan garis yang melalui titik (x1,y1) dengan gradien m:
Substitusikan x1=−2, y1=8, dan m=2:
Jadi, persamaan garis singgungnya adalah y=2x+12.
Diberikan 4 buah bilangan sebagai berikut:
Bilangan-bilangan tersebut jika dibagi 5 bersisa 4 dan jika dibagi 4 bersisa 3. Yang benar adalah...
Kita akan memeriksa setiap bilangan apakah memenuhi dua syarat berikut:
Bilangan 19 memenuhi kedua syarat. (Benar)
Bilangan 29 tidak memenuhi syarat kedua karena bersisa 1 saat dibagi 4. (Salah)
Bilangan 39 memenuhi kedua syarat. (Benar)
Bilangan 49 tidak memenuhi syarat kedua karena bersisa 1 saat dibagi 4. (Salah)
Bilangan yang memenuhi syarat adalah 19 dan 39 (Pernyataan 1 dan 3).
Diberikan 4 bidang datar sebagai berikut:
Berapa banyak bidang datar yang memiliki paling banyak 2 simetri lipat dan 2 simetri putar?
Kita akan menganalisis jumlah simetri lipat dan simetri putar untuk setiap bangun datar. Syarat yang diminta adalah memiliki paling banyak 2 simetri lipat dan 2 simetri putar.
Trapesium siku-siku tidak memiliki sumbu simetri maupun simetri putar tingkat tinggi (hanya simetri putar tingkat 1, yaitu posisi awal).
Bangun ini memenuhi syarat (karena 0≤2 dan 1≤2).
Segilima beraturan memiliki 5 sisi yang sama panjang.
Bangun ini tidak memenuhi syarat.
Segitiga sama sisi memiliki 3 sisi yang sama panjang.
Bangun ini tidak memenuhi syarat.
Layang-layang memiliki satu sumbu simetri utama.
Bangun ini memenuhi syarat.
Bangun datar yang memenuhi syarat adalah:
Jadi, ada 2 bidang datar yang memenuhi syarat.
Diketahui an adalah suku ke-n suatu barisan bilangan. Jika an+1=an+2+2an, a3=−1, dan a5=3, maka nilai dari a2 adalah ...
Diketahui rumus rekursif barisan bilangan:
Kita diberikan nilai a3=−1 dan a5=3. Kita diminta untuk mencari nilai a2.
Pertama, kita mencari nilai a4 menggunakan rumus rekursif dengan mensubstitusi n=3 untuk menghubungkan a3, a4, dan a5.
Substitusikan nilai a5=3 dan a3=−1:
Selanjutnya, kita mencari nilai a2. Karena kita sudah memiliki nilai a3 dan a4, kita bisa menggunakan rumus rekursif dengan n=2 untuk menghubungkan a2, a3, dan a4.
Substitusikan nilai a3=−1 dan a4=1:
Jadi, nilai a2 adalah −1.
Diketahui matriks A=(2−1x−21). Jika det(A)=8, maka nilai dari x adalah ...
Diketahui matriks A=(2−1x−21). Kita diminta untuk mencari nilai x jika det(A)=8.
Determinan matriks ordo 2×2 dihitung dengan rumus ad−bc.
Kita tahu bahwa det(A)=8, maka:
Jadi, nilai x adalah 8.
Diketahui f(x)=x+1 dan (f(x))2=5f(x)−4 dipenuhi oleh x1 atau x2. Berapakah nilai dari x1+x2?
Kita diberikan persamaan (f(x))2=5f(x)−4. Kita bisa mengubahnya menjadi persamaan kuadrat dalam f(x):
Persamaan ini dipenuhi oleh x1 dan x2. Berdasarkan rumus jumlah akar-akar persamaan kuadrat (x1+x2=−ab), maka jumlah nilai-nilai f(x) yang memenuhi persamaan tersebut adalah:
Diketahui f(x)=x+1. Kita substitusikan ke persamaan di atas:
Jadi, nilai dari x1+x2 adalah 3.
Pada suatu desa dengan penduduk 600 orang, terdapat 450 orang yang memelihara kambing dan 300 orang yang memelihara ayam. Berapakah jumlah dari banyak maksimum orang yang memelihara kedua hewan dengan banyak minimum orang yang memelihara kedua hewan?
