Kalau datanya tunggal, kita tinggal urutin terus cari posisi tengahnya. Nah, kalau datanya dikelompokkan dalam tabel frekuensi (kayak nilai ulangan yang dikelompokkan 70-79, 80-89, dst.), caranya sedikit beda nih. Kita nggak tahu nilai pastinya satu per satu, cuma tahu ada berapa data di tiap kelompok (kelas interval).
Sama kayak median data kelompok, buat cari kuartil (Q1, , ), kita juga pakai cara . Intinya, kita "menebak" posisi kuartil di dalam kelas interval tempat dia berada.
Pertama, kita butuh tabel frekuensi yang ada kolom frekuensi kumulatif (Fk). Frekuensi kumulatif itu jumlah frekuensi dari kelas pertama sampai kelas tersebut. Ini penting buat tahu kuartilnya jatuh di kelas mana.
Kita cari dulu posisi data ke berapa si kuartil itu.
Total data (n) adalah 30.
Letak Q1: data ke 41×30=7,5.
Lihat kolom Fk. Data ke-7,5 ada di kelas mana? Kelas pertama memiliki Fk=2 (belum cukup). Kelas kedua memiliki (data ke- sampai ke- ada di sini). Nah, berarti data ke- ada di kelas .
Jadi, nilai Q3 adalah 45,35. Artinya, sekitar 75% sepatu yang terjual ukurannya 45,35 atau lebih kecil (atau 25% terjual ukurannya lebih besar dari 45,35).
Perbandingan dengan Data Tunggal:
Mencari kuartil data kelompok menggunakan interpolasi karena kita tidak tahu nilai pasti tiap data, hanya rentangnya. Hasilnya adalah perkiraan nilai kuartil.
Kalau data tunggal, kita bisa langsung menunjuk data ke berapa yang jadi kuartil (atau rata-rata dua data), jadi hasilnya lebih pasti (jika datanya memang tunggal).
Kuartil data kelompok memberikan gambaran bagus untuk data yang banyak dan sudah dikelompokkan.