Saat grafik dibaca dari kiri ke kanan, kurvanya dapat naik, turun, atau mendatar sesaat. Perilaku ini disebut kemonotonan fungsi. Tanda turunan pertama menentukan perilaku fungsi pada setiap interval.
Tanda gradien menunjukkan arah lokal kurva:
Gradien positif berarti fungsi naik.
Gradien negatif berarti fungsi turun.
Gradien nol menandai titik stasioner, tetapi titik tersebut belum tentu maksimum atau minimum.
Secara geometris, f′(x) adalah gradien garis singgung. Tandanya menunjukkan arah lokal kurva.
Hubungan antara turunan pertama dan perilaku fungsi dapat kita rangkum dalam sifat-sifat berikut:
Misalkan fungsi y=f(x) kontinu dan dapat diturunkan (diferensiabel) pada suatu interval.
Jika f′(x)>0 untuk semua x dalam interval tersebut, maka f(x) adalah fungsi naik.
Jika f′(x)<0 untuk semua x dalam interval tersebut, maka f(x) adalah fungsi turun.
Jika f′(x)=0 pada titik tertentu, maka f(x) memiliki titik stasioner di sana.
Titik stasioner membagi domain menjadi beberapa interval yang dapat diuji. Titik ini merupakan calon tempat perubahan kemonotonan, tetapi fungsi hanya beralih dari naik ke turun atau sebaliknya jika tanda turunannya berubah.
Contoh berikut menunjukkan seluruh proses analisis tanda.
Tentukan interval agar fungsi f(x)=x3−3x merupakan fungsi naik dan fungsi turun.
Penyelesaian:
Langkah1: Cari turunan pertama
Pertama, kita turunkan fungsi f(x).
f′(x)=3x2−3
Langkah2: Temukan titik stasioner
Titik stasioner terjadi saat f′(x)=0.
3x2−3=0
x2−1=0
(x−1)(x+1)=0
Dari sini, kita dapatkan titik-titik stasionernya adalah x=1 dan x=−1.
Langkah3: Buat garis bilangan dan uji interval
Kita letakkan titik stasioner pada garis bilangan. Titik-titik ini membagi garis menjadi tiga interval. Kita ambil satu titik uji dari setiap interval untuk mengetahui tanda f′(x) (positif atau negatif).
Interval x<−1:
Ambil x=−2. f′(−2)=3(−2)2−3=9 (Positif, fungsi naik).
Interval −1<x<1:
Ambil x=0. f′(0)=3(0)2−3=−3 (Negatif, fungsi turun).
Interval x>1:
Ambil x=2. f′(2)=3(2)2−3=9 (Positif, fungsi naik).
Langkah4: Simpulkan intervalnya
Berdasarkan pengujian, kita dapat menyimpulkan:
Fungsi naik pada interval x<−1 atau x>1.
Fungsi turun pada interval −1<x<1.
Visualisasi Kemonotonan Fungsi
Grafik ini mengilustrasikan perilaku fungsi f(x)=x3−3x. Perhatikan bahwa kurva naik saat turunannya positif, turun saat turunannya negatif, dan mendatar pada titik stasioner dengan f′(x)=0.
Pada interval 0<x<2, faktor x selalu positif. Oleh karena itu, agar f′(x)≥0, faktor kedua yaitu (3ax+2) juga harus non-negatif.
3ax+2≥0
Ketidaksamaan ini harus berlaku untuk setiap x pada 0<x<2. Karena h(x)=3ax+2 linear, nilai batas terkecilnya didekati pada salah satu ujung interval.
Jika a≥0, maka 3ax≥0, sehingga 3ax+2 positif di seluruh interval.
Jika a<0, maka h(x) menurun. Karena x=2 tidak termasuk interval, h tidak memiliki nilai minimum di sana. Namun, infimumnya adalah nilai batas saat x→2−. Nilai batas tersebut harus non-negatif.
Evaluasi syarat batas pada x=2:
3a(2)+2≥0
6a≥−2
a≥−1/3
Dengan menggabungkan kedua kasus, fungsi naik di seluruh interval tepat ketika a≥−1/3.
Turunan pertamanya adalah:
f′(x)=21⋅cos(4x)⋅4=2cos(4x)
Fungsi naik saat f′(x)>0, yaitu 2cos(4x)>0 atau cos(4x)>0. Ini terjadi di kuadran I dan IV.
−2π+2kπ<4x<2π+2kπ
Interval ini berlaku untuk setiap k bilangan bulat.
Fungsi turun saat f′(x)<0, yaitu cos(4x)<0. Ini terjadi di kuadran II dan .
−8π+2kπ<x<8π+2kπ
III
2π+2kπ<4x<23π+2kπ
8π+2kπ<x<83π+2kπ
Interval ini berlaku untuk setiap k bilangan bulat.