Kita memiliki dua kelompok:
Jumlah maksimum orang yang memelihara kedua hewan adalah jumlah anggota dari kelompok yang lebih kecil. Ini terjadi jika seluruh anggota kelompok yang lebih kecil juga merupakan anggota kelompok yang lebih besar.
Jumlah minimum orang yang memelihara kedua hewan terjadi ketika penyebaran kedua kelompok seluas mungkin, sehingga irisannya sekecil mungkin. Rumusnya adalah:
Substitusikan nilai yang diketahui:
Kita diminta mencari jumlah dari nilai maksimum dan minimum tersebut.
Jadi, jumlah dari banyak maksimum dan minimum orang yang memelihara kedua hewan adalah 450.
Suatu sandi terdiri dari 2 huruf vokal dan 2 angka dengan urutan berselang-seling dan diawali dengan huruf. Pembentukan sandi tersebut mengikuti aturan sebagai berikut:
Berapa banyak sandi yang dapat dibentuk apabila tidak boleh ada huruf dan angka yang berulang?
Kita akan menyusun sandi dengan pola Huruf - Angka - Huruf - Angka.
Misalkan slot untuk sandi tersebut adalah:
Diketahui himpunan yang tersedia:
Aturan dan Batasan:
Karena A1 harus ganjil dan A2 dipilih dari himpunan tertentu, terdapat irisan pada angka 1. Kita perlu membagi kasus berdasarkan nilai A2.
Jika kita memilih angka 1 untuk posisi A2:
Total cara untuk Kasus 1:
Jika kita memilih angka selain 1 untuk posisi A2 (yaitu genap):
Total cara untuk Kasus 2:
Jumlahkan hasil dari kedua kasus tersebut:
Jadi, banyak sandi yang dapat dibentuk adalah 72.
Diberikan kumpulan data terurut 4,4,a,b, dan c. Rata-rata kelima bilangan tersebut adalah 8. Data terbesar diketahui bernilai 3 kali lipat dari nilai median. Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berikut berdasarkan informasi yang diberikan?
| P | Q |
|---|---|
| Median | 4 |
Data terurut yang diberikan adalah 4,4,a,b,c. Karena data sudah terurut dan berjumlah ganjil (5 data), maka mediannya adalah data ke-3, yaitu a.
Diketahui data terbesar adalah c dan nilainya 3 kali median, sehingga:
Rata-rata kelima bilangan adalah 8:
Substitusikan c=3a ke dalam persamaan:
Karena data terurut, maka berlaku 4≤a≤b≤c. Kita akan mencari batas nilai a.
Dari ketidaksamaan a≤b:
Dari ketidaksamaan b≤c:
Perhatikan juga bahwa a≥4 (dari urutan data). Karena 4,57>4, maka syarat terkuat adalah a≥4,57.
Rentang nilai a adalah 4,57≤a≤6,4.
Nilai P adalah median (a) dan nilai Q adalah 4. Karena nilai minimum a adalah 4,57 yang lebih besar dari 4, maka pasti P>Q.
Jadi, hubungan yang benar adalah P>Q.
Diketahui 0<x<1. Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berikut berdasarkan informasi yang diberikan?
| P | Q |
|---|---|
| 2x−14x−1 | 2x2x+1 |
Kita akan menyederhanakan bentuk P terlebih dahulu. Ingat bahwa 4x=(22)x=(2x)2. Maka bentuk 4x−1 adalah selisih kuadrat yang dapat difaktorkan menjadi (2x−1)(2x+1).
Selanjutnya, kita perhatikan bentuk Q:
Kita bisa melihat hubungan antara P dan Q dengan mensubstitusi P=2x+1 ke dalam persamaan Q:
Diketahui 0<x<1. Kita analisis nilai 2x pada rentang tersebut:
Sehingga, 1<2x<2.
Kembali ke persamaan P=Q⋅2x: Karena 2x>1 dan Q bernilai positif (karena 2x>0), maka hasil kali Q dengan bilangan yang lebih besar dari 1 akan menghasilkan nilai yang lebih besar dari Q itu sendiri.
Jadi, hubungan yang benar adalah P>Q.
Diberikan operasi pada himpunan bilangan bulat yang didefinisikan dengan aturan β(w⊕x⊖y⊗z)=2w+x⋅y−(−z). Nilai dari β(2⊕3⊖4⊗(−2)) adalah ...
Diketahui aturan operasi:
Kita diminta mencari nilai dari:
Dengan membandingkan posisi variabel, kita dapatkan:
Substitusikan nilai-nilai tersebut ke dalam rumus:
Jadi, nilai dari operasi tersebut adalah 14.
Segitiga ABC merupakan segitiga sama kaki dengan AC=BC. Tentukan besar sudut ∠BPC!
Putuskan apakah pernyataan (1) dan (2) berikut cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut!
Kita diminta untuk menentukan besar sudut ∠BPC pada segitiga sama kaki ABC dengan AC=BC.
Diketahui ∠CAB=40∘. Karena △ABC sama kaki dengan AC=BC, maka sudut-sudut di alasnya sama besar:
Kita dapat menghitung besar sudut puncak ∠ACB:
Namun, informasi ini tidak memberikan keterangan mengenai posisi titik P pada sisi AB. Titik P bisa berada di mana saja sepanjang segmen AB. Akibatnya, besar ∠BPC akan bervariasi tergantung pada posisi P. Oleh karena itu, pernyataan (1) SAJA tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.
Diketahui PC merupakan garis bagi segitiga ABC. Dalam konteks ini, PC adalah garis bagi sudut C yang memotong sisi AB di titik P.
Pada segitiga sama kaki dengan AC=BC, garis bagi yang ditarik dari titik puncak (sudut yang diapit oleh sisi-sisi yang sama panjang) ke sisi alas memiliki sifat-sifat khusus. Garis tersebut juga merupakan:
Karena PC adalah garis tinggi, maka PC⊥AB. Sehingga, besar sudut yang dibentuk adalah siku-siku:
Kita mendapatkan nilai pasti untuk ∠BPC. Oleh karena itu, pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan.
Pernyataan (1) tidak cukup, sedangkan pernyataan (2) cukup. Jadi, pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup.
Jika diketahui f(x)=5−x dan g(x)=2x−1. Tentukan mana di antara pernyataan berikut yang benar:
Kita akan menganalisis setiap pernyataan satu per satu berdasarkan fungsi f(x)=5−x dan g(x)=2x−1.
Pernyataan: g(x) merupakan garis linear dengan gradien 2.
Fungsi g(x)=2x−1 adalah fungsi eksponensial, bukan fungsi linear. Fungsi linear memiliki bentuk umum y=mx+c, sedangkan ini adalah bentuk pangkat. Oleh karena itu, pernyataan (1) salah.
Pernyataan: f(x) dan g(x) berpotongan pada nilai x>0.
Untuk mencari titik potong, kita samakan kedua fungsi:
Jika kita mensubstitusikan x=2:
Kedua fungsi memiliki nilai yang sama yaitu 3 pada saat x=2. Karena 2>0, maka pernyataan (2) benar.
Pernyataan: f(x) berada di atas g(x) untuk semua nilai x.
Mari kita cek nilai x>2, misalnya x=3:
Di sini terlihat bahwa g(3)>f(3), yang berarti kurva g(x) berada di atas f(x). Oleh karena itu, pernyataan bahwa f(x) selalu di atas g(x) adalah tidak tepat. Pernyataan (3) salah.
Pernyataan: Grafik f(x) dan g(x) berpotongan di (2,3).
Seperti yang telah dibuktikan pada analisis pernyataan (2), kedua grafik berpotongan saat x=2 dan menghasilkan nilai y=3. Jadi titik potongnya adalah (2,3). Pernyataan (4) benar.
Pernyataan yang benar adalah (2) dan (4).
Bak air Joko mampu menampung air sebanyak 86 liter. Sayangnya, bak air Joko retak sehingga ada air yang bocor berkisar antara 0,3 liter dan 0,7 liter per jam. Pada pukul 07.00 pagi, Joko telah mengisi penuh air di bak miliknya. Antara pukul 07.00−11.00 tidak ada pengisian maupun pemakaian air. Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berikut berdasarkan informasi yang diberikan?
| P | Q |
|---|---|
| 83,1 liter | Volume air pada pukul 11.00 |
Diketahui:
Kita akan menghitung rentang volume air yang bocor selama 4 jam:
Jadi, total air yang bocor adalah antara 1,2 liter hingga 2,8 liter.
Selanjutnya, kita hitung sisa volume air (Q) pada pukul 11.00. Volume air Q adalah volume awal dikurangi total kebocoran:
Karena total kebocoran berkisar antara 1,2 dan 2,8 liter, maka rentang Q adalah:
Sehingga, 83,2<Q<84,8.
Sekarang kita bandingkan P dan Q:
Karena 83,1<83,2, maka nilai P selalu lebih kecil dari nilai minimum yang mungkin untuk Q.
Jadi, P<Q.
Diketahui saat ini gaji Farhat dibandingkan dengan gaji Abas adalah 2:3. Jika Farhat dan Abas mendapatkan kenaikan gaji sebesar 40.000 rupiah, maka perbandingan gaji mereka menjadi 5:7. Berapakah gaji Abas sekarang?
Misalkan gaji Farhat adalah F dan gaji Abas adalah A.
Diketahui perbandingan gaji awal mereka adalah 2:3:
Setelah keduanya mendapatkan kenaikan gaji sebesar 40.000 rupiah, perbandingannya menjadi 5:7. Untuk mempermudah perhitungan, kita akan menggunakan angka dalam ribuan (hilangkan 3 nol terakhir sementara), sehingga kenaikannya adalah 40.
Kita dapat menuliskan persamaan ini sebagai:
Kalikan silang persamaan tersebut:
Substitusikan F=32A ke dalam persamaan:
Kumpulkan suku yang mengandung A di satu sisi dan konstanta di sisi lain:
Kalikan kedua sisi dengan 3 untuk mendapatkan nilai A:
Karena kita menggunakan satuan ribuan, maka gaji Abas sebenarnya adalah 240.000 rupiah.
Jadi, gaji Abas sekarang adalah 240.000 rupiah.
Diberikan 4 buah bilangan sebagai berikut:
Bilangan-bilangan tersebut jika dibagi 5 bersisa 3 dan jika dibagi 4 bersisa 2. Diantara keempat bilangan tersebut, mana yang benar?
Kita akan memeriksa setiap bilangan apakah memenuhi kedua kondisi: dibagi 5 bersisa 3 DAN dibagi 4 bersisa 2.
Bilangan: 18.
Jadi, bilangan 18 benar.
Bilangan: 38.
Jadi, bilangan 38 benar.
Bilangan: 58.
Jadi, bilangan 58 benar.
Bilangan: 78.
Jadi, bilangan 78 benar.
Kesimpulannya, keempat bilangan tersebut benar.
Diberikan 4 bidang datar sebagai berikut:
Berapa banyak bidang datar yang simetri lipat dan simetri putarnya tidak sama banyak?
Kita akan menentukan jumlah simetri lipat dan tingkat simetri putar untuk setiap bangun datar yang diberikan.
Jumlahnya sama (1=1).
Jumlahnya sama (2=2).
Jumlahnya sama (3=3).
Jumlahnya sama (1=1).
Semua bangun datar memiliki jumlah simetri lipat dan simetri putar yang sama. Jadi, banyaknya bidang datar yang simetri lipat dan simetri putarnya tidak sama banyak adalah 0.
Diketahui an adalah suku ke-n suatu barisan bilangan. Jika an=an+1+3an+3, a1=−1 dan a2=2 maka nilai dari a4+a1 adalah
Kita diberikan rumus rekursif untuk barisan bilangan sebagai berikut:
Diketahui juga nilai a1=−1 dan a2=2. Kita diminta untuk mencari nilai dari a4+a1.
Untuk mencari a4, kita dapat menggunakan persamaan yang diberikan dengan mensubstitusikan n=1:
Selanjutnya, kita substitusikan nilai a1=−1 dan a2=2 ke dalam persamaan tersebut:
Sekarang kita sudah mendapatkan nilai a4=−1. Kita diminta untuk mencari nilai a4+a1:
Jadi, nilai dari a4+a1 adalah −2.
Diketahui matriks A=(2x−1−21). Jika det(A)=4, maka nilai dari x adalah
Kita diberikan matriks A sebagai berikut:
Diketahui determinan dari matriks A adalah 4. Rumus determinan untuk matriks 2×2 seperti (acbd) adalah ad−bc.
Kita akan menghitung determinan matriks A dan menyamakannya dengan 4:
Jadi, nilai dari x adalah 2.