Gunakan identitas perkalian, pembagian, perpangkatan, dan perubahan basis untuk menyederhanakan bentuk, menyelesaikan persamaan, dan membaca model logaritmik.
Identitas logaritma mengubah perkalian menjadi penjumlahan, pembagian menjadi pengurangan, dan pangkat menjadi koefisien. Gunakan identitas ini untuk memisahkan satu logaritma menjadi beberapa suku atau menggabungkan beberapa suku menjadi satu logaritma.
Logaritma adalah operasi kebalikan dari perpangkatan. Jika bx=a, maka . Setiap contoh berikut memakai argumen logaritma positif dan basis yang memenuhi serta .
Dalam model magnitudo sederhana, amplitudo gelombang seismik terukur A dibandingkan dengan amplitudo acuan A0:
M=log(A0A)
Keterangan:
M adalah magnitudo dalam model sederhana ini
A adalah amplitudo terukur
A0 adalah amplitudo acuan
Contoh: Misalkan amplitudo terukur bernilai 107 kali amplitudo acuan. Berapa magnitudo yang diberikan oleh model sederhana tersebut?
Penyelesaian:
M=log(A0A)
=log(A0107A0)
=log(107)
=7
Rasio amplitudo tersebut setara dengan magnitudo 7 dalam model sederhana ini. Perhitungan magnitudo gempa sebenarnya juga memperhitungkan instrumen, jenis gelombang, dan jarak sumber.
Dalam model pengisian orde pertama yang disederhanakan, waktu untuk mencapai suatu bagian dari kapasitas maksimum adalah:
t=−k1ln(1−C0C)
Keterangan:
t = waktu pengisian (dalam menit)
k = konstanta pengisian
C = kapasitas yang diinginkan
C0 = kapasitas maksimum
Contoh: Tentukan waktu yang diperlukan untuk mengisi daya baterai yang dayanya kosong menjadi 90% penuh. Anggap k=0,02.
Penyelesaian:
t=−k1ln(1−C0C)
=−0,021ln(1−C00,9C0)
=−50ln(1−0,9)
=−50ln(0,1)
≈115,13
Dalam model sederhana ini, pengisian hingga 90% memerlukan sekitar 115 menit. Sistem pengisian nyata dapat mengubah lajunya saat kapasitas hampir penuh.
Jika laju penurunan nilai sesaat sebanding dengan nilai mobil saat itu, model eksponensialnya berbentuk:
H(t)=cekt
Pada model ini, H(t) adalah nilai mobil pada waktu t.
Contoh: Harga mobil baru adalah 200 juta rupiah dan nilai dalam model setelah 5 tahun menjadi 100 juta rupiah. Jika laju penurunan eksponensial yang sama berlanjut, tentukan nilai dalam model setelah 10 tahun.
Penyelesaian:
H(0)=200 juta, maka200=ce0=c
H(5)=100 juta, maka100=200e5k
e5k=21, sehingga 5k=ln(21)
k=51ln(21)≈−0,1386
Dari hasil tersebut, diperoleh harga mobil setiap saat t adalah:
H(t)=200e5ln(1/2)t≈200e−0,1386t
Jadi, harga mobil setelah 10 tahun digunakan adalah: