For AI agents: use /llms.txt for the Nakafa content index.
Identitas logaritma adalah sifat-sifat khusus yang berlaku untuk semua fungsi logaritma. Sifat-sifat ini sangat membantu kita dalam menyederhanakan perhitungan dan menyelesaikan persamaan logaritma yang rumit.
Sebelum membahas identitas logaritma, mari ingat kembali bahwa logaritma adalah kebalikan dari eksponen. Jika bx=a, maka bloga=x.
Logaritma dari perkalian sama dengan penjumlahan logaritma masing-masing bilangan.
Logaritma dari pembagian sama dengan pengurangan logaritma pembilang dengan logaritma penyebut.
Logaritma dari suatu bilangan berpangkat sama dengan pangkat dikali logaritma bilangan tersebut.
Identitas ini memungkinkan kita mengubah basis logaritma sesuai kebutuhan.
Jika blogM=blogN, maka M=N
Dua bilangan yang memiliki nilai logaritma sama (dengan basis sama) pasti merupakan bilangan yang sama.
- Jika b>1 dan blogM<blogN, maka M<N
- Jika 0<b<1 dan blogM<blogN, maka
Sederhanakan 2log32+2log8−2log4
Tentukan nilai x jika 3logx+3log9=3log81
Kekuatan gempa bumi diukur menggunakan skala Richter yang berbasis logaritma:
- R = nilai skala Richter
- I = intensitas gempa
- I0 = intensitas referensi (tingkat nol)
Contoh: Gempa bumi yang terjadi di Haiti pada tahun 2010 memiliki intensitas 107 kali dibandingkan gempa bumi tingkat nol. Berapa skala Richter kekuatan gempa tersebut?
Jadi, gempa bumi di Haiti pada tahun 2010 tersebut memiliki kekuatan 7 skala Richter.
Waktu pengisian baterai dapat dihitung dengan rumus logaritma:
- t = waktu pengisian (dalam menit)
- k = konstanta pengisian
- C = kapasitas yang diinginkan
- C0 = kapasitas maksimum
Contoh: Tentukan waktu yang diperlukan untuk mengisi daya baterai yang dayanya kosong menjadi 90% penuh. Anggap k=0,02.
Jadi, waktu pengisian daya tersebut ialah sekitar 115 menit.
Fungsi logaritma juga digunakan untuk pemodelan peluruhan/penurunan nilai dengan formula:
dengan H(t) adalah nilai pada saat waktu t.
Contoh: Pada setiap saat, harga sebuah mobil setelah digunakan tidak sebanding dengan harga saat itu. Jika harga mobil baru adalah 200 juta rupiah dan setelah 5 tahun menjadi 100 juta rupiah, tentukan harga mobil setelah 10 tahun digunakan.
Dari hasil tersebut, diperoleh harga mobil setiap saat t adalah:
Jadi, harga mobil setelah 10 tahun digunakan adalah:
Sederhanakan: 5log125+5log25−5log5
Jika 2logx=3 dan 2logy=5, tentukan nilai 2log(xy)
Tentukan nilai x jika 4log(x−1)=4log16−4log2