Bayangkan kamu punya mesin yang mengubah sebuah angka (fungsi pertama), dan hasilnya langsung dimasukkan ke mesin lain untuk diolah lagi (fungsi kedua). Proses inilah yang disebut fungsi komposisi atau fungsi bersusun. Secara matematis, kalau kita punya g(x) sebagai fungsi dalam dan f(u) sebagai fungsi luar, maka komposisinya adalah y=f(g(x)).
Aturan rantai adalah metode untuk mencari turunan dari fungsi-fungsi seperti ini, di mana satu fungsi "terbungkus" di dalam fungsi lainnya.
Untuk menurunkan fungsi komposisi, kita tidak bisa menurunkannya satu per satu begitu saja. Ada sebuah aturan elegan yang menghubungkan turunan fungsi luar dan fungsi dalamnya.
Jika y=f(g(x)), maka turunannya ditentukan oleh perkalian antara turunan fungsi luar terhadap fungsi dalam dengan turunan fungsi dalam itu sendiri.
Secara formal, jika kita memisalkan u=g(x), maka y=f(u). Turunannya didefinisikan sebagai:
dxdy=dudy⋅dxdu
Rumus ini dikenal sebagai aturan rantai. Intinya, kita menurunkan dari "lapisan" terluar ke lapisan terdalam, lalu mengalikan hasilnya.
Fungsi ini bisa kita tulis ulang jadi y=(cos(3−4x))4. Ini adalah kasus di mana kita perlu menerapkan aturan rantai lebih dari sekali karena ada tiga lapisan fungsi.
Fungsi terdalam: v=3−4x
Fungsi tengah: u=cos(v)
Fungsi terluar: y=u4
Kemudian, kita turunkan setiap lapisan:
Turunan fungsi terluar: dudy=4u3
Turunan fungsi tengah: dvdu=−sin(v)
Turunan fungsi terdalam: dxdv=−4
Gabungkan semuanya dengan aturan rantai:
dxdy=dudy⋅dvdu⋅dxdv
dxdy=(4u3)⋅(−sin(v))⋅(−4)
Sekarang, substitusikan kembali u dan v secara bertahap untuk mendapatkan hasil akhir: