Besar Resultan Belum Menentukan Arah Vektor
Rumus kosinus memberi besar resultan, tetapi belum memberi arah lengkapnya. Dalam soal vektor, jawaban seperti belum cukup jika arah gayanya belum disebutkan.
Untuk dua vektor, arah resultan dapat ditentukan dengan rumus sinus. Rumus ini bekerja pada segitiga resultan yang dibentuk oleh dua vektor dan resultannya.
Pada bentuk ini, adalah sudut apit antara dan , adalah besar resultan, dan adalah sudut antara dan resultan .
Rumus sinus biasanya dipakai setelah besar resultan sudah diketahui.
Membaca Sudut yang Dicari
Sebelum menghitung, tentukan dulu arah acuan. Jika ditanya arah resultan terhadap , maka sudut yang dicari adalah sudut dari menuju .
Jika ditanya arah terhadap , sudutnya berbeda. Jangan menukar sudut tanpa melihat segitiga vektornya.
Hubungan yang sering dipakai:
Rumus ini mencari sudut resultan terhadap vektor . Karena sisi yang berhadapan dengan sudut adalah besar vektor , maka muncul di pembilang.
Contoh Arah Resultan Dua Gaya
Dua gaya bekerja pada satu titik. , , dan sudut apitnya . Dari rumus kosinus, besar resultannya adalah .
Sekarang cari sudut antara dan .
Maka:
Jadi, resultan gaya besarnya sekitar dengan arah dari menuju .
Mengecek dengan Metode Komponen
Arah yang sama dapat dicek memakai komponen. Jika diletakkan pada sumbu positif, maka:
Untuk contoh yang sama:
Menghitung memberi . Hasil ini cocok dengan hasil dari rumus sinus dan menunjukkan bahwa sudut yang dihitung adalah .
Karena , invers sinus saja dapat memberi sudut lancip padahal segitiga memerlukan sudut pelurus yang tumpul. Gunakan geometri vektor atau bentuk komponen untuk memilih kuadran yang benar.
Metode Komponen untuk Lebih dari Dua Vektor
Jika vektornya lebih dari dua, metode komponen menempatkan semua vektor pada sumbu dan yang sama, lalu menjumlahkan komponennya. Kita tidak perlu membuat beberapa segitiga dan menentukan sudut mana yang masuk ke setiap persamaan rumus sinus. Metode komponen juga langsung cocok saat arah vektor sudah diukur dari sumbu koordinat.
Rumus sinus dapat dipakai ketika ada dua vektor, sudut apit dan besar resultan sudah diketahui, lalu arah resultan terhadap salah satu vektor perlu dicari. Sebelum menuliskan arah, periksa geometri atau gunakan agar kuadran sudutnya benar.