Identitas logaritma adalah sifat-sifat khusus yang berlaku untuk semua fungsi logaritma. Sifat-sifat ini sangat membantu kita dalam menyederhanakan perhitungan dan menyelesaikan persamaan logaritma yang rumit.
Sebelum membahas identitas logaritma, mari ingat kembali bahwa logaritma adalah kebalikan dari eksponen. Jika bx=a, maka bloga=x.
Kekuatan gempa bumi diukur menggunakan skala Richter yang berbasis logaritma:
R=log(I0I)
Di mana:
R = nilai skala Richter
I = intensitas gempa
I0 = intensitas referensi (tingkat nol)
Contoh: Gempa bumi yang terjadi di Haiti pada tahun 2010 memiliki intensitas 107 kali dibandingkan gempa bumi tingkat nol. Berapa skala Richter kekuatan gempa tersebut?
Penyelesaian:
R=log(I0I)
=log(I0107I0)
=log(107)
=7
Jadi, gempa bumi di Haiti pada tahun 2010 tersebut memiliki kekuatan 7 skala Richter.
Fungsi logaritma juga digunakan untuk pemodelan peluruhan/penurunan nilai dengan formula:
H(t)=cekt
dengan H(t) adalah nilai pada saat waktu t.
Contoh: Pada setiap saat, harga sebuah mobil setelah digunakan tidak sebanding dengan harga saat itu. Jika harga mobil baru adalah 200 juta rupiah dan setelah 5 tahun menjadi 100 juta rupiah, tentukan harga mobil setelah 10 tahun digunakan.
Penyelesaian:
H(0)=200 juta, maka200=ce0=c
H(5)=100 juta, maka100=200e5k
e5k=21, sehingga 5k=ln(21)
k=51ln(21)=−0,1386
Dari hasil tersebut, diperoleh harga mobil setiap saat t adalah:
H(t)=200e−0,1386t
Jadi, harga mobil setelah 10 tahun digunakan adalah